24 Juli 2018

[Blog Tour] Contract Partner a Review

 Identitas Buku


Judul Buku : Contract Partner
Penulis : Mrs. Mathrange
Penerbit : Roro Raya Sejahtera (Twigora)
Jumlah Halaman : 368++
Harga : Rp. 86.000,-



 Tagline


Bahagia tak pernah sederhana

Blurb

MUNGKIN SUATU HARI NANTI KAU AKAN MENGERTI,
KALAU HATI TIDAK DICIPTAKAN UNTUK MENGHANCURKAN HATI ORANG LAIN.

Benar-benar sulit dipercaya, seorang CEO tampan dan muda seperti Julian Reed melamar Jane Fisher, salah satu pegawai di perusahaannya.
Sayangnya, ini sungguh berbeda dengan plot cerita romantis yang selama ini dia dengar dan baca. Malah, ketika dilamar, Jane merasa itu adalah kali pertama bosnya itu berbicara padanya.
Kejadiannya pun sangat cepat dan blak-blakan. Di ruang kerjanya, Julian menyodorkan sebuah amplop cokelat berisi dokumen ke arah Jane. Perempuan itu benar-benar terkejut ketika membaca tulisan bold di halaman pertamanya:
 
KONTRAK PERNIKAHAN
ANTARA JULIAN REED DAN JANE FISHER

Meskipun terasa ganjil, Jane akhirnya mengambil risiko dengan menandatanganinya.
Sesuatu yang belakangan dia sesali ketika akhirnya tahu alasan sebenarnya Julian mau menikahinya....


Review
Membaca judul novel ini, kalian pasti sudah menebak akan kemana arah cerita dalam novel ini. Yap. Betul sekali, kisah dalam novel mudah sekali ditebak lewat judul bukunya. Yang mana gue suka. Karena apaaaa.... Karena bikin gue punya gambaran yang jelas sebelum beli buku. Dan gak kecewa ditengah jalan saat membaca buku karena isinya gak sesuai dg judul dan ekspektasi gue.

Tapi novel kali ini gue ga beli. Alhamdulillah dapet gratisan dari twigora karena berkesempatan jadi salah satu host untuk blog tour-nya. Ga cuma bukunya, gue juga dapet Special Box yang isinya buanyaaaak banget. Alhamdulillah, ya. Rejeki emang gak kemana-mana...

Jadi, buku ini adalah salah satu #rorowattpad. Seperti yang bisa kalian baca di Ask Author, Mrs. Mathrange emang menggunakan media Wattpad dalam menulis dan menyelesaikan buku ini. Dan berdasarkan informasi di cover, buku ini sudah dibaca lebih 2,4juta kali di Wattpad. Wooow... Saking penasarannya, sebelum paket buku tiba ke gue, gue sempet searching di Wattpad (kebetulan anaknya udah download Wattpad dan mulai nulis disana hahahaha)

Sekian prolog yang begitu panjang. Mari membahas isi buku...

Julian Reed adalah seorang CEO di perusahaan tempat Jane Fisher bekerja. Julian terkenal kejam dan sulit mentolerir kesalahan bawahannya, sekecil apapun itu. Bahkan ada karyawannya yang dipecat hanya karena dia salah mengetik nama salah satu klien.

Julian juga merupakan bos yang tidak begitu akrab dengan karyawan-karyawannya, bahkan bisa dibilang bahwa dia sama sekali gak pernah ngobrol dengan karyawannya. Tidak ada yang berani atau masuk keruangan Julian kecuali karena dipanggil beliau untuk kemudian dipecat. Ya. Dipanggil Julian keruangannya adalah salah satu momok bagi seluruh karyawannya. Karena, Julian hanya memanggil karyawan untuk masuk keruangannya apabila dia ingin memecat mereka. Hanya ada satu orang kepercayaan Julian, yaitu Tuan Coleman. Seorang laki-laki yang sebenarnya sudah terlalu lanjut usian untuk masih bekerja.

Lalu tibalah saatnya bagi Jane Fisher dipanggil keruangan kerjanya. Tapi ternyata bukan untuk dipecat, melainkan diberikan sebuah kontrak pernikahan. Julian meminta Jane menjadi istrinya. Dan disinilah drama dimulai...

Gue suka cara bercerita Mrs. Mathrange. Mungkin karena settingnya di Mahattan, New York, juga nama-nama tokoh didalamnya bukan nama orang Indonesia, membuat novel ini berasa seperti novel terjemahan yang diterjemahkan dengan sangat baik kedalam bahasa indonesia sehingga pembaca bisa menikmati cerita dengan baik. Karena tau sendiri kan ya, gak banyak novel terjemahan yang diterjemahkan dengan bahasa yang tidak kaku.

Ide ceritanya menarik. Sebenarnya mungkin sudah ada cerita-cerita tentang kontrak pernikahan semacam ini sebelumnya, maksud gue ide cerita macam ini bukanlah suatu ide cerita baru yang aneh. Namun Mrs. Mathrange mengemas ceritanya dan menyajikannya dengan sangat baik sehingga membuat buku ini terkesan berbeda. Tidak terlalu banyak konflik dan tidak terlalu banyak tokoh-tokoh didalamnya membuat gue menikmati jalan cerita, gak bikin pusing dan gak bikin mikir terlalu keras. Alur maju yang tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat serta POV orang ketiga (dalam hal ini si Jane) juga bikin gue menikmati membaca lembar demi lembar sampai tau-tau aja udah di ending.

Tidak ada kejutan selama membaca novel ini, karena semuanya berjalan seperti apa yang memang gue pikirkan. Yang juga tergambar dan bisa ditebak melalui judul buku dan blurb di back cover. Tapi ending ceritanya sungguh diluar dugaan gue. Seriously. Gue gak menyangka endingnya bakal begitu. Gue mikirnya ada dua. Kalo happy ending ya akhirnya Jane dan Julian bahagia sampai kakek nenek terlepas dari apapun alasan Julian mengajukan Kontrak Pernikahan pada Jane. Kalo sad ending ya ujungnya mereka cerai. Gitu. Tapi ternyataaaa tebakan bidadari dua-duanya salah, sodara-sodara!! Dan itu salah satu yang lagi-lagi gue suka dari novel ini. Karena setelah sekiam ratus halaman merasa datar-datar aja dan bikin yakin bahwa semuanya ketebak, eeehh surprisenya ternyata ada di ending...

Eh by the way gue gemes dong ya ama si Julian Julian ini. Kadang so sweet, ampe bikin gue juga meleleh. Dilain kesempatan doi nyebelin minta banget didorong ke jurang. Hih! Dan si Jane ini juga dong, kenapa gampang banget sih luluhnya. Huhu. Udah gitu kenapa juga masiiiih aja baik ama Julian padahal udah tau kenyataan-kenyataan yang menyakitkan. Termasuk alasan Julian menikahi Jane yang ternyata semata-mata bukan karena cinta. Udah gitu yaaaaa si Julian itu ya ampun apa gak ada yang lain diotaknya selain urusan bisnis dan perusahaannya?? *nah kenapa gue yang bete ya...

Selain Jane, Julian, Tuan Coleman dan beberapa tokoh pelengkap lainnya (Danny, Beatrice, Tom, Jim dan Kakeknya, Thompson, dll...) ada satu sosok tokoh pelengkap bernama Shopie yang tiba-tiba datang dari masa lalunya Julian. Dan shopie juga jadi salah satu konflik yang cukup bikin geregetan didalam novel ini. Jadi, Siapakah Shopie ini sebenarnyaaaa? Temukan jawabannya dengan membaca novel ini :p

Oh, dan didalam buku ini juga ada adegan dewasa yang cukup detil. Sehingga wajar kalo pada bagian ISBN ada kode 17+ karena emang cocok dibaca untuk mereka-mereka yang udaj cukup umur. Dedek dedek gemes jangan baca ya, baca buku pelajaran aja udah paling bener. Okay.

Sekian tentang isi buku dam cerita, kemudian gue mau ngobrolin masalah teknis dikit. Dikit aja kok. Hehehehe.

Pada beberapa bagian gue menemukan adanya kesalahan ketik nama. Seharusnya Jane yang bicara, tapi disitu malah tertulis Shopie. Lupa gue halaman berapa, pokoknya ada. Tapi ga begitu mengganggu kok dan entah kenapa juga ya gue mau bahas ini. Hahahaa.

Daaaan, Warna covernya menarik. Cukup eye catching kalo diletakkan diantara buku-buku lain di toko buku. Warnanya ga ngejreng norak, tapi cukup mencolok dan yang pasti meneduhkan. Mengingatkan gue pada warna favorite gue sekian tahun silam dan biarlah menjadi kenangan saja. *apa sih

Selebihnya sih oke. Banget.

Sekian reviu ala ala gue. Semoga cukup sebagai bahan pertimbangan kalian dalam memilih buku bacaan. Dan buku ini sangat sangat gue rekomendasikan untuk kalian beli dan baca. Bukan karena postingan ini bersponsor ya. Tapi pembaca blog gue pasti tau kalo reviu gue selalu jujur apa adanya. Yaaa meskipun isi blog ini kacau balau random ga karuan tapi reviu reviu bukunya bermanfaat kan.. Kan... Ke-PD-an.

Photo Challenge

Dan sebagai host, gue ditantang untuk berfoto dengan buku ini. Baiklaaaah, fotoan doang mah bukan sesuatu yang susah (itu dulu, sebelum negara api menyerang dan badan mamak jadi lebar hahaha). So, here's my picture. Mohon maaf sebelumnya jangan dihina badan lebar mamak mamak habis melahirkan ini ya... Baca buku adalah alasan untuk tetap waras, disela status baru sebagai seorang Ibu. Dan sejak ada anak bayi ini, jadwal baca buku Mami kudu sambil jagain dia. :D



[Blog Tour] Ask Author : Mrs. Mathrange



Haiii....

Alhamdulillah ketemu lagi dengan Blog tour TwigoraXDheaadyta. Ini adalah kesempatan kedua yang diberikan oleh Twigora kepada gue untuk menjadi salah satu host blog tour nya. Dan, semoga ada kesempatan-kesempatan selanjutnya. Aamiin.

Kali ini gue terpilih untuk menjadi salah satu dari tujuh host blog tour 'Contract Partner' karya Mrs. Mathrange. Ada yang udah kenal penulisnyaaaaa? Doi salah satu anak Wattpad, dan karena gue gak mainan Wattpad sebelumnya jadi gue beneran baru tau nama ini ya dari baca buku ini. Iya, sampe baca beberapa #rorowattpad akhirnya memutuskan untuk mulai rutin nulis lagi dan karena buka laptop suka gak sempet akhirnya nulis lewat handphone di wattpad.

Baiklah, karena ini adalah pertama kalinya gue baca buku karya Mrs. Mathrange daaaan juga karena ini adalah kesempatan pertama gue berkenalan dengan doi, maka gue gak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan dari twigora untuk memberikan 5 pertanyaan yang akan dijawab langsung oleh Mrs. Mathrange.

Horehh!!

Tapi sebelumnya, berikut biodata singkat Mrs. Mathrange

Wanita yang lahir di Jakarta pada bulan Januari 1993 ini merupakan pengidap Atelophobia. Ia masih bergeriliya dalam dunia penulisan dengan bersembunyi dibalik nama penanya dan tetap bersandar pada pekerjaan utamanya sebagai arsitek dan deainer interior yang telah ia geluti sejak tahun 2014.

Naaah, setelah baca biodata singkat tersebut apakah ada yang penasaran dan belum kenal juga sama Mrs. Mathrange? Kalo iya, ataupun kalo udah kenal tapi masih penasaran, silahkan disimak wawancara gue dengan doi dibawah ini. Pssstt, doi juga ramah banget loh, gue sempet beberapa kali berkirim DM dengannya di instagram ;)

1. Mrs. Mathrange itu artinya apa sih?

Aku ga nyangka akan ada yg nanya hal seperti ini hhehehe. Jadi Mrs.mathrange itu nama 'alay'-ku haha. Iya, Alay. Itu nama yang kupakai pas waktu SMP (masih alay pas jaman2 itu :v). Itu account name ku pertama kali aku buat YM. Dan aku hanya pakai nama itu sekali (hanya untuk di YM). Ketika buat wattpad, entah kenapa nama itu terlintas, jadilah kupakai.

Untuk arti dari Mrsmathrange itu : 'mrs' (harusnya sih kupakai miss, bukan mrs. Tapi udah terlanjur haha) artinya Nyonya. 'Math' itu dari Mathematic (my fav lesson!). Range diambil dari Orange (warna kesukaanku). Nah jadilah Mrsmathrange!



2. Apa ada kebiasaan rutin yang kamu lakukan selma menulis Contract Partner? Misalnya : Harus sambil denger lagu A, atau nulisnya harus di cafe sambil ngopi-ngopi, atau apaaaa gitu?

Nggak ada sesuatu yang khusus, sih. Paling ditemenin kopi aja udah cukup untukku (antisipasi kalo tiba-tiba aku ketiduran tanpa sadar hahahah)


3. Setelah Contract Partner ini terbit, apa sudah ada ide untuk novel baru? atau justru udah mulai nulis cerita baru, nih?

Ada dong! Tunggu aja surprise-nya :)


4. Part cerita paling favorite kamu di Contract Partner yang mana?

Part Favorite aku itu ketika Julian berkata, "Secara official, maukah kau, Nona Jane Fisher, menjadi Nyonya Reed-ku?". Alasannya karena itu part yang paling bikin meleleh buatku.


5. Apa yang sulit bagimu dalam menulis novel? Dan bagaimana kamu mengatasinya? Bisa sekalian berikan beberapa tips untuk teman-teman yang ingin mulai menulis sepertimu?

Sulitnya sih lebih untuk bagi waktunya. Soalnya aku 'kan punya kewajiban pekerjaan yang kadang deadline-nya cukup mengurangi waktuku untuk menulis. Jadi aku harus bener-bener pinter milih waktu. 

Tips dariku, untuk teman-teman yang baru mulai menulis (khususnya melalui wattpad), kalian harus nikmati proses menulisnya. Dan jangan terbebani result yang kalian harapkan seperti 'tulisanku harus dibaca sekian banyak orang' (itu big No No!). Yang ada (mungkin) jika ekspektasi kalian tidak tercapai, kalian akan menjadi terlalu kecewa (beberapa mungkin ada yang berhenti menulis karena itu). kan sayang kalo berhenti menulis ditengah jalan :(





***

Demikian wawancara gue dengan Mrs. Mathrange. Lima pertanyaan sebenernya kurang. Tapi ya lumayanlah kan untuk sedikit mengenal lebih dulu penulisnya sebelum membaca reviu buku dari gue dan ikutan giveaway-nya di blog gue besok-besok.

By the way, Blog tour ini sudah berlangsung selama sepuluh hari dan masih akan berlangsung beberapa hari kedepan. Kalian bisa baca wawancara host dengan Mrs. Mathrange lainnya juga reviu buku dan mungkin ikutan giveaway (kalo belum tutup) di beberapa blog dibawah ini, ya!!!

1. www.wolfcxreads.wordpress.com
2. readingvibes.blogspot.com
3. peekthebook.com
4. nuranipuspa.blogspot.com
5. delinabook.wordpress.com
6. collection-of-book.blogspot.co.id

Sesungguhnya gue minder, karena diantara host blog tour lainnya cuma gue doang yang bukan bookstagram (moto buku aja suka asal-asalan ga pake teknik, wkwk) dan isi blog nya random abis bukan cuma ngebahas buku tapi juga another curhatan gak penting gue lainnya. Kesamaan gue dengan mereka-mereka ini adalah sama-sama suka buku dan doyan baca. Oh, gue juga gak bisa reviu buku serius macam yang lainnya karena reviu ala gue adalah reviu suka-suka tapi yakinlah akan memberi gambaran bacaan yang kece pada kalian. Hihiiii... Masing-masing punya ciri khas sendiri-sendiri, ye kaaaan? #pembelaan

Ya udah, sebelum postingan ini kepanjangan dan jadi ngelantur kemana-mana... Jangan lupa nantikan postingan gue selanjutnya tentang reviu buku Contract Partner dan juga menyusul postingan tentang Giveaway-nya, yah...

Kiss Kisss....
14 Juli 2018

The Second Time : Aliza's bad Mariage (a Review)

Judul : The Second Time (Aliza's Bad Mariage)
Penulis : Demimoy
Penerbit : Twigora
Jumlah Halaman : 336++
Harga : Rp. 80.000,-

***
Blurb

Tak ada yang klise dalam pernikahan Radit dan Aliza

Aliza tak habis pikir,
Mengapa sebelum meninggal Marvel justru memintanya menikahi Radit - Sosok yang tidak dikenalnya sama sekali?
Mungkin kalau pria itu memiliki masalah ekonomi atau kekurangan fisik, dia akan sedikit memahami motivasi Radit menyetujui pernikahan ini.
Namun Radit bisa dibilang sukses dan sempurna -- terlalu sempurna malah -- hingga membangkitkan kecurigaan baru : dia pasti menginginkan sesuatu dari pernikahan ini!

Bagaikan berjalan diatas lantai bertabur beling, Aliza berhati-hati setiap kali berduaan dengan Radit. Pria itu begitu dingin dan misterius di suatu waktu, tapi bisa berubah hangat dan lembut dikesempatan lainnya.
Sulit bagi Aliza untuk menyangkal desir-desir didadanya, meskipun belum sepenuhnya yakin pada suaminya itu.

Lama-lama, kelengahan Aliza malah membuatnya terjebak pada kondisi mengharuskan membuat taruhan besar : Aliza harus belajar menerima Radit atau tak akan merasakan bahagia dalam pernikahannya.
Namun, bagaimana caranya mulai mencintai Radit?
Mampukah Aliza mempercayakan hati dan jiwanya pada suami yang masih saja terasa asing dimatanya?

***
Review

Buku ini adalah salah satu buku lainnya yang gue beli tanpa ekspektasi apa-apa. Beli bukan karena tertarik ama cover, blurb, penulis, atau apapun. Tapi ya karena sekalian beli bareng PO buku Twigora lainnya. Karena kebetulan lagi ada paket PO bareng Remuk Redam-nya Christian Simamora, dan kebetulan juga bidadari lagi nunggu hari mau melahirkan dan nyaris gila karena bosen ga ada kerjaan dirumah. Makanya banyak beli buku buat bacaan biar tetep waras. #sebuahkejujuran

Pertama kali membaca judulnya, yang ada dibayangan gue adalah buku iji bercerita tentang pernikahan Aliza yang gagal, kemudian ada kesempatan kedua hingga akhirnya Happy ending. Yaaa kurang lebih pikiran gue sih begitu.

Ternyataaaa.... Gue salah besar.

Banyak sekali teka-teki cerita yang menuntut untuk segera tahu jawabannya saat gue baca lembar demi lembar novel ini. Sejak ada bayi, waktu gue untuk baca buku sangat terbatas. Karena pas bayi bobok, gue ngantuk dan lebih milih ikut istirahat atau kalo ga yaaaa ngerjain yang bisa dikerjain. Dan kalo dia bangun manalah gue konsen baca buku. Jadi sejak ada Kalandra, gue menyelesaikan baca Remuk Redam aja sampe hampir sebulan. *yak kenapa jadi curhat ya ngomong ngomong..

Tapiiiii..  Karena gue penasaran banget sama jalan cerita dan endingnya novel ini, gue bela-belain loh nyempetin baca sambil nimang anak gue lah. Baca sambil BAB lah (kebiasaan lama yang ga sempet gue lakuin lagi sejak punya bayi karena bisa BAB dengan tenang aja udah syukur, buang jauh jauh lah niat mau sambil baca buku berlama-lama hahahaha). Gue juga nyempetin baca disela-sela anak gue tidur, dan juga baca sebelum gue tidur malem. Intinya, buku ini selesai gue baca dalam waktu seminggu. Sebenernya masih termasuk lama, ya tapi lumayan daripada sebelumnya yang bisa ampe sebulan. Hiks.

Dan kesan gue setelah beres baca buku ini adalaaaah... Too much konflik. Gue aja ampe sakit kepala. Macam cerita sinetron stripping gitu loh yang banyak banget sih masalah hidupnya si Aliza ini. Udah lah amnesia, ditinggal mati calon suami, nikah sama orang yang dia rasa asing, dijahatin sahabat sendiri, dijahatin mantan pacar suaminya, and so on, and so on. Ya Ampun bok, ribet banget idupnya si Aliza amit-amit jangan sampe kejadian ke gue. *ketok meja*

Pada beberapa lembar diawal, gue udah nebak ceritanya bakal gimana. Hanya saja gue takut terjebak karena biasanya kan selalu ada kejutan-kejutan gitu, kan. Gue menantikan plot twist yang gak kunjung ada, dan jalan cerita makin menguatkan tebakan gue. Jadi gue memaksa buru-buru baca karena penasaran apakah tebakan gue bener.

Oh trus ya.. Pada satu bagian tentang Alya yang pura-pura sakit itu mengingatkan gue pada sinetron reliji di indosiar yang jadi tontonan wajib gue sejak melahirkan. Ga ada alesan apapun, ntah kenapa demem aja nonton ginian.. Hihiiii...

Terlalu banyak konflik, tokoh, dan jalan cerita yang kata gue kayak sinetron. Ditambah lagi tempo cerita yang lumayan cepet. Bikin otak tua gue kesulitan menangkap beberapa kisah dan kudu ngulang baca supaya ngeh lagi si A ini tadi siapa, eh si B kok ada disitu. Gitu gitu, deh.

Btw, karena gue bukan pembaca Wattpad, jadi nama Demimoy beneran baru gue kenal dari novel ini.

Mengenai tampilan buku. Gue suka pembatas bukunya. Lucu berbentuk cincin gitu. Dan warna cover yang hitam legam menambah kemisteriusan buku ini. Tapi tenang aja, meski tampilannya hitam hitam horor kayaknya gitu, novel ini sama sekali ga bercerita tentang yang serem-serem. Eh, kecuali percobaan pembunuhan termasuk hal yang serem menurutmu, ya.

Dari buku ini juga gue baru tau bahwa ada kemungkinan seseorang mengalami amnesia sebagian, mengingat semua hal tapi tidak dengan semua kejadian yang berkaitan dengan satu orang. Amit-amit lagi jangan sampd kejadian ama gue, atau orang-orang yang gue sayangi. Amit-amit. Naaaah, Mungkin penulis bisa mengeksplor lagi tentang ini aja ketimbang bikin terlalu banyak konflik. Hiks. Karena terlalu banyak konflik bikin mamak-mamak macam gue sakit kepala. Hihiii..

Pada akhirnya, gue kagum pada sosok Demimoy yang (setelah baca profil penulis) ternyata masih muda (jauh banget dibawah gue) tapi udah punya karya nyata. sementara gue.... hanya menyimpan tumpukan draft yang gak kunjung diselesaikan didalan laptop. Eaaaa, curcol lagiiiiii....

11 Juli 2018

Remuk Redam a Review

Judul buku : Remuk Redam
Penulis : Christian Simamora
Penerbit : Twigora
Jumlah Halaman : 354++
Harga : Rp. 91.000,-

*
Blurb
Jatuh cinta itu gampang.
Kau bahkan tak perlu alasan untuk merasakannya didalam dirimu.
Menghangatkan jantungmu. Membuatmu tersipu.

Sedangkan mencintai, itu perkara yang lain lagi.
Kau dituntut untuk beradaptasi dan memahami. Berkorban dan mengampuni.
Dan setelah semuanya dilakukan pun, belum tentu juga cintamu akan berbuah baik.
Seringnya, kau kembali sendirian dan merasa jauh lebih buruk daripada sebelumnya.

Jadi, pesanku : jatuh cintalah... Tapi jangan kau sampai mencintainya.
Kau mungkin jauh lebih bahagia.

*
Tagline :

Jatuh cintalah...
Tapi jangan kau sampai mencintainya..

*

Adalah Olivia, pemilik butik pakaian pria yang sedang dilanda masalah besar. Butiknya sepi, omset menurun, Olivia mengalami kerugian yang menuju bangkrut. Maka dia mulai memikirkan cara agar butiknya kembali ramai pembeli. Adalah Fendi, sahabat Olivia yang menjadi sumber ide (atau justru masalah) bagi Olivia dalam memecahkan masalah butiknya.

Kemudian disitulah drama ini dimulai...

Misi Olivia untuk menyelamatkan butiknya membuat dia bertemu, berkenalan, dan punya cerita dengan Mahir dan Luc. Kisah lengkap beserta drama drama lainnya bisa kalian baca sendiri ya gue menghindari bikin reviu yang menceritakan detil isi novel karena takut malah spoiler dan bikin orang jadi ga pengin baca novelnya lagi. Hahaha. Mohon maaf nih kalo ada yang kecewa, ehem...

Gue selalu suka cara bercerita Abang yang mengalir santai, dibumbui adegan adegan dewasa, namun padat berisi dalam memporak porandakan perasaan pembaca dan bikin baper. Seriously... Gue baca novel ini sambil geregetan, gemes, dan segala macem perasaan campur aduk. Termasuk deg-degan, senyum senyum baper, terharu, sedih, bahagia, daaaan lainnya. Abang emang pinter mengaduk aduk emosi pembaca.

All men are dogs.
And women need to learn how to be a dog trainer.

Pada awal-awal cerita, akan dikisahkan bagaimana upaya Olivia demi meluluhkan hati Mahir. Saking niatnya... Tapi bukan karena cinta, semua ini Olivia lakukan demi misi mengembalikan kejayaan butiknya. Daaaan setelah sekian banyak cara dia lakukan... Surprisely, yang kecantol justru Luc. Kok bisaaa? Gimana ceritanyaaaa? Mahir itu siapa? Luc itu siapa? Sekali lagi gaes, gue ga akan cerita detil jadi mending beli dan baca bukunya sendiri yes. Yang pasti, akhirnya Misi Olivia untuk mengembalikan kejayaan butiknya berhasil.

Tapi, at least, mau Mahir ataupun Luc.. Intinya misi Olivia dalam mengembalikan kejayaan butiknya berhasil. Tapiiii bukan itu gaes yang jadi ending ceritanya. Misi mengembalikan kejayaan butik adalah pengantar menuju cerita dan ending yang sebenarnya. Daaan yaaaa seperti ala Abang biasaaa, meski si tokoh utama nolak nolak malu malu kucing gitu, endingnya tetep happy. Salah satu dari sekian banyak yang gue suka dari karya Abang karena selalu menawarkan ending yang bahagia. Jujur saja gue ga begitu suka ending sedih. Karena gue bapernya berhari-hari. Baca buku tujuannya seneng seneng kan malah jadi sedih sedih. Hahahahaha.

Mengambil tema selebgram dan endorse-endorsan gitu yang saat ini sedang HOT dan dekat sekali dengan kita-kita ya kan, membuat buku ini jadi teman santai yang asik. Strategi marketing melalui endorse selebgram dewasa ini emang lagi booming dan dirasa lebih maju dan menguntungkan. Ada yang setuju? Anak twitter mengenal istilah buzzer pada masanya. Seperti itulah cara kerja selebgram ini dalamempromosikan produk. Jadi bukan sekedar foto bersama produk trus di upload, tapi mereka bikin konten yang menarik dan seolah olah mereka ga lagi iklanin produk tsb padahal mah iya. Ngerti ga maksudnya? Hahahaa dan kenapa juga gue tiba tiba jadi bahas ginian cobak?

Kembali ke novel...

Jadi, buat kalian yang setipe ama gue dan mencari bacaan yang happy ending, novel ini bisa jadi salah satu pilihan kalian.

Bicara hal lain.. Soal tampilan buku.. Cover kali ini agak sedikit berbeda dengan novel Abang yang biasanya gambar setengah muka atau setengah badan orang. Cover kali ini ga pake gambar orang, tapi gambar tulang orang. Hihihi. Dan kertas covernya lucuk, kalo kata suami kayak kulit ular (yakali kayak dia pernah megang ular aja ye kan).

Pembatas bukunya juga kece, tiket masuk konsernya si Luc. Dengan kertas tebal jadi beneran berfungsi sebagai pembatas buku deh.. Hehehehe...

28 Mei 2018

Ubur Ubur Lembur a Review

Identitas Buku

Judul : Ubur Ubur Lembur
Penulis : Raditya Dika
Penerbit : Gagasmedia, 2018
Jumlah Halaman : 231++
Harga : Rp. 66.000,-

***

Blurb

Hal kedua yang gue nggak sempat kasih tau Iman : jadi orang yang dikenal publik itu harus tahan dengan asumsi-asumsi orang. Misalnya, orang-orang penuh dengan asumsi yang salah. Gue kurusan dikit, dikomentarin orang yang baru ketemu, 'Bang Radit, kurusan, deh. Buat film baru, ya?' Gue geleng, "Enggak." Gue bilang, 'Emang lagi diet aja'. Dia malah balas bilang, 'Ah, bohong! Paling abis putus cinta, kan?'

Giliran gue potong rambut botak, ada orang yang ketemu gue di Mall nanya, "Wah botak sekarang? Lagi shooting tuyul dan mbak yul reborn ya, bang?" kalau udah gitu gue cuma terkekeh sambil jawab "Enggak, lagi cosplay jadi kacang sukro, nih"

Ubur-Ubur Lembur adalah buku komedi Raditya Dika. Bercerita tentang pengalamannya belajar hidup dari apa yang dia cintai, sambil menemukan hal remeh untuk ditertawakan sepanjang perjalanan. Seluruh bab di dalamnya diangkat dari kisah nyata.

***
Review

Seperti biasa, judul buku Raditya Dika masih diambil dari nama hewan. Kali ini pilihan jatuh pada Ubur-ubur. Pada cerita terakhir, yang berjudul sama dengan buku ini dijelaskan filosofi kenapa Ubur-ubur. Jadi menurut Radit, Ubur-ubur itu hewan yang lemah, lunglai, dan hanya hidup mengikuti arus. Seperti Radit yang saat itu bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan minatnya, makan dan hidup dari gaji, mengikuti perintah atasan, lembur sampai malam, dan bahkan kalo bekerja sekian kali lipat pun gaji ga ikut naik sekian kali lipat juga. Itulah alasan kenapa akhirnya dia memutuskan resign dari anak kantoran dan menulis.

Ada 14 kisah didalam buku ini, tentang persahabatan, cinta, keluarga, pekerjaan, cita cita, juga ada yang berbumbu horor. Favorite gue adalah "Pada Sebuah Kebun Binatang". Dududuuu, cerita cerita macam gini yang dulu pada masanya bikin ide menulis gue mengalir deras. Tentang kejebak friend zond gitu loh.. Kampret emang, tapi kadang ada yang sengaja diem aja biar bisa tetep temenan dan deket. Menurut gue mungkin itulah definisi sayang yang sesungguhnya. Ga peduli dia sama elo atau bukan, asal bisa dekat dia dan memastikan dia terus bahagia aja udah cukup. Cieeee...

Sayangnya... Kisah-kisah yang ditulis Radit dalam buku ini agak kurang nendang komedinya (menurut gue). Tapi bukan berarti gue ga suka. Justru gue suka karena Radit kalo udah nulis sesuatu yang gegalauan (mohon maaf bahasan mana ini ya bu dhea) tuh jleb nyessss banget. Dulu gue favorite banget ama tulisan dia tentang "orang yang jatuh cinta diam-diam", jleb gimanaaaa gitu. Nah buku yang ini pun, meski ceritanya ga cecintaan, dan tetep ada bumbu komedinya, tapi ga bikin gue ketawa ketawa sendiri, malah sebaliknya jadi bikin gue merenung karena kata-katanya dalem dan membekas (busyeetttt dalem kayak sumur kali ya).

Satu lagi yang gue favorite kan dari buku buku nya Radit sejak Marmut Merah Jambu adalaaaah.. Book mark nya yang lucuuuk banget. Berbentuk. Bukan segiempat polos biasa. Lucuuuu. Dan karena gue udah koleksi buku Radit dari dulu banget jadi gue ga tau apakah buku lamanya yang cetakan baru dengan cover baru itu book mark nya udah unyu unyu kayak gini juga apa belom.. Hihiii...

Oh gue juga suka cerita yang berjudul Ubur-ubur lemburnya. Semacam menyadarkan diri gue yang bercita-cita jadi Penulis tapi akhirnya takluk pada permintaan orang tua untuk punya kerjaan mantep. Menulis bisa sampingan, kata Papa dan Mama jaman dulu. Ga perlu dijadikan pekerjaan utama. Yang gue sesali sekarang karena sejak menjadi wanita karir (sok) sibuk, ternyata menulis jadi hal yang mahal buat gue. Bahkan untuk bikin blogpost aja gue kadang ga sempet sempet. Boro boro kan mo nulis novel sekian puluh halaman. Hahaaaa... Jadi gue salut kalo ada penulis yang punya kerjaan utama sebagai pekerja kantoran, dan penulis sebagai sampingan aja. Hebat euy...

Jangan berekspektasi terlalu tinggi untuk tertawa ngakak bersama buku ini (seperti buku Radit yang dulu dulu).. Karena nanti bakal kecewa, kayak gue. Tapi kekecewaan itu akan terbayar dengan cerita cerita "serius" penuh pelajaran ala Raditya Dika. Jadi, ga akan menyesal untuk membeli dan meluangkan waktu baca buku ini.

10 Mei 2018

Proses jadi Orang tua

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

***
Sejak hamil sampai melahirkan pada 25 April lalu, gue paham kenapa "Ibu" disebut 3 kali didalam Hadist diatas sedangkan "Ayah" hanya 1 kali. Karena perjuangan Ibu untuk menghantar kehidupan ke dunia ini luar biasa dahsyatnya.

Alhamdulillah gue termasuk yang cepat dikasih Allah kepercayaan untuk hamil. Setelah menikah, ga sempet kosong, langsung dititipin janin dalam rahim. Selama hamil juga ga bisa dibilang mudah, tapi juga ga terlalu susah. Awal hamil mual muntah ga mau makan sama sekali padahal laper, apapun yang masuk (air putih sekalipun) bakal dimuntahin lagi. Tapi tetep makan meski tau bakal dimuntahin karena lapernya itu gak nahaaaan. Belum lagi flek yang bikin panik dan harus konsumsi penguat kandungan untuk beberapa lama sampe kandungan dirasa kuat. Daaan selama hamil weekdays harus sendirian dikosan karena jauh dari suami, orang tua, dan mertua. Oh, plus PP tiap hari Linggau Rupit di weekdays dan mudik mudik naik kereta atau bis di weekend.

Alhamdulillah anak bayi dalam perut kuat. Alhamdulillah selama hamil ga ngidam yang aneh-aneh, mungkin anak bayi tau Mami nya sendirian dikosan jadi dia gak mau ngerepotin. Alhamdulillah setelah flek di awal-awal, abis itu udah baik-baik aja. Alhamdulillah Mami masih bisa kerja sampe UK udah 37 weeks, masih ngaudit, masih Dinas luar, masih begadang begadang bikin laporan. Alhamdulillah.

UK 37 weeks gue udah gak kerja lagi. Padahal maunya mepet-mepet HPL aja baru pulang. Soalnya kalo dirumah nanti ga banyak gerak, kalo dikantor kan mondar mandir antar ruangan kan lumayaaan. Hiihiii. Tapi suami khawatir karena gue sendirian dikosan, dan juga ibu hamil diatas 28weeks udah ga boleh naik kereta lagi. Jadi disuruh pulang, istirahat dan persiapan dirumah mama.

Setelah dirumah, drama dimulai. Diawali dengan pinggang kiri sampe ke betis sakit dan gak bisa digerakin apalagi dipake buat jalan. Lalu bengkak pada telinga kiri bawah sampe demam tinggi. Dan berakhir dengan anak bayi yang gak kunjung ngasih tanda-tanda mau keluar padahal udah makin deket HPL...

Sesuai HPHT, HPL gue adalah 22 April. Dari awal emang anak bayi di sugesti kalo mo lahiran tunggu Papi nya pulang, atau tunggu ada Opa. Soalnya dirumah ga ada orang yang bisa nganterin Mami ke RS. Mungkin itu kenapa anak bayi ga kunjung ngasih sinyal mau keluar padahal udah makin deket HPL. Sampe papinya datang, 21 April, perut Mami mulai rasa-rasa gak nyaman. 22 April pagi masih ke pasar beli sprei sama Oma dianterin Papi.. Pulangnya sampe rumah pas mau pipis ternyata ada flek di celana dalem. Langsung kasih tau oma. Seharian itu flek nya terus keluar meski emang ga banyak. Nanya ama bidan tetangga, itu emang salah satu tanda mau melahirkan tapi belum jadi tunggu aja. Tapi suami khawatir, jadi malemnya dibawa ke UGD untuk diperiksa. Ternyata emang belum ada bukaan, tapi mulut rahimnya udah tipis banget. Ya udah pulang lagi kerumah dan suami bilang besok pagi kontrol ke dokter SPOG nya aja.

Besoknya, 23 April, ditemenin suami, gue kontrol ke dokter SPOG. Kontrol sebelumnya emang udah buat janji untuk dateng lagi tanggal 24 April kalo emang sampe HPL belum melahirkan. Tapi karena udah flek, jadi kontrolnya dimajuin sehari. Di USG, bayi nya emang udah dibawah banget, terus ama dokternya di "cek dalam" dan ternyata masih belum ada bukaan. Gue emang belum merasakan kontraksi sih, cuma karena udah flek jadi khawatir. Dokter bilang air ketuban masih jernih dan banyak, lalu mulut rahim pun udah sangat tipis jadi dokter menyarankan untuk tunggu 1-2 hari agar bisa melahirkan normal. Karena kandungan gue ga bermasalah, bayi tidak terlilit tali pusat dan posisi sudah dibawah, dan ketuban masih cukup makanya dokter tidak menyarankan operasi.

24 April diawali dengan bangun tidur dan perut mulas melilit kayak di remas-remas. Akhirnya gue tau begitu ternyata yang dinamakan kontraksi. Rentang sakitnya masih jauh, sekitar 30-40 menitan, jadi Oma bilang banyak jalan-jalan biar cepet bukaan. Sampe siang ditungguin sakitnya masih gitu gitu aja, tapi suami mulai panik jadi akhirnya siang itu dibawa ke UGD lagi. Sampe UGD dilakukan "cek dalam" lagi dan hasilnya tetap sama, belum ada bukaan tapi kepala bayi udah kerasa saking mulut rahimnya udah tipiiis banget. Bidan yang meriksa bilang suruh kontrol ke dokter SPOG nya sore ini atau besok pagi. Akhirnya sekali lagi pulang dari UGD dan memutuskan untuk kontrol ke dokter besok pagi.

Semaleman gak bisa tidur karena kontraksi yang muncul makin sering. Suami ikutan ga bisa tidur karena tangan dan badannya gue remas hahahaha. Dia juga bingung mau gimana, jadi yang bisa dia lakukan cuma memeluk gue dan bilang "istighfar aja ya sayang, nanti pagi kita ke dokter". Dan pelukan dia memang selalu mampu menenangkan gue :')

Rabu, 25 April, setelah semaleman ga tidur dan pagi ini sakitnya makin parah sampe udah bikin gue ga nafsu makan dan nangis-nangisan. Iya, gue emang ga kuat dengan rasa sakit. Sakit apapun ya termasuk sakit hati ahahahahaha. Akhirnya memaksa diri mandi dan sarapan sambil nahan kontraksi yang datang berulang kali. Terus jam 9 an langsung menuju klinik tempat praktik dokter SPOG nya. Alhamdulillah antrian ga panjang, nunggu bentar terus masuk ke ruang periksa. Pas liat gue masuk, dokternya langsung nebak bahwa gue udah sakit sakit karena ekspresi muka gue ga bisa menutupi itu. Hahahaha. Dokter melakukan USG dan emang udah susah karena posisi kepala bayi udah sangat dibawah, pun begitu dilakukan "cek dalam" ternyata udah bukaan 1. Alhamdulillah... Meski agak kaget sih, udah sesakit itu ternyata baru bukaan 1.

Dokter ngasih rujukan dan nyuruh gue langsung ke RS agar bisa dirawat dan dilakukan pemantauan, karena gue sudah lewat dari HPL. Gue nurut. Dan emang udah ga sanggup kalo kudu nunggu dirumah dan bolak balik RS ngecek bukaan udah berapa. Lagi pula suami pasti khawatir liat gue sakit sakit. Jadi di RS adalah pilihan yang aman.

Begitu sampe RS, langsung di pasang infus, diambil sampel darah dan dilakukan perekaman detak jantung. Setelah itu langsung masuk ke ruang tindakan. Masih sempet makan disuapin suami dan ngobrol ngobrol random di sela nahan kontraksi yang makin sering. Bidan yang bertugas bilang bahwa observasi dilakukan sampai jam 4 sore (saat itu baru jam 11 pagi), kalo sampe jam 4 belum melahirkan juga atau bukaannya ga bertambah, maka akan diambil tindakan induksi. Bidannya bilang memang agak lebih sakit daripada kontraksi normal, tapi akan mempercepat proses bukaan. Gue, suami, dan Oma menyetujui mana yang terbaik aja. Meski suami gue udah ketakutan karena kakaknya meninggal melahirkan setelah kehabisan tenaga karena diinduksi.

Jam 4, bukaan gue masih mentok di 1 aja. Bidan nelpon dokter buat konfirmasi, dan diputuskan untuk mengambil tindakan induksi melalui infus. Awal disuntikkan obat dari infus gue belum merasakan apa-apa, tapi sudah siap-siap dengan rasa sakitnya. Sekitar 10 menit kemudian kontraksi yang maha dahsyat mulai terasa. Awalnya gue masih bisa menahan dan beristighfar, semakin lama semakin sakit dan gue ga taha. Mulai lah drama jejeritan, nangis kejer, muntah dua kali, tangan Oma diremas-remas, dan suami yang gak berhenti mengusap pinggang istrinya yang rasanya mau lepas. Menurut bidan yang bertugas, jam 8 akan dilakukan pengecekan bukaan lagi. Saat itu baru setengah 5 dan gue rasanya udah mau putus nyawa.

Selama rentang obat induksi bekerja sampe jam 8 malem itu, ruang tindakan penuh dengan tangisan gue. Berkali-kali gue ngomong sama Oma dan suami bahwa gue udah gak sanggup. Tenaga benar-benar terkuras habis nahan sakit. Oma bacain doa, ngajak gue istighfar. Sementara suami udah pucat ketakutan. Dokter bilang kalo induksi pertama melalui infus ini gagal, maka akan dicoba induksi kedua melalui obat yang dimasukkan ke jalan lahir, kalo masih gagal juga baru lewat suntikan. Tapi melihat gue yang sudah ga kuat, suami bilang kalo induksi ini gagal maka operasi aja. Suami bilang, "Melahirkan normal atau operasi sama aja, yang penting Mami dan Kakak sehat selamat...", dan gue nangis makin kenceng...

Empat jam yang rasanya kayak empat ratus ribu tahun saking lamanya. Kontraksi yang dahsyat ga putus-putus. Gue diajarkan untuk atur nafas agar sakitnya mendingan dan yang paling parah adalah gue belum boleh "ngeden" meski dorongan untuk ngeden itu kuat banget. Tapi gimana ya Allah, masih bisa bernafas aja udah alhamdulillah.. Eh malah disuruh atur nafas. Dilarang ngeden padahal pas kontraksi ada di puncak dan sakitnya dahsyat banget, ngeden adalah salah satu cara mengurangi rasa sakitnya. Ibu ibu yang pernah lahiran normal pasti paham maksud gue...

Ketika akhirnya bukaan lengkap, tepat jam 8 malem sesuai perkiraan, dan dokter udah nyampe ruang tindakan.. Gue udah boleh ngeden. Disini drama lain dimulai... Pas kontraksi dateng, gue malah ga pengen ngeden. Udah gitu instruksi dari dokter dan bidannya banyaaak banget. Ga boleh mejem, gigi dirapatkan, tangan menahan paha, mata liat ke perut, blablabla... Cemana pula gue mau mengaplikasikannya sementara yang ada diotak gue adalah gimana caranya anak bayi cepet keluar, sehat dan selamat biar kontraksinya segera berakhir. Satu jam lebih, tenaga gue makin habis dan gue sudah ga kuat lagi. Dokter dan bidan panik karena detak jantung bayi makin cepat tanda bayi kekurangan oksigen karena terlalu lama di jalan lahir, akhirnya gue dipasangkan oksigen. Pikiran gue udah kemana-mana. Oma yang saat itu mendampingi gue pun udah nangis ga karuan. Akhirnya diputuskan untuk ambil tindakan Vaccum. Karena gue bener bener sudah kehabisan tenaga untuk ngeden dan bayi ga kunjung keluar padahal udah dibantu dorong ama bidan. Suami dipanggil masuk, dia masuk dengan muka pucat. Mungkin dia pikir salah satu dari kami (istri atau anaknya) ada yang gak selamat. Dokter jelasin dikit tentang Vaccum yang gue yakin ga dia dengarkan dengan baik karena dia takut gue dan atau anaknya kenapa-kenapa. Dia cuma bilang ke dokter, "lakukan apa saja dokter biar istri dan anak saya selamat". Saat itu, gue merasa kematian begitu dekat dan gue rela kalau harus ga selamat asalkan anak gue terlahir dengan selamat.

Setelah suami tandatangan persetujuan Vaccum, tindakan segera dilakukan dokter. Dan ga sampe satu menit anak gue lahir, tangisnya yang keras melegakan kami semua yang ada diruang tindakan. Oma langsung mengucap syukur berkali-kali, dokter dan para bidan namlak lega, suami dipanggil masuk, dan bayi mungil yang berhasil gue lahirkan dengan selamat itu diletakkan diatas badan gue, dia menangis kencang. Gue pun ikut menangis. Hilang sudah semua rasa sakit yang gue rasakan sebelumnya. Berganti haru dan kelegaan yang luar biasa karena tahu anak gue sudah lahir, sehat, selamat, lengkap ga kurang satu apapun. Alhamdulillah...

Lalu dokter melakukan tindakan pasca melahirkan ke gue sementara anak gue dibersihkan. Gue melihat bayi yang terus saja menangis kencang itu dari kejauhan sementara bagian tubuh gue yang sobek dijahit sama dokter. Sudah ga ada rasa sakit lagi, sama sekali. Gue udah bisa ngobrol-ngobrol becandaan sama dokter dan para bidan. Oma mendampingi bidan yang membersihkan anak gue sementara suami mengurus segala administrasi.

Alhamdulillah... Setelah hampir 41 minggu menjaga kandungan sebaik yang gue mampu, akhirnya anak bayi lahir dan kami punya status baru yaitu orang tua. Alhamdulillah anakku sehat, terlahir selamat meski dengan begitu banyak bantuan medis, dan lengkap tanpa kurang satu apapun.

Alhamdulillah.. Anak laki-laki pertama yang kami beri nama, KALANDRA ALDEBARAN ARRAZI. Semoga Mami dan Papi mampu menjadi sebaik-baiknya orang tua bagimu ya, Nak... Senoga kau selalu bahagia, dan disayang banyak orang. Aamiin...

Kalo ditanya apakah gue mau punya anak lagi? Untuk saat ini jawaban gue NGGAK. Hahahaha. Traumaaaaa sama sakit dan segala prosesnya. Tapi kalo pun kelak mau kasih Kalandra adik, mungkin gue akan memilih opsi operasi aja untuk melahirkannya. Yaaaa pokoknya ntar ntar deh mikirnya, sekian tahun lagi. Hahahahaha.

Blog Design ByWulansari