16 Oktober 2018

[Blogtour] Black Leather Jacket - Ask Author


Hallooooo....

Bertemu lagi dengan Rangkaian Blogtour dari gue dan Twigora. Kali ini untuk Novel Black Leather Jacket. Ada yang sudah tauuuuu?? Atau malah udah ada yang baca niiiihhh??? Gue seneng banget karena berkesempatan jadi host, karena emang ingin baca bukunya.

Adit, salah satu penulis Novel ini... adalah teman lama gue (mudah-mudahan aditnya masih inget sama gue heheheheh). Suka iri gimana dia bisa nulis buku begitu lancar dan naskahnya diterbitkan. Sementara gue? masih sok sibuk dengan kerjaan kantor dan draft-draft yang tak kunjung selesai lalu tersimpan saja di laptop. Hahahaha...

Seperti biasa, hari ini akan diawali dengan Ask Author. Dan seperti biasa juga, sebenernya ada banyak banget yang pengen gue tanyain. Lima pertanyaan mah ga cukup. Inginnya seharian ngopi-ngopi bareng gitu, ngobrolin penulisan dan buku. Hihiii... Maybe next time...

Yaudah ya... Langsung aja yaa.... Simak obrolan singkat gue dengan Adit dan Iif dalam lima pertanyaan dibawah ini....



1. Bagaimana cara Adit dan Iif berbagi bagian dalam menulis? Apakah saling bersambung satu bab, satu bagian, satu adegan... atau per tokoh... ataaaauu?

IIF dan ADIT : Proses penulisan ini diawali dengan membuat scene demi scene sesuai dengan sinopsis yang sudah kita buat. Lalu, setiap scene itu ditentukan siapa yang akan menulisnya, bisa karena keinginan pribadi, bisa juga atas pertimbangan si A kayaknya lebih cocok. Ketika sudah selesai, kita baca ulang untuk menyamakan tone cerita dan merevisi mana yang dirasa berlebihan atau malah kurang.


2. Apa ada deadline yang dibuat dari awal.. seberapa lama novel ini akan atau harus selesai ditulis?

IIF : Novel ini ditulis sekitar tahun 2013 atau 2014 lalu. Saat itu hanya ingin menulis aja, enggak ada tujuan lain, jadi enggak ditentukan deadline yang saklek. Makanya, kita enjoy banget waktu menulisnya. Ketika akhirnya memutuskan untuk mengikutsertakan novel ini untuk lomba, mau nggak mau harus direvisi. Jeda waktu yang cukup lama bikin kita serasa kayak menulis baru, he-he. Karena sudah mepet jadi deadlinenya agak ketat, dan akhirnya novel ini benar-benar dikirim last minute.


ADIT :Karena awalnya ini proyek seru-seruan aja, kami enggak menentukan deadline menulis. Pokoknya sampai selesai aja. Jadi memang enggak ada tekanan apa-apa ketika itu. Deadline baru ada ketika naskah ini direvisi untuk diterbitkan. Yang bikin deadline sih editor kita, yang rajin menagih dan mengingatkan.


3. Lebih suka menulis kisah sad ending atau happy ending? 

IIF : IMHO, ending itu tergantung kepada bagaimana persepsi pembaca. Meninggal atau putus belum tentu sad ending, menikah belum tentu happy ending. Aku sendiri lebih suka ending yang realistis, win win solution-lah buat tokoh-tokohnya, jadi enggak selamanya harus memaksakan jadian for the sake of ketentuan 'happy ending'. Untuk ending, balik lagi ke ceritanya, sehingga seringnya aku punya beberapa alternatif ending. Dari alternatif ini, dipilih mana yang real, enggak maksa, dan cocok dengan keadaan tokohnya. 

ADIT : Aku enggak punya preferensi khusus tentang ending. Setelah sekian lama menulis, ending yang akan kupilih adalah ending yang tepat, ending yang sesuai dengan cerita tersebut. Jadi lebih pertimbangan rasional dan teknis berdasarkan keseluruhan cerita. Ending yang tepat itu ya, kerasa klop, seperti potongan puzzle terakhir yang melekat pas pada medianya. Haha. Tapi juga, ending yang tepat itu adalah yang meninggalkan kesan dan rasa penasaran untuk pembaca. 
  

4. Bagaimana awalmula nya sampe Adit dan Iif bisa menulis duet?? Dan apa kelebihannya menulis secara duet, dibandingkan menulis sendiri-sendiri?? 

IIF : Ini bukan pertama kalinya kita nulis novel bareng, tapi ini prosesnya beda ketimbang novel duet pertama. Awalnya sih iseng, ya, karena kita waktu itu lagi suka-sukanya sama Aidan Turner, jadi setelah marathon Being Human, kepengin aja gitu nulis soal Aidan (hence, the name, he-he). Kelebihannya ya enggak pusing sendiri, jadi ada teman  

ADIT : Asiknya menulis duet adalah beban yang harusnya ditanggung sendiri, bisa dibagi berdua. Hehehe. Kalau mentok untuk satu dan lain hal, ada teman berbagi dan berdiskusi yang jelas. Pun, teman duet bisa menutupi kelemahan dalam tulisan kita, dan sebaliknya.  


5. Bagian favorite bagi Adit dan bagi Iif di Novel ini bagian mana?

IIF : Pas mereka duduk-duduk di danau UI. Simpel tapi manis 

ADIT : Aku suka setiap bagian Laura dan Aidan berdiskusi atau saling menyanggah tentang menulis novel. Hahaha. 

* * *

Rangkaian Blogtour Black Leather Jacket sudah dilaksanakan selama satu bulan, dan di blog gue ini adalah sesi terakhir. Jadwalnya mulai hari ini sampai lusa. Akan ada review tentang novelnya dan juga tentunya giveaway. Jadi, pastikan kalian mengikuti rangkaian blogtour ini sampai selesai yaaa... Siapa tau beruntung memenangkan novelnya... Eh, atau ada yang udah menang di blogotur sebelumnya nih??? 

2 Oktober 2018

[Blogtour] #NovelOvertime : Giveaway


Rangkaian Blogtour ini diakhiri dengan.... Giveaway!!!

Terimakasih teman-teman semua yang sudah baca dan ngikutin rangkaian blogtour di blog ini. Hadiahnya... ada satu eksemplar #NovelOvertime GRATIS dari Penerbit Twigora buat kalian yang beruntung. Caranya? Gampang! Simak beberapa rules singkat dibawah ini :

1. Follow akun instagram @dheaadyta @ulasan.mami @twigora dan @cinenathz (jangan follow terus unfollow pas GA udah kelar dan kalian gak menang, ya...)
2. Like postingan tentang #NovelOvertime di @dheaadyta dan @ulasan.mami
3. Share di instastory kalian info giveaway ini dan tag @dheaadyta dan @ulasan.mami (pastikan tagnya masuk ya biar bisa gue lacak dari DM)
4. Jawab pertanyaan pada foto ini di kolom komentar instagram (bukan disini ya) dan sertakan alasannya. "Ditaksir bos sendiri? Yes or No?"
  Format jawaban : Nama, Usia, Domisili, Jawaban.

5. Giveaway berlangsung dari hari ini (2 Oktober 2018) sampai dengan tanggal 9 oktober 2018. Pengumuman nanti gue usahakan 1 atau 2 hari setelah GA berakhir.

Mudah, kan? Iya kan... Iya doooong....

Selamat mencoba yaaa... Semoga beruntung!!! Kiss kiss


1 Oktober 2018

[Blogtour] #NovelOvertime : Review dan Photo Challenge


Identitas Buku :

Judul : Overtime
Penulis : Nathalia Theodora
Penerbit : Twigora
Tahun Terbit : 2018
Jumlah Halaman : 234++

***
Tagline

Kanulah satu-satunya yang aku inginkan sekaligus satu-satunya yang belum aku miliki.

***
Blurb


KAKAK BERADIK PENERUS BISNIS HOTEL KELUARGA.

YANG SATU SERIGALA, SATUNYA LAGI ADALAH SERIGALA BERBULU DOMBA.



Tyler adalah atasan terbaik yang teramat Diondra kagumi—juga yang membuatnya selalu berhati-hati. Pasalnya, laki-laki itu terkenal dengan reputasinya membuat banyak perempuan patah hati. Meskipun tampan, Diondra tak mau merisikokan pekerjaan juga cintanya pada serigala berbahaya seperti bosnya.

Seumur hidup, Christopher mencari cara untuk menemukan kelemahan Tyler. Setelah pencarian panjang, akhirnya dia menemukannya juga—achiless heel itu adalah asisten kakaknya sendiri. Dan persis seperti rencananya, begitu tahu Christopher mendekati Diondra, Tyler pun tak tinggal diam. Dia bersedia melakukan segala cara untuk menggagalkan rencana adiknya itu.

OVERTIME adalah cerita tentang perang terbuka antarsaudara. Mereka yang terbiasa mendapatkan segala sesuatu dengan mudah, sampai harus keluar dari kantor yang nyaman demi mengejar cinta Diondra. Kebencian Christopher pada Tyler ibarat menyiram bensin ke kobaran api. Semakin sengit persaingan mereka, semakin besar juga kerugian yang akan dirasakan.

Lalu, bagaimana dengan Diondra? Siapakah yang kemudian dipilihnya?
 

***
Review

Novel ini sudah jadi inceran gue sejak covernya muncul di socmed twigora dengan caption "Coming Soon". Gue langsung jatuh cinta dengan covernya. Hitam-hitam yang terkesan misterius tapi ada selipan warna merah pada sepatu si cewek. Terlepas dari tentang apa, blurbnya gimana, yang nulis siapa, de el el... gue langsung memasukkan buku ini dalam wishlist gue. Daaaaaan, bahagianya, gue malah ditawarin twigora untuk jadi salah satu host blogtournya yang tentu saja gak gue tolak. Thank you ya twigora :*

Gue adalah jenis cewek yang menganut prinsip, "When in doubt, wear red". Dan ketika akhirnya membaca sekilas blurb di belakang cover novel ini, lalu berkesempatan membaca first chapternya... gue merasa si sepatu merah ini sudah bener ada disana, Hahhahh. Gue menyimpulkan bahwa si Diondra ini berada pada situasi yang mengharuskan dia memilih satu dari dua pilihan yang sulit. Yaaaah setidaknya itu adalah hipotesa awal gue berdasarkan cover, judul, tagline, dan blurb.

Ternyata? Ya emang bener. Diondra emang dihadapkan pada pilihan yang sulit. Tyler or Christian? Dua kakak beradik kaya raya penerus bisnis hotel keluarga, yang sama 'hot'-nya (tapi menurut gue kurang digambarkan disini hot hot nya itu...). Sama-sama tampan, idola wanita, bergelimang harta, dan lain lain, dan lain lain. Sungguh pilihan yang sulit karena ternyata Diondra menginginkan dua-duanya. Eh sori, bukan ingin, tapi tergoda. Yaaaa siapa juga yang gak tergoda ya kan?

Tapi endingnya sungguh diluar prediksi gue. Meski happy ending (and I love it), tapi konflik yang ada didalamnya sama sekali ga seperti ekspektasi gue. Gue mengira konfliknya yaaa sebatas kakak beradik rebutan cewek gitu. Ternyata bok, lebih rumit dari sekedar itu doang.Tapi pokoknya gue bahagia karena happy ending, padahal pas ditengah-tengah tuh gue dah takut sedih loh. Dan jujur gue beneran suka dikasih kejutan kayak gitu diending setelah gue meremehkan dan mengira bahwa buku ini akan baisa-biasa saja. Kualat kan... Hahahahahha...

Novelnya ternyata tipis. Jenis novel yang pas kita lagi nikmat-nikmatnya baca, tau-tau udah abis aja. Latar belakang cerita kurang di eksplore menurut gue, tentang hotelnya juga minim banget. Dan penggambaran tokohnya kurang dalem, sehingga feel pas bacanya kurang dapet dan kurang masuk ke tokoh-tokoh yang ada, Deskripsi-deskripnya juga kurang detil, sebenernya gue juga ga terlalu suka buku yang deskripsi nya kepanjangan dan ngebosenin. Tapi kalo disini justru kurang. Jadinya... adegan jahatnya kurang dapet, adegan sedihnya kurang kena, begitu begitu hingga sangat terasa ada yang kurang. Coba dong ditambahin biar tebel jadi semuanya maksimal dan feelnya dapet. Hehehehhehe.

Alur maju dengan gaya bercerita yang sederhana bikin buku ini enak banget dibacanya. Dan karena gak terlalu tebel, jadi sebenernya bisa beres baca dalam sekali duduk. Tapi berhubung maka-makan punya anak bayi dan kerjaan kantor lagi ribet-ribetnya, gue kelar baca dalam 2 mingguan. Karena bacanya cuma bisa pas di mobil dalam perjalanan kekantor... atau di kereta pas mudik. Hahahaha. Alhamdulillah masih sempet baca buku meski sibuk. Ya karena emang cuma baca buku yang bisa bikin otak refresh setelah kerja keras dikantor dan ngurusin bayi dirumah. Heheheh. Kemudian curhat.

Covernya? Ga usah diragukan. Gue lebih cinta covernya dibanding isi novelnya. Hahahahhha. Covernya eye catching dan bikin jatuh cinta. Beneran....


***
Photo Challenge 
Photo Challenge kali ini termasuk ga sulit. Yang sulit justru nyari angle biar badan ga keliatan lebar, dan ribet milih mau pake baju merah yang mana (kebanyakan baju merah, wkwkwkwkk). Plis jangan komen muka yang butek dan badan yang lebar ya. Plis... namanya juga mamak-mamak, kan... Huahahahahahah

30 September 2018

[Blogtour] #NovelOvertime - Ask Author



Ada yang sudah kenal dengan Nathalia Theodora? Kalo gue, jujur baru baca tulisan doi yang Overtime ini. Kebetulan beberapa hari kedepan gue dikasih kesempatan sama Twigora untuk ngobrolin buku ini di blog. Jadi, ada baiknya kita mulai dengan mengenal dulu siapa sih penulis yang bukunya akan kita bahas ini? Kalo ada yang udah kenal (dan bagusnya) udah baca tulisan doi, ya gapapa, kali aja ada info selewat yang kalian belum tau ye kan. Kalo yang sama kayak gue baru tau doi kali ini, yok kita kenalan :)


Nathalia Theodora adalah makhluk nocturnal yang berzodiak Sagitarius. Memiliki banyak hobi terutama menulis dan membaca. Dog-person yang selalu suka bermain dengan tujuh ekor pomeranian  superunyu dirumahnya. Nathalia Theodora bisa dihubungi dan diajak ngobrol melalui akun Twitter/instagram/facebook : Cinenathz dan email : cinenathz@yahoo.com



Seperti biasanya, ada obrolan singkat antara gue dan penulis yang dirangkum dalam lima pertanyaan. Check this out!!


Dhea : Hai, Mbak... Salam Kenal... Mbak tipe yang nulis dengan plot dari awal sampe akhir.... atau nulis ngalir aja?? 
Nathalia : Halo, salam kenal, Adyta. Sebelum menulis, aku selalu membuat outline-nya terlebih dulu. Gunanya untuk menjaga arah ceritaku, agar nggak melenceng ke mana-mana. Tapi saat naskahnya ditulis nanti, biasanya akan ada sedikit perubahan atau penambahan, terutama untuk detail-detail kecilnya.



Dhea : Apa ada "muse" dibalik penulisan novel ini? Tokoh yang terinspirasi dari mantan pacar, misalnya... ehem... hehehehe
Nathalia : Muse-nya justru dari karakter game yang dimainkan adikku, yang memiliki dua kepribadian, yang satunya serigala, satunya lagi serigala berbulu domba. Dari karakter inilah lahir Christopher dan Tyler.



Dhea : Berapa lama menyelesaikan nulis novel ini? Dan, Bagian mana paling sulit ditulis atau yang menghabiskan waktu lama...
Nathalia : Novel ini kutulis dalam waktu kurang-lebih dua bulan. Yang paling sulit adalah ketika aku harus merevisinya, karena harus mengubah salah satu subplot. Perubahan ini membuat aku harus menulis ulang sebagian besar naskah, terutama bagian tengah ke belakang. Jumlah sudut pandang karakter juga mengalami pengurangan, dari empat ke tiga saja. Untuk adegannya sendiri, ada satu adegan menjelang akhir yang cukup sulit kutulis, tapi nggak bisa kubeberkan di sini supaya nggak spoiler.



Dhea : Kesulitan macam apa yang biasanya Mbak hadapi dalam menulis, dan bagaimana mbak mengatasinya?

Nathalia : Rasa malas adalah kesulitan atau halangan paling utama. Biasanya, awal-awal menulis, aku bisa menulis hingga berhalaman-halaman dalam sehari. Tapi begitu naskah tiba di tengah, rasa malas akan mulai mengambil alih. Ide untuk naskah baru akan muncul, dan lebih menggoda untuk ditulis. Ini yang berbahaya, karena bisa-bisa naskah nggak selesai. Cara untuk mengatasinya tentu dengan tetap menulis hingga selesai. Biar malas seperti apa pun, usahakan untuk menulis setiap hari, meski hanya satu paragraf sekalipun. 

Dhea : Kalo disuruh milih... mba lebih memilih penulis menjadi pekerjaan utama.. atau menulis hanya mengisi waktu luang dan tetap punya pekerjaan lain sebagai pekerjaan utama? Kenapa?
Nathalia : Karena menulis adalah passion-ku, tentu aku ingin menulis menjadi pekerjaan utamaku. Tapi jika ingin menjadikan menulis sebagai pekerjaan utama, kita tentu harus produktif menghasilkan karya






Biodata singkat udah, ngobrol-ngobrol udah... Besok akan ada Reviu #NovelOvertime yaaa di blog ini. Jangan lewatkan. Karena setelah itu, tentunya akan ada Giveaway menanti kalian :)

Blogtour #NovelOvertime sudah dan akan berlangsung selama beberapa hari. Jadwal lengkap bisa di check di bawah ini :



14 September 2018

With You - a Review

Identitas buku
Judul Buku : With You
Penulis : Christian Simamora dan Orizuka
Penerbit : Gagasmedia
Tahun terbit : 2012

***

Tagline

Fight for me...
Like I'll always do for you.

***
Blurb

365 hari dalam setahun,
24 jam dalam sehari.

di antara semua waktu yang kita punya,
Kau sengaja memilih hari itu.

Keluar dari mimpi indah,
Lalu hadir dalam hidupku...

Sebagai cinya yang selama ini aku tunggu.

***
Review

Ini adalah proyek duet gagasmedia pada masanya, yang entah kenapa gue gak beli padahal tulisannya Christian Simamora. My favorite Author. Mungkin karena duet ama penulis lain sih makanya gue takut ga sesuai ekspektasi. Apalagi gue belum pernah sama sekali baca tulisan Orizuka. Teruuus pas semua buku Christian Simamora dah lengkap nangkring di rak buku, tinggal buku ini doang yang belum, sibuk deh gue cari sana sini. Hahaha. Dan ini nemunya di jastip buku bekas di Blok M dengan harga yang lumayan murah dan kondisi buku yang masih bagus. Alhamdulillah...

Sebelum ini, gue ada baca Gagasduet-nya Vabyo dan Windy Ariestanty, yang mana cerita mereka memang dua cerita yang terpisah. Selain itu gue juga ada beli Gagasduet tulisannya Ollie sama Wulan gitu, di bazaar buku kapan tahun tapi belum gue baca sampe sekarang. Ups. Jadi, anggapan gue, Gagasduet ini adalah tulisan dua orang penulis yang dipilih Gagas, semacam Novella gitu, yang kemudian disatukan jadi satu buku. Dua cerita yang ga ada hubungannya, beda jauh, tapi satu tema. Ya begitu kurang lebih...

Lalu, gue baca With You ini. Dan suka!! Karena meskipun cerita yang satu dan satunya lagi itu beda. Tapi ada bab pengantar yang bikin cerita ini jadi kayak nyambung gitu. Jadi bukan baca dua novella terpisah yang sama tema aja. Tapi baca kisah dua orang yang saling berkaitan, tapi diceritakan versi masing-masing. Aduh, gimana ngomonginnya yah... hahahahaha...

Tulisan Christian Simamora, seperti biasaaa. Menampilkan sosok cowok-cowok hot dari #Jboyfriendseries. Perkenalkan, Jere. Mungkin Abang memang punya banyak fantasi tentang cowok cakep makanya setiap JBoyfriend selalu bikin dada pembaca berdebar-debar. Baiklaaaaah...

Tokoh cerita Christian simamora kali ini adalah jere dan cindy tan. Model. Ga saling kenal. Namun akhirnya saling jatuh cinta dalam satu hari saja. Corect. Dalam satu malam! Meski kadang sulit percaya ama yang ginian, ya tapi emang kadang ada aja. Kisah akhirnya mereka saling jatuh cinta cukuo gemesin, yaaaa khas tulisan Christian Simamora lah. Tanpa bumbu-bumbu kisah sedih mengharu-biru tapi tetep jleb dihati. Eaaaaa....

Lalu, ada Lyla dan Juna dalam tulisannya Orizuka. Lyla (dibaca La-i-la), adalah sepupu Cindy. Kisah dramanya putus dan akhirnya kembali dengan Juna hanya dalam kisah satu hari pun bikin mikir keras, apa iyaaaa keajaiban macam itu emang ada yaaa. Tapi ya mungkin kan emang kalo udah jodohnya sih gak bakal kemana-mana. Iya kan. Iyain aja biar cepet. Hahahaha...

Lyla ini sama kayak gue dalam hal nama. Jarang sekali ada orang yang benar menyebut pelafalan nama gue pada percobaan pertama. Makanya, kalo ada yang bener tuh rasanya amaze banget. Hahahaha. Dan iya loh, saking capek sendiri benerin orang yang salah nyebut nama, akhirnya yaudah biarin aja lah....

Gue agak kesulitan karena buku ini ga ada pembatas. Ada semacam kertas lebih pada back cover yang gue jadiin penanda halaman sih. Tapi yaaaaa suka kecabut pas disimpen di tas. Atau jatoh terus penandanya buyar dan hilang. Hikssss. Gue emang sulit kalo buku ga ada pembatas. Biasanya pake foto sih yang selalu ready didompet. Tapi sejak rata-rata buku udah ada pembatas bukunya, gue dah gak nyiapin lagi tuh foto buat pembatas di dompet. Yak, kenapa jadi curhat?

Warna covernya my favorite. Meraaah. Pasangan ama kuning bikin jadi semacam kisah cinta yang menggebu-gebu. Hahahaha. Ga nyesel telat baca. Gue akan lebih nyesel kalo ga berkesempatan baca sama sekali. Hehe..

Blog Design ByWulansari