7 Maret 2011

Coming Home - kesempatan kedua itu ada



Setelah membaca sebuah Novel, saya seringkali merenung, memikirkan apa yang saya dapatkan setelah membaca novel tersebut. *emang itu dasar buat nulis review*
Well, itu lah yang akan saya bahas pada postingan kali ini. Apa yang saya dapatkan setelah membaca “Coming Home” – a newest one from Sefryana Khairil.
Coming Home ini domestic Romance. Pertama kali saya membaca novel bergenre ini adalah novel-novel nya Mbak Ollie, dan novel Sefry adalah kali kedua. Cerita dalam domestic romance seringkali membuat saya berfikir, “ntar kalo gue udah nikah, bakal nemuin masalah yang kayak gini juga gak siih?” :D
Coming Home, menceritakan tentang sepasang suami istri yang akhirnya memilih bercerai setelah dua tahun hidup bersama. Alasan bercerai nya karena si suami selingkuh dan menghamili wanita lain, padahal si suami ini melarang istri nya buat hamil, eh dia malah ngehamilin wanita lain -_-; begitu disuruh memilih (sekalipun sebenernya gak ada pilihan karena si suami tetep harus nikah sama wanita yang udah dihamilinnya itu), si suami tanpa keberatan sedikit pun menceraikan sang istri dan memilih menikah lagi dengan wanita yang hamil tadi. *kemana cinta mu hei? ckckckkc
Ayo ayo… sampe sini… apa yang ada dalam fikiran kalian? Pasti sebel banget kan sama si suami? Gue juga gitu waktu pertama baca. Ya elah, itu pengen banget saya datengin terus saya tampar-tampar deh… Laki-laki tuh emang suka banget ya menyia-nyiakan wanita yang udah sayang banget sama dia. Mentang-mentang wanita di dunia ini banyak, eh seenaknya aja… #eaaaa #ngelantur.
Tapi, apa kalian tahu kalau sebenernya si suami menyesal di kemudian hari? Setelah anak hasil hubungan di luar nikah nya lahir ke dunia dan sang istri baru meninggal ketika melahirkan anak itu? Mari kita sebut ini karma. enam bulan bukan waktu yang lama untuk merasa bisa saling memiliki dan cukup bahagia. Iya. Mereka hanya bertahan selama enam bulan dalam status pernikahan sebelum akhirnya si istri baru meninggal. *ga usah sedih, tuh cewek udah tega ngambil suami orang. gue sih sebel!! -_-;
Lagian.. menyesal di kemudian hari itu biasa kaliiii… Penyesalan itu emang datang nya di belakang, pas udah gak ada harapan buat memperbaiki, pas orang yang kita sayangi udah gak sama kita lagi, pas rasa sayang yang kita punya ke dia udah jadi sia-sia. Dan saat itu, si suami mau nyoba masuk lagi ke kehidupan mantan istrinya. Cemburu sama laki-laki yang deket sama istri nya. Helloooooo…. kenapa juga dulu di sia-siain??
Eh tapi.. ending nya mereka nikah lagi loh, malah punya anak :) Coming Home bikin saya jadi mikir kalo kesempatan kedua itu ada. Selalu nggak yah? Rasanya nggak deh. Jadi, daripada ngarepin kesempatan kedua yang belom tentu dateng, ada baiknya kita menjaga kesempatan pertama dan jangan menyia-nyiakannya begitu saja. Iya kalo bakalan ada kesempatan kedua, kalo nggak? Nyesel seumur hidup lu tauuuuu :D
saya pernah *curcol dikit yah* (jangan protes, ini kan postingan gue) diberikan kesempatan kedua untuk kesempatan pertama yang udah saya sia-siakan setengah mati. Ahh nggak mau bahas disini aaah, *malu*, tapi yang jelas, Thanks GOD for that second chance. Sumpah. Saya bersyukur banget ada kesempatan kedua itu. Kalo nggak, nyesel sampe sekarangnya ampun2an deh xD
Ini Coming Home bener-bener mempermainkan perasaan. Gileee… pas adegan tegang, saya ikutan sebel. Pas adegan dramatis, saya ikutan nangis. (Oke, yang terakhir emang karena saya cengeng, ahahahah). Tapi tetep aja, berarti si penulis berhasil mengajak pembaca masuk ke dalam tulisannya.
Coming Home nggak bikin bosen. Tenang! Ini bukan karena saya doyan baca! Tapi beneran deh, ga rela ninggalin Coming Home kalo belom nyampe ke lembar terakhir. Bahasanya yang ringan, alur maju yang gak bikin ribet (ada alur mundur nya sih dikit, tapi ga bikin ribet kok, otak kayak gue aja nyampe bacanya :P) ditambah juga lirik-lirik lagu manis di awal bab yang ketika membacanya udah bikin kita menebak-nebak bagaimana isi cerita pada bab tersebut J Oh iya, gak itu aja, karena di setiap awal adegan, akan ada quote manis yang di tuliskan sefry. Sebagai pemanasan (dan mengajak kita menebak akan dibawa kemana cerita ini) :D
I heart Coming Home, karena dapet edisi yang bertanda tangan, karena ceritanya mengharukan (eh beneran, saya nangis pas endingnya) ahahahhaha
Sebelum baca Coming Home, saya pernah baca review orang lain ttg buku ini. Katanya kenapa Coming Home hanya menceritakan Amira dan Rayhan saja, kalo dibikin film, jadinya bakal mereka berdua doang yang muncul terus. Setelah saya baca, saya jadi membenarkan omongan (eh? tulisan maksudnya) orang tersebut. Emang bener Coming Home itu dari awal nyeritain Rayhan sama Amiraaaa terus.. yang lain-lain itu cuma selingan dan dikit banget. Tapi, gatau kenapa, saya gak ngerasa bosen tuh. Oke, sekali lagi ini bukan karena saya gila baca loh ya… beneran, Coming Home mah gak bikin bosen!!!
Jadi, apa kalian udah baca? Apa? Belom? ahhh telat banget deh ah.. Beli dong ke gramedia.. Banyak tuuuuh xD
16 Februari 2011

Relationship - Menguak Makna hubungan yang sesungguhnya

Dengan tagline 'Ketika orang lain tak harus tahu hubungan yang sesungguhnya', novel ini menawarkan pemahaman baru mengenai sebuah hubungan. Berkisah tentang hubungan 'misterius' antara Tisya, si pecinta Avenged Sevenfold dengan Rama, teman dari kecil yang juga satu kampus dengannya. Kedekatan mereka mem buat orang-orang di sekitar mereka mempertanyakan status hubungan mereka yang sebenarnya. Namun Tisya dan Rama tetap kekeuh menyembunyikan status mereka. Sampai pada suatu hari Tisya mendapati status di Facebook Rama berubah menjadi In A Relationship dengan salah seorang teman kuliah mereka. Hal itu membuat Tisya bimbang, haruskah hubungannya dengan Rama yang sesungguhnya dipublikasikan?

Setelah melahap habis novel ini, aku dipaksa untuk merenung. Seringkali kita menuntut pemublikasian atas hubungan yang kita jalani hanya agar orang lain mengakui hubungan tersebut. Kita sibuk pamer status di semua akun jejaring sosial yang kita miliki. Novel ini menyuguhkan sudut pandang yang lain. Hubungan bukanlah sesuatu yang harus digembar-gemborkan di depan umum. Hubungan adalah antara 'aku' dan 'kamu' maka cukup 'aku' dan 'kamu' yang tahu. Begitu kira-kira inti dari pelajaran yang dapat diambil dari cerita novel ini.

Poin lain yang membuatku jatuh cinta dengan novel ini adalah cerita yang mengambil setting di Palembang. Berbeda dengan teenlit-teenlit lain yang kebanyakan mengambil setting di Jakarta atau bahkan kota-kota di luar negeri. Penulis menggambarkan keindahan Palembang dan kehidupan muda-mudi di sana dengan sangat baik.

Membaca novel setebal 178 halaman ini hanya membutuhkan waktu satu hari. Bahasanya yang ringan dan begitu mengalir membuat kita tidak akan bosan membacanya. Apalagi bagi para pecinta teenlit, novel ini menjadi pilihan yang pas untuk dibaca.
 
 
review from my new bestfriend. Rina Shu. She's a writers also. She writes Kimi Wo SHinjiteru. A nice novel about true love hahaha. if you wanna know more about her first novel, just read my review about that book in this blog. Just looking for in my blog :P

The Infamous -- Cantik itu bukan segalanya kok!!

Judul Buku : The Infamous
Penulis : Silvia Arnie
Penerbit : Gagasmedia

Jadi saya baru saja kelar baca The Infamous. Well, aku suka cover nya by the way. KUning ngejreng. Bikin inget something nice with someone special hahahahha aku juga suka ada kutipan-kutipan lirik lagu di awal setiap bab. Memancing pembaca menebak-nebak bagaimana isi bab tersebut. Karena biasanya kan lirik lagu mewakilkan isi cerita :)

Baca bab pertama. Ehm. Agak sedikit membosankan menurutku. Entah kenapa. Nyaris tidak ada yang menarik yang membuat aku ingin melanjutkan ke selanjutnya. Well, aku seperti sudah punya gambaran sendiri apa yang akan terjadi di akhir cerita. Maka aku sempat meninggalkan buku ini semalam, dan melanjutkan membaca lagi di pagi harinya.

Hanya saja aku penasaran. Siapa dalang dari segala penyebab kerumitan dalam hidup si tokoh utama cewek pada novel ini.

Hingga muncullah irene. Yang memiliki ciri-ciri sama dengan seseorang yang disebut-sebut sebagai dalang dari segala kehancuran Adriana. Itu adalah titik penasaran aku mulai terpancing. aku mengira irene adalah dalang itu. Maka aku meneruskan membaca. Terus menerus menikmati konflik konflik yang ditawarkan pada cerita.

Oke, ini konflik “biasa”. as my relationship. nama nya juga romance. apa sih permasalahan cinta itu? pasti itu itu saja, bukan? Tapi itu tadi, tinggal bagaimana penulis mampu membuat suatu konflik itu menjadi benar-benar menegangkan dan asyik untuk dibaca. Bagaimana mereka membuat konflik ini tampak beda.

Aku menyelesaikan membaca selama seharian ini. Mengurung diri dikamar dengan hanya sebotol air putih (mamah ku adalah orang yang sangat bawel untuk urusan minum. Beliau tidak peduli aku ngemil apa nggak, tapi beliau bakal marah besar kalo aku sampe lupa minum minimal dua jam sekali, fiuh!)

and well, yah, ending nya ketebak. Tapi SIAPA yang menjadi dalang nya yang benar-benar tidak ketebak. Aku bener-bener dibikin shock begitu ikutan sadar bahwa sahabat nya sendiri, si Ayana, yang menjadi dalang. Ayana yang, ehm, totally perfect. Yang bahkan bikin tokoh utama cwek dalam novel ini (adriana) iri setengah mati. Ayana yang cantik, yang bahkan selalu menari perhatian lelaki manapun yang melihat dia lewat. Ayana yang membuat Adri merasa seperti sapi gendut.

Siapa sangka kalau gadis secantik ayana menyimpan iri pada sapi gendut macam Adriana? Ayana yang iri karena Adriana memilik pacar yang ganteng dan baik hati. Ardiana yang punya keluarga serta teman-teman yang hebat dan begitu perhatian padanya. Padahal adriana sendiri iri setengah mati atas kecantikan Ayana.

Jadi itulah, suatu kesimpulan yang paling melekat dalam otak saya setelah membaca novel ini adalah bahwa ketika kita iri akan kecantikan seseorang, orang itu sebenarnya juga sedang iri pada kita. Aku pernah merasakannya. Saat aku iri setengah mati dengan teman yang cantiknya minta ampun dan berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan dengan mudah, justru dia sedang iri padaku karena papah yang sering mengantarkan makan siang ke sekolah, atau aku yang juara olimpiade kota, aku yang langganan juara kelas, aku yang redaktur majalah dinding, aku yang kenal banyak orang karena aku wartawan remaja suatu harian umum di kotaku. She’s jeaalusy with me because I’m clever and smart, and because I have a fabolous family and friend.

So, buat apa cantik kalo kita tidak pintar? kalau cowok-cowok saja masih segan mendekati kita? kalau keluarga kita sibuk sendiri-sendiri? dan tidak ada teman yang benar-benar tulus ingin berteman dengan kita?

Cantik bukan segalanya! Enjoy your live! Thanks to God for give you a fabolous live!

(Kenapa jadi bahas masalah cantik dan segala tetek bengek iri, ya? Hihi)

Oke readers, ini romance. Cerita cinta yang banyak orang bilang picisan. Tapi aku suka. Lihat? Cerita cinta yang kalian bilang biasa-biasa saja ini punya suatu pelajaran berharga yang berusaha di bagi penulisnya loh!

Sebenernya sih, pelajaran yang aku tangkep dari cerita ini adalah bukan tentang cantik dan iri. Tapi tentang persahabatan. Kita tidak boleh egois dan mementingkan diri kita sendiri. Sahabat itu saling mengerti, bukan melulu ingin dimengerti. Saling mendengarkan, bukan melulu ingin didengarkan.
Jadi begitulah. Meski konflik “biasa” dan penyelesaian yang “biasa” pula. Juga meski dengan ending yang ketebak. I still heart this book.

Salut karena penulis mau bersusah payah menuangkan ide nya dalam bentuk tulisan sebanyak 288 halaman, dan berusaha menyisipkan pelajaran berharga di dalamnya,

Tidak ada buku yang tidak memberikan pelajaran apa-apa kepada pembacanya. Sekali lagi, meski ini hanya cerita cinta biasa. But, it nice for read.

Terkadang orang “sok” sastra butuh membaca buku-buku ringan seperti ini untuk membuka pemikiran mereka, bukannya dengan mencemooh setiap penulis yang tidak menulis dengan genre seperti mereka. #eaaaa #curcol

Yasudah, penasaran? Silahkan memburu bukunya di Gramedia. Terbitan Gagasmedia. Ditulis Oleh Silvia Arnie :D


..adyta purbaya..
10 Februari 2011

New Relationship



apa itu? hahahha
ini adalah tampilan baru pacar pertama saya… RELATIONSHIP :)
sekarang hadir dengan cover baru plus udah ada ISBN nya loh :D
#senang

isi tetap sama. jadi yang udah beli dengan cover lama, nggak masalah.. tapi kalo mau beli lagi yang cover baru dan cantik ini BOLEH BANGET Hahahah

terimakasih Nuzula Fildzah untuk cover cantiknyaaaaa, sampe ngerepotin kamu di tengah-tengah skripsi :P

terimakasih Mbak Fandrisha Zahira untuk bantuan pengurusan ISBN nya.

terimakasih Nulisbuku.com yang menjadikan INI ADA ^^

How I love my Relationship so much :*
30 Januari 2011

GirlTalk - MyTalk - YourTalk

GIRL TALK
by Lala Purwono
Yak! Benar Sekali.. Buku ini memang berisi percakapan-percakapan para wanita. Ini bukan kumpulan cerpen, ini kumpulan percakapan (yang di bentuk seperti cerpen). 34 perempuan sharing tentang hidup mereka. Yang satu bertanya, yang satu memberi penjelasan. 17 kisah yang menginspirasi, memberikan banyak pandangan dan pemikiran baru.
Yang saya suka dari setiap percakapan-percakapan ini adalah ending yang mengejutkan. Setiap percakapan diakhiri dengan ending yang di luar dugaan pembaca, tidak di sebutkan di awal cerita, tapi berkaitan dengan tokoh utama, dan sangat mengejutkan!
Mengutip salah satu komentar pembaca di cover buku. “GirlTalk ini ringan, sederhana, tapi penuh makna”. Buku ini ringan, tidak perlu dibaca berulang kali untuk memahami makna nya. Sederhana, karena masalah-masalah yang diangkat, terkadang sudah sangat sering kita temukan dalam hidup sehari-hari tapi kita pun tidak tahu jawabannya. dan Penuh Makna, karena setiap percakapan dalam buku ini meskipun hanya percakapan singkat, tapi makna nya dalem banget.
Mengapa kita harus menikah? Apa Tuhan tidak percaya pada saya untuk hamil? Kenapa laki-laki tidak mau kalau pasangan mereka punya karier yang lebih cemerlang? Apa kamu percaya soul mates? Dia sempurna. Ganteng, kaya, pintar. But He’s not him!
Untuk kamu para perempuan yang seringkali bertanya-tanya, kenapa ini, kenapa itu, kenapa begini, apakah begitu. Silahkan baca buku ini, saya yakin kalo kalian pun akan mendapatkan pemikiran baru atas kenapa kenapa kalian itu. Seperti saya yang sama sekali tidak menyesal membaca buku ini. Beberapa masalah dalam buku ini memang tidak ditujukan pada perempuan seumuran saya, tapi setidaknya setelah membaca buku ini, saya punya banyak pemikiran hebat baru tentang permasalahan-permasalahan itu. Dan jika nanti tiba usia saya, saya dihadapkan pada salah satu masalah itu, saya tentu tidak akan bertanya kenapa kenapa kenapa lagi. I know what I must do :)
Percakapan paling saya suka disini adalah It’s Always Him dan not a competition. Dua hal – permasalahan yang seringkali menjadi pemikiran saya. Tidak akan saya jelaskan disiniiii, ntaran dibaca banyak orang ahahahahha.
I heart this book! Keren! You must read it, too ^^

..adyta purbaya..
27 Januari 2011

Kimi Wo Shinjiteru - Apa cinta sejati itu benar-benar ada?

Kimi Wo Shinjiteru - Beliver in You
Penulis : Rina Shu
www.nulisbuku.com

****

“Bagi ku – cinta, suka, cuma ada dalam mimpi. Sementara aku hidup dalam kenyataan!”

Jadi, novel setebal 262 ini menceritakan tentang seorang gadis berkaki polio yang sulit percaya kepada cinta lagi setelah pacar yang amat sangat di sayangi dan di percayai nya meninggalkan dia untuk menikah dengan gadis “sehat” pilihan orang tua nya.

Namanya Shira. Wartawan Majalah Musik. Bersahabat dengan Rana, seorang penyandang cacat Muscullar Distrophy yang juga sama-sama pernah di kecewakan oleh cinta.

Shira berpikir, apakah cinta tidak pernah ada untuk orang-orang cacat seperti mereka? Tapi Rana, dengan segenap kemampuannya berusaha meyakinkan Shira dan memberikan pemahaman tentang cinta sejati yang tetap saja akan datang apapun kondisi yang terjadi.

Shira kekeuh untuk tidak akan pernah percaya apa itu cinta. Yang jelas, bagi Shira, Cinta itu cuma ada dalam mimpi. Sementara dia hidup di dunia nyata. Jadi, jelas, tidak ada cinta dalam hidup Shira.

Tapi pemahaman itu mulai goyah ketika ada sosok fotrografer baru bernama Reiga di kantor tempat Shira bekerja. Bos Shira naksir Reiga, dan Reiga naksir Shira. Ribet yah? Tapi, that’s love, dan tentu saja itu lah HIDUP. tidak semua apa yang direncanakan manusia berjalan sebagaimana kehendaknya. Semua tergantung kuasa Allah.

Shira membangun tembok yang semakin kokoh untuk menahan cinta Reiga masuk. Dia tidak saja takut melukai hati Bosnya, tapi juga tidak ingin terjerumus dalam sakit yang sama untuk kedua kalinya ketika cinta itu hilang.

Tapi apa yang terjadi? Kenapa justru akhirnya Shira luluh kepada Reiga? Bagaimana dengan Alena – Bos Shira yang juga naksir Reiga?

Kimi Wo Shinjiteru (Believe in You) membahas lengkap dan sangat lengkap tentang perjuangan SHira membentengi dirinya dari segala jenis hal yang berhubungan dengan cinta. Meskipun pada akhirnya benteng itu roboh juga oleh seorang Reiga.

Dengan nuansa jepang yang sangat kental (bukan latarnya, tapi pernak-perniknya seperti lagi, bahasa, dsb) membuat saya sedikit tersengal-sengal membacanya. Hihi. Karena saya tidak pernah menyukai segala sesuatu yang berbau jepang. Eh? Jelas dong ya Novel ini Jepang nya kental banget! Judulnya aja udah begitu, cover nya juga xD eh iya by the way saya suka cover nya (karena warna ungu) lucu banget deh :)

Ditulis dengan bahasa yang ringan dan mengalir membuat isi novel ini jadi mudah dipahami. Meski ending nya sudah bisa di tebak – bahwa nantinya bagaimana pun juga pada akhirnya Reiga tetap akan meluluhkan Shira, tapi tetap saja ending itu dituliskan dengan cara yang sangat manis. Sehingga ketika membaca, kita seakan-akan menjadi Shira yang luluh karena Reiga.

Pada beberapa perpindahan adegan, mungkin agak kurang dijelaskan oleh penulis. Karena tau-tau saja sudah berpindah ke rumah sakit, padahal tadinya sedang di tempat lain. Ini missed aja mungkin ya. Tapi tetap tidak mengurangi keindahan novel ini untuk dibaca.

Konflik-konflik di dalamnya juga bikin gregetan. Gemes banget saya sama SHira yang selalu bersikap sok cuek sama Reiga, sok nggak mau, sok nggak butuh, sok jual mahal. Padahal dalam hati ngareeeep banget begitu sama Reiga. Hahaha. baca ini, saya jadi teringat kalo nonton FTV-FTV yang sering bikin geregetan gara-gara tokoh utama yang sok nggak mau padahal ngarep banget :D Penulis membuat sosok Shira sangat konsisten, keras kepalanya benar-benar kelihatan. Ah, pokoknya kalo urusan karakter, novel ini jempolan banget. Setiap tokoh memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga meskipun tidak di jelaskan itu dialog siapa, pembaca akan tetap tau bahwa itu siapa yang ngomong.

Saluuut buat penulis yang mampu menulis sebanyak ini. Ini kalo dikonversikan berapa halaman A4 yaah? saya aja nulis 178 halaman udah ngos-ngosan :D :D
Well, Good Job. Good book. Banyak pelajaran baru yang berusaha di bagi penulis di dalam ini.

Kalo kamu termasuk orang-orang yang tidak percaya cinta, atau sulit mendapati pemahaman tentang cinta. Sok atuh, beli dan baca buku Kimi Wo Shinjiteru ini. Dijamin kalian akan terenyuh pada perjuangan Reiga mendapatkan Shira. Dan kalian jadi akan berharap ada sosok seperti itu juga dalam hidup kalian. *loh? Hahahahah

Nikmati sensasi perjuangan cinta di dalam ini.

Selamat berburu buku ini… (Tidak ada di toko buku, hanya ada di www.nulisbuku.com) ^^

Psstt.. Penulis buku ini adalah sahabat baru saya loh! bisa kontak saya kalo mau dapet edisi bertanda tangan xD




-adyta purbaya-
26 Januari 2011

SangKurator - Short Stories About Love and Life


Baru saja kelar baca Sang Kurator nya Mbak Ollie.
Hm, nunggu nya segitu lama, kelarnya cuma beberapa jam :D :D
SUKA! selalu suka memang sama setiap tulisan tulisan Mbak Ollie. Simpel, sederhana. Tapi makna nya itu loh ngena’ banget..
Ada beberapa cerpen. (berapa yahh saya juga gak ngitungin) yang kesemuanya punya pesan moral tersendiri.
Cerpen-cerpen yang tidak melulu tentang cinta, tapi juga tentang makna hidup. seperti tagline nya “Short Stories about love and life”.  Tapi teteup loh, walaupun bukan cerita cinta, ada laaah dikit dikit bumbu cinta nya ^^
Ada yang cerita tentang kecopetan. Bukan dampak negatif marah marah atau kehilangannya yang diceritakan. Tapi bagaimana si pencopet cerita ke si tercopet kenapa dia sampe jadi copet. Alasan ekonomi jelas. Ide yang sederhana bukan? Tapi dikemas manis hingga manis juga begitu dibaca.
Ada juga cerita tentang ibu mertua yang rese yang mengatur ini itu menantu barunya. Tapi ternyata, tujuan ibu mertua itu adalah. hm. adalah.. kasih tau nggak ya? baca sendiri sepertinya lebih bagus! yg jelas tujuan ibu mertua nya itu baik :D
Ada satu cerpen dengan shock ending. Judulnya INTERMEZZO. I heart this one so much :)
Ahh… saya sampe tiga kali baca nya untuk meyakinkan endingnya benar-benar begitu. Tentang pilihan, tentang lamaran. Tentang bagaimana Mbak Ollie menggambarkan si tokoh utama akan memilih cowok yang ini, tetapi pada akhirnya dia malah memilih cowok yang lain ^^
ada banyak pokoknya! dan nggak mungkin saya tulis semua disini. Mending pada baca sendiri, supaya terasa manisnya, terasa deg2annya, terasa gimana nya gitu ^^
Yang jelas semua tulisan Mbak Ollie selalu manis, dan selalu memberikan suatu semangat baru untuk mulai menulis juga.

 ..adyta purbaya..

Blog Design ByWulansari