6 April 2014

Dirty Little Secret

Judul Buku : Dirty Little Secret
Penulis : AliaZalea
Penerbit : GPU, 2014

***

picture taken from google


Pertama baca buku AliaZalea itu The Devil in the Black Jeans, atas rekomendasi partner in crime untuk urusan baca buku, iya siapa lagi kalo bukan Rani. Sebelumnya, gue sama sekali nggak kenal AliaZalea. Haha. Silahkan yang mau nyela :p Tapi karena emang gue jarang baca buku-buku  GPU, jadi gue nggak kenal penulis-penulisnya dan metropop-metroponya yang ternyata keren.

Setelah The Devil in the Black Jeans kelar, udah bisa nebak apa yang gue lakukan setelahnya? Yap. Berburu buku-bukunya AliaZalea. Nggak tanggung-tanggung, gue beli semuanya, lengkap! Dan ternyata, gue baru tau, kalo semua bukunya AliaZalea itu tokoh-tokohnya berkaitan. Adalah sekawanan cewek-cewek, yang satu per satu kisah hidupnya dibahas dalam satu buku sama Alia. Keren. Di satu buku bisa aja dia hanya peran pembantu, di buku lain dia lah pemeran utamanya.

Dan sampailah di ujung series Jana dkk itu pada buku Dirty Little Secret yang baru gue beli kemarin dan langsung habis dibaca untuk menemani hari minggu gue hari ini. By the way, gue suka covernya. Sederhana. Suka pemilihan warnanya yang eye catching (bagi mata gue). Haha. Gue suka sih lihat warna shabby-shabby gitu, tapi gue lebih suka warna-warna yang bisa langsung mencolok saat kita melihat ditengah keramaian. Hahahha. Dan biru elektrik sebagai warna cover Dirty Little Secret ini sangat eye catching buat gue, karena setelah sekian lama nggak belanja buku ke toko buku, Dirty Little Secret ini gue beli di Gramedia langsung. Dan mata gue bisa langsung menangkap buku ini ditengah-tengah tumpukan buku lain. Thank God karena gue bisa menemukannya dalam sekejap, sebelum mata gue menemukan buku lain yang akhirnya akan memenuhi kantong belanjaan gue :D *salah satu alasan kenapa gue males belanja langsung ke toko buku dan lebih memilih online adalah karena gue nggak pernah bisa menahan diri untuk nggak belanja banyak buku :))

Yang gue sayangkan dari Dirty Little Secret adalah Alia tidak memasukkan tokoh-tokoh lainnya dari buku sebelumnya (which is sahabat-sahabat Jana) dalam buku ini. Padahal itu adalah salah satu ciri khas Alia, yang bikin ketika gue membaca bukunya langsung pengen buka buku lamanya dan mencari tau who is the character that she means. Dirty Little Secret hanya terfokus pada kehidupan Ben dan Jana, and their children. Yang kalo orang nggak tau karya Alia sebelumnya, nggak akan tahu bahwa Jana punya sahabat-sahabat yang kisah hidupnya bisa kita temukan di buku alia yang lain. Yang... hm... nggak bikin orang penasaran sama buku alia yang lain. Hahhhaa. Iya, itu yang gue rasakan waktu baca The Devil in the Black Jeans... Penasaran sama another books by Alia :D

Tidak banyak mengeksplor adegan dewasa, yang lagi-lagi berbeda dengan buku-buku Alia sebelumnya. Agak lebih nyaman bacanya karena nggak bikin gue pengen apparate ke kamar pacar dan minta di peluk saat itu juga. Bhahahahhaha. But I miss the memont Alia bikin gue membayangkan adegan-adegan dewasa lewat deskripsi tulisannya. Hhahhahahaha xD

334 berasa cuma 30 halaman karena entah kenapa gue merasa ceritanya kependekan. hahahaha. Maybe, karena gue menikmati jalan ceritanya. Menikmati upaya Ben mendekatkan diri kembali kepada Jana dan anak-anaknya. Menikmati kedekatan Ben dan anak-anaknya. Membayangkan kelak kalo gue sudah punya anak dan suami gue sedang bermain-main dengan anak gue. And I love the ending. Manis. Manis sekali. Oh, the way Jana call Ben with only 'B', make me remember the way I call ayank, sometimes :D and now, when I am writing this post, I miss him so much,  I miss his smell, I miss laying on her chest while reading books. *oke, dhea, sudahi sampai disini sebelum postingan ini menjadi posting curhatan lo*

Well, baca buku ini bikin perasaan gue campur aduk. Seneng, sedih, gemes, kesel, marah. Dan satu sampe sepuluh, I give 9 stars for this book. Gue suka cara Alia bercerita dan mengharapkan Alia akan terus membuat buku walaupun rangkaian cerita Jana dkk sudah selesai. Mungkin akan meneruskan dengan membuat rangkaian cerita Jo dkk? *ups

Yang gue pelajari dari DLS adalah... time is the best medicin for healing the wound. Only wound, not love. And wound is not something that can heal the wound :)

And... Happy reading!

"Kita hanya kana jatuh cinta dengan orang yang kita tidak bisa membayangkan hidup kita tanpa mereka"
30 Maret 2014

Dear Bebii

Sudah berapa lama kamu tidak memelukku penuh sayang?

Sudah berapa lama kamu tidak mencium keningku hangat?

Sudah berapa lama kamu tidak membisikkan langsung kata-kata sayang itu padaku?

Sayang, aku rindu.

Sabar, ya, sayang... Iya, sabar.

Kita (mungkin) masih belum lulus ujian tentang jaraknya.

Kita (mungkin) masih diminta banyak bersabar. Dan semoga Tuhan memberikan stock sabar yang maha banyak pada kita, ya?

Kerja yang bener. Jangan menghamburkan uang untuk hal yang nggak penting. Aku juga melakukan hal yang sama. Karena seperti yang kita berdua tau, deadline impian itu ternyata tinggal sebentar lagi. Agar kita bisa segera mengapus jarak dan aku bisa memelukmu setiap kali kamu ingin.

Tuhan jaga hati kita baik-baik, sayang.

Maafkan aku yang belakangan menjadi terlalu sibuk. Tapi kamu harus tau bahwa aku selalu memikirkan kamu disemua waktu tersibuk aku. Bahwa aku masih menyempatkan diri mengirimimu bbm, mengingatkan makan, mengingatkan sholat, dan menelponmu sesekali disela jam kerja yang padetnya kadang bikin aku lupa makan tapi nggak pernah lupa sama kamu. Kadang kalau aku menelpon berkali-kali dan kamu masih nggak ngangkat padahal udah siang, aku pasti akan mengalihkan telepon ke mamahmu.

Aku rindu, sayang.

Baik-baiklah selalu, ya... :*

Dear John

Judul : Dear John
Penulis : Nicholas Sparks
Penerbit : Gramedia, 2010

***

Gue inget banget saat itu gue baru masuk kuliah semester tiga ketika menemukan kutipan-kutipan novel ini di twitter salah satu adek tingkat gue. Penasaran karena kutipan-kutipan itu cukup nyesss, tapi entah kenapa nggak tertarik beli tiap kali nemu di Gramedia. Mungkin karena novel terjemahan dan gue takut bahasanya nggak asik jadi bikin males baca. Tapi kemarin saat nemu salah satu olshop buku kesayangan upload dan jual buku ini, tanpa pikir panjang gue langsung beli.

Begitu bukunya sampe, gue langsung baca. Karena bukunya lumayan tebel, gue nggak bisa menyelesaikannya dalam sekali duduk. Jadilah gue mencuri-curi baca disela jam kantor yang audzubillah padetnya kerjaan. Nyuri baca di sela scanning berkas mingguan. Nyuri baca di sela jam makan siang sambil tandatangan berkas. Hahahaa. Iya, kembali ke Prabumulih Timur memaksa gue pinter multitasking. Kalo engga, alamat nggak bakal selesai-selesai ini kerjaan yang menumpuk -_____-

Kesan pertama setelah selesai baca Dear John adalah.... Pingin nangis. Nyes banget sih, yaaa.... Kebawa suasana banget loh ya pas baca. Pingin nangiiis beneran pas baca dialog-dialognya. Terjemahannnya ternyata asik, nggak ngebosenin dibaca. Malah nggak berasa lagi baca buku terjemahan.. daaaannn, Dear John menegaskan bahwa jarak memang adalah salah satu hantu paling kampret dalam sebuah hubungan. Demn you, distance!!!! :]x

Gue suka baca surat-surat dari Savannah untuk John. Manis dan nyes.... Gue yang sekedar baca aja pingin nangis, padahal surat itu bukan buat gue. Apalagi John, ya... Yang sebagai tertuju isi surat. *puk puk john*

Gue suka interaksi antara Savannah dan John, bagaimana mereka berdua sama-sama menguatkan ketika jarak hendak mengacaukan segalanya. Tapi gue sebel, saat akhirnya Savannah menyerah dan memilih berbalik mencintai orang lain. Tapi at least, gue puas dengan endingnya yang happy. Jodoh memang akan selalu menemukan jalannya sendiri, ya. ada orang-orang yang saling mencintai tetapi tidak diciptakan untuk bersama. ada pula yang mati-matian menjauh namun pada akhirnya tetap dipersatukan. Well, gue percaya, selalu percaya, bahwa Tuhan tidak pernah salah. Maka pada siapapun itu ujung jalannya, adalah pasti sudah yang paling baik...

Kekuatan hati John dan ikhas yang maha besar itu kayaknya perlu dipelajari banyak orang... Bahwa mencintai adalah mendahulukan kebahagiaan orang yang kita cintai...

Oh, by the way, gue agak gimanaaaa gitu baca interaksi John dan Ayahnya. Berasa karena akhir-akhir ini sering mengalami itu. Kadang bete sendiri, ya. Pingin jedotin kepala ke tembok rasanya kalo udah putus asa. Haha. Dan sedih saat Ayah John pada akhirnya meninggal. Entah kenapa, sejak kepergian (calon) kakak ipar, gue nggak pernah suka dengan adegan kematian. Karena bukan kematian yang menyedihkan, tapi kebiasaan yang hilang. Dan adegan kematian selalu membuat gue merinding hebat dan termenung berjam-jam kemudian karena inget (calon) kakak ipar :'(

Gue juga suka covernya. Sederhana. Tapi menggambarkan segalanya tentang Savannah dan John. Elo harus baca sampe selesai baru bisa tau kenapa gue ngomong gini :D

Dan pada akhirnya, satu sampe sepuluh, gue memberikan sembilan untuk buku ini. Bacaan tidak ringan tetapi juga tidak berat, cocok untuk menemani akhir minggu kalian, apalagi kalo ditambah kue kering dan teh hangat. :D

“I finally understood what true love meant...love meant that you care for another person's happiness more than your own, no matter how painful the choices you face might be.”

“When you're struggling with something, look at all the people around you and realize that every single person you see is struggling with something, and to them, it's just as hard as what you're going through.”
8 Februari 2014

Mutasi (lagi)

Enam bulan di khayangan, akhirnya dikasih kesempatan untuk 'pulang'. Entah harus seneng atau sedih. Seneng karena pulang, sedih karenaa.... harus LDR lagi sama ayank. Yaelaaaah, baru juga mau lepas LDR bro... :'( Tuhan sepertinya masih meminta gue dan ayank banyak-banyak bersabar.

Gue percaya, Tuhan nggak pernah salah. Kemanapun itu, gue tau, tempat itu pasti sudah yang paling baik buat gue. Ada aja alesan kenapa gue ditempatkan Tuhan disana. Seperti kenapa Tuhan menempatkan gue di khayangan, enam bulan ini. Dan pasti ada alasan kenapa gue dikembalikan ke 'rumah', entah untuk berapa bulan kedepan, entah untuk alasan apa. Tapi semoga untuk alasan baik ya Allah... Aamiin...

Ketika melangkahkan kaki keluar dari wisma dempo, gue tau akan ada banyak hal yang gue rindukan dari sini. Nunggu bis malem jemput, gue melihat rumah yang jadi tempat tinggal gue enam bulan terkahir ini. Gue pernah sebegitu nggak betahnya dirumah ini, selalu pulang setiap weekend, susah makan, susah bernafas karena udara yang kelewat dingin. Tapi ternyata, ketika harus pergi, rasanya sesak juga. Gimanapun, dia pernah menjadi pelindung gue dari panas dan hujan selama enam bulan ini..

Gue pasti akan merindukan dua WMS kesayangan. Siska dan Erwy. Mereka berdua adalah alasan gue membetahkan diri di wisma dempo. Temen curhat dan ngobrol. Temen gila-gilaan. Ahhh.. Gue pasti rindu obrolan random kita disela jam kerja. Ketawa-ketiwi nggak jelas. Modusin vendor, hahahaha. Jalan-jalan. Shopping nggak penting. Masak bareng. Akan rindu sekali mandi pagi bareng siska... Rindu dipakein kutek sama Erwy tiap tamu bulanan dateng. Rindu... :'( Semoga segera ketemu lagi dalam keadaan yang jauh lebih baik, ya, sayang2ku... Cepet jadi manager biarbisa ketemu di monthly meeting. Gue percaya kalian berdua bisa, cuma Tuhan belum kasih kesempatannya aja. Kelak waktunya akan datang, waktu yang tepat, saat yang baik. Baik-baik disana ya sayang... :*

Akan rindu banget juga pulang bareng ana-anak adv. hahhhaaa... mereka masih utang ngajakin gue potoan di selamat datang pagaralam. huh!! Udah mutasi ini, belom juga sempet kesana :'( Terimakasih banyak, yaa... Udah mau direpotin. Udah mau dibawelin tiap pulang bareng. Hahahaha. Maafkan kalo terlalu rese dan berisik banget di mobil :p Semoga kalian nggak kangen, ya :D Mampir-mampir kalo lewat Prabumulih, tapi bawa oleh-oleh. Hahahahhaa...

Juga bakalan rinduuu mami sudar. Nanti kalo gue sakit, capekan, atau pegel-pegel, siapa yang mijitin? :( Panjang umur dan sehat selalu ya, mi. Terimakasih sudah jagain dhea dan baik sama dhea udah kayak mama dhea sendiri selama dhea disana. Kelak kalau jalannya lancar, dhea bakal balik ke Pagaralam lagi, mi... Nanti kita ketemu-ketemu lagi ya, mi :*

Terus pasti rindu udara dempo. Hahahaha. Walaupun lah yaaa dinginnya sering bikin idung gue berdarah, sering bikin nggak betah dan pengen cepet-cepet pulang ngangetin badan. Alhamdulillah udah agak terbiasa sama dinginnya, jadi kelak kalau jalannya lancar dan harus menghabiskan tahunan disana, udah nggak masalah lagi. Eh tapi kan ntar udah ada yang ngangetin *eaaaa

Rinduuuu dinas luar. Hahahhaha. Karena area Pagaralam meetingnya melulu keluar kota. Biaya perjalanan dinasnya gede. Bhahahaha. Sekalian bisa mampir jalan-jalan juga. Sejak di area Pagaralam lah jadi bisa travelling ke beberapa kota di sumsel berkedok dinas luar. Sekalian boook :))

Eniwei masih banyaakkkkk banget tempat wisata yang belum gue kunjungin di Pagaralam. Semoga jalannya lurus dan baik, biar kelak bisa balik lagi kesana. Hidup bertahun-tahun disana. Aamiin... Sampe ketemu lagi kelak, ya, Pagaralam... Mudah-mudahan sesegera mungkin. Titip calon suami saya, ya :'(

Enam bulan yang lalu, ketika dipaksa mutasi dari Prabumulih Timur, gue nggak pernah membayangkan kelak akan kembali lagi dalam keadaan yang jauh lebih baik. Kesini. Seperti ini. Ternyata, Tuhan meminta gue kembali. Mudah-mudahan bikin mamah bangga ya mah... :')

So, welcome back 'home', Dhea... *entah untuk berapa bulan*
18 Januari 2014

SoleMate

Beberapa bulan yang lalu gue iseng ikutan give away nya mbak @myaharyono di myaharyono.com, saking isengnya, gue sama sekali nggak ngarep bakal dapet hadiah. Haha. Makanya kaget pas baca email mbak Mimi minta alamat. Ternyataa,, semua yang ikutan give away dapet hadiah. Horee :D

Lebih horee lagi saat hadiahnya sampe rumah dan yang gue dapet adalah buku SoleMate dan kartupos dari Cappadocia. Kartuposnya cantiiiiiikkkk syekaliii.... Gue sampe berkali-kali ngeliatiinya. Hihi. Dan SoleMate sebenernya udah ada dalam wishlist gue sejak nih buku terbit. Tapi karena akhir-akhir ini lebih sering berburu secondhand book, jadinya ketunda mulu mau beli. Dan emang dasar jodohnya mau dapet gratisan. *eaaaaa

Gambar di ambil dari myaharyono.com


Judul Buku : Sole Mate
Penulis : Mia Haryono, Grahita, dkk
Penerbit : Gradien, 2013

Gue suka warna dan gambar covernya. Lembut, adem, manis. Entah kenapa tapi begitu lihat cover buku ini maka yang terbayang di benak gue adalah Mbak Mia. Entah kenapaaa... hahahaa... Tapi kesannya buku ini betul-betul mbak Mia banget :D

Ada puluhan cerita tentang sepatu. Awalnya gue sempet berekspektasi bahwa isi buku ini akan banyak cerita tentang cinta yang dianalogikan dengan sepatu. Haha. Karena di awal baca, ada cerita pembuka yang menggiring pikiran gue untuk berpikir begitu. :p Tapi ternyata gue salah. Sebagian besar isi cerita adalah benar-benar tentang sepatu itu senditi. Tanpa analogi atau kiasan atau apapun. Bahkan hampir setengah isi cerita menjadikan sang sepatu itu sendiri sebagai tokoh utama. Bercerita tentang hidup dalam pandangan si sepatu.

Ada beberapa cerita yang jadi Favorite gue. Dan kesemuanya adalah cerita-cerita yang endingnya bener-bener jauuuh diluar dugaan gue. Gue suka membaca cerita dengan ending yang tak terduga. Gue suka jenis tulisan yang diawal menggiring untuk berfikir lain tapi ternyata di ending dikasih surprise. Semacam jenis cerita yang akan gue baca dua kali setelah tau endingnya dan akan selalu gue inget berhari-hari kemudian. Hahaha.

Cerita-cerita favorite gue adalah : 

1. Tentang Damar - Stephany Josephine (152), nyessss sekaliiiii, kalimat demi kalimat yang sendu juga bikin gue sedih dari awal baca.

2. Kamu dan Aku, di Suatu Hari - Ch Amalia Ahmad (189). Dari awal gue berusaha menebak siapa dua tokoh dalam cerita ini. Ternyata... :')

3. Ketika Fakta Meraja - Grahita Primasari (226), bok endingnya bok... Ngagetiiin.. Kirain tentang cinta segiempat doang, ternyata? lebih dari ituuu... lebih bikin shock!

4. Cadangan - Okke Sepatumerah (26), gue suka analogi tentang cadangannya.

5. Sepatu Merah Anna - Mia Haryono (86) bikin merinding. Serem, mbak... Tapi keren.

Gue bukan shoesholic, tapi akhir-akhir ini entah kenapa jadi doyan beli sepatu. Tapi bukan jenis-jenis sepatu mahal kayak yang diceritakan dalam beberapa cerita disini. Gue lebih milih beli sepatu murah tapi banyak jadi bisa ganti-ganti, ketimbang beli yang mahal tapi cuma satu. Hehe. See? I am really not a shoesholic, kan? :p Gue jadi tau banyak jenis sepatu dan merk-merk sepatu mahal dari SoleMate ini. Karena selain menyajikan cerita tentang sepatu, di SoleMate juga diselipkan beberapa fakta penting tentang sepatu, pengertian-pengertian jenis/istilah sepatu yang nggak familiar bagi orang awam, juga sejarah dan asal muasal penamaan jenis sepatu tersebut. Jadi selain cerita fiksi, SoleMate juga menyajikan beberapa fakta. Komplit, lah...

Bagian favorite gue yang lain dalam buku ini adalah caption-caption kak Fatima Alkaff dalam setiap foto yang menjadi pemisah antar cerita. Semacam membaca oxford versi galau, ya? #eh :D ada beberapa yang langsung gue jadikan personal message di blacberry messanger gue begitu gue membacanya hahahhaa dan gue akan mengutipnya beberapa disini...

Optional : The Choice you would never choose.

 Replacement : No matter how good, it isn't you.

 Walked Home : To a Place called your heart

Inseparable : Because I need you both.

Second Chance : Can we try it once again?

 Lalu ada satu kalimat (menurut gue) penyemangat yang ada di salah satu cerita yang (juga) pengen gue kutip disini. Semoga kebanyakan ngutip begini nggak menjadikan gue spoiler hahahhaha

Hidup ini bukan tentang apa yang kita pakai. Bukan tentang seberapa lama kita berjalan bersama. Bukan juga tentang betapa mati-matiannya kita berjuang demi sesuatu. Hidup ini tentang bagaimana kita bisa tetap tersenyum dalam kehilangan. Bagaimana kita bisa tetap berdiri dalam kepincangan. Dan bagaimana kita bisa tetap kuat dalam kerapuhan. (187)

Daaaaannn masih ada banyak lagi caption foto kak Fatima alkaff juga kalimat-kalimat quote-able dalam setiap cerita yang nggak akan gue tulis semua disini. Karena, selain gue cape, juga akan menyenangkan kalo kalian menemukan sendiri semuanya saat membaca lembar demi lembar SoleMate. Bacaan ringan yang sangat cocok mengusir kebosanan saat weekend jauh dari pacar (iyaaa itu gue, ape lo ape lo). Jangan lupa siapkan segelas teh manis hangat dan setoples cemilan untuk menemanimu membaca :D

Btw kak Grahita, I know that Sepatu Teplek Merah Muda dan Sendal Jepit Hitam ituuuuu :p
6 Januari 2014

TheLunchGossip

Judul : The Lunch Gossip
Penulis : Tria Barmawi
Penerbit : Gramedia, 2007



Yang gue gemes adalah... nama-nama tokonya. Pfftttt. Susyaaaah banget sih dibaca. Untung nama panggilannya simpel. Udah lah 5 tokoh, nama-namanya susah diinget semua x_x

Nggak menemukan korelasi antara judul dan isi cerita. Hehehehe. Kirain bakal penuh gossip-gossip saat makan siang, ternyataaa... ada sih emang.. tapi cuma secuil. Office gossip lebih cocok rasanya. *protes aja, dheee...

Semacam menanti bom mau meledak. Baca novel ini gue dibikin penasaran. Banget. Penasaraaaaaan siapa sih dalang dari semuanya ini. Baca ngebut, beberapa deskripsi bahkan di skimming, karena penasaran pengen tau siapa si antagonisnya x))

Yang agak nggak masuk akal adalah... kenapa bisa si Vinka hamil dan itu emang anak suaminya? Bukan anak selingkuhannya(sudahi disini sebelum spoiler parah) Padahal rumah tangga mereka lagi hancur. Mereka mesra cuma didepan doang. Kalo udah berduaan kayak nggak saling kenal. Terus gimana ceritanya bisa buat anak? Masa iya gituan depan gank? *eh :p

Selain penasaran sama si antagonis. Gue juga penasaran kenapa Arimbi bisa kerja disitu. Melihat dia yang sebenernya nggak mampu tapi kok si interbiewr bilang dia asset bagus (?) Karena pernah baca Lontang-Lantungnya kang Roy, tadinya gue ngira ceritanya bakal begitu. Ketuker CV. Interviewer salah orang. Ternyata? Bukan! Tapi? Baca, deh... ;)

Pada akhirnya... Gue bisa menarik kesimpulan bahwa yang lo liat belum tentu apa yang benar-benar terjadi. Yang nampak jahat belum tentu beneran jahat, pun sebaliknya. Karena selain diri sendiri, cuma Tuhan yang tau yang sebenarnya... :)

Satu sampe sepuluh? Tujuh koma lima buat buku ini. Cocok buat mengisi waktu luang saat wiken dan ngilangin bosen. Hehehe
3 Januari 2014

Dil3ma

Tiga wanita lajang. Tiga dilema.

Dil3ma. Novel lama Mia Arsjad. Hasil buruan second dari LineBookShop :D

Tiga wanita lajang, sahabatan. Sama-sama sukses tapi sama-sama punya "masalah" dalam hal percintaan.

Lura. Nania. Mala

Satu quote paling gue suka disini adalah : when you meet an ending, it's just because you are going to meet a new start

Gue kok ya sebel setengah mati sama si Reva pacarnya Nania. pffttt... Pffttt abiiiiss.... Rasanya pengen gue cakar-cakarlaahh mukanya x_x Si Nanianya juga begoooo. Mending jomblo kemanamanaaaa daripada punya pacar kayak gitu. Beneraaann x_x

Terus gilaaa... Salut pake banget sama si Robi pacarnya Lura. Sabar banget. Setia banget. Heuuuu :')

Cerita didalamnya complicated. Banget. Banyak tokoh yang ikut ambil peran didalamnya. Tapi hebatnya gue bisa hafal semua. Tau kalo yang ini ada kisah sama si itu. Tau kalo yang itu ada kisah sama yang lain. Dst. Dst. Ceritanya sekilas-sekilas tapi booook feel-nya dapet banget.

Jenis bacaan yang nggak bisa gue tinggal gitu aja sebelum kelar baca. Tapi karena weekdays dan akhir plus awal bulan jadilah mau nggak mau harus meninggalkan sesaat-sesaat gegara ngurusin kerjaan. *eh ini gue sedang tidak mengeluh sih ya*

Gue iri sendiri membayangkan si Lura. Hahahaa. Iri juga karena dia bisa travelling kesana-sini karena kerjaannya. Iya, dia pramugari. Tapi gue nggak pingin jadi pramugari ah. Serem terbang-terbang :)) tapi travelling gratisnya bikin iri :( Iri juga karena Lura punya Robi yang bahkan disaat paling buruknya Lura, Robi masih tetep mau nerima apa adanya :')

Kebiasaan buruk Lura yang suka lupa kalo punya makanan sampe berbulan-bulan itu kocaaak banget. Hahahahaa. Sampe ada segala makhluk didalem kulkasnya x)) tokoh favorite gue nih si Luraaaaa ;;)

335 halaman doang tapi rasanya ribuan halaman. Complicated tapi endingnya melegakaaaaan sekali. Melegakan untuk tiga-tiga kisah tokohnya. Si Lura. Si Nania. Si Mala. Eh tapi Nania jadi gimana dong? :D

Suka cara penulisan judulnya. Ini bacanya Dilema aja?? Atauu.. Tiga dilema maksudnya, ya? :D Suka juga ilustrasi covernya... cuma si Nania yang mana nih? Kok langsing semua sih. Kan Nania digambarkan gendut? Eh. Berisi maksudnyaahhh... *rese*

Hahahahahaa

Satu sampe sepuluh? Hm... sembilan buat buku ini. Metropop tanpa adegan dewasa hahahahaa Buku kedua Mia Arsjad yang gue baca. Pertama yang Miss Cupid, kedua ini. Dan dua-duanya gue suka. Dan dua-duanya gue pingin liat versi filmnya... ;;)

Ada yang sudah baca juga?



Judul : Dil3ma
Penulis : Mia Arsjad
Penerbit : Gpu, 2010
Blog Design ByWulansari