20 April 2016

LTPro Long Lasting Lipstick

Pulang weekend ke Prabumulih niatnya sekalian belanja barang-barang kebutuhan Prajabatan. Iya nih, mau prajab. Jadwalnya sialan banget lah keluar pas deket acara besar di mei yang udah direncanain dari kapan tahun. Hiks. Tapi kelak akan tau alesannya kenapa jadwal prajab ini mesti banget bikin kebaya yang udah dijait jauh-jauh hari jadi gak kepake. *nangis dipojokan*.

Balik lagi ke belanja kebutuhan Prajabatan, salah satunya ada beli sunblock. Rawan banget kaaaan ke toko kosmetik untung ukuran gue yang terakhir beli lipstik itu, ehmmm, januari! Dan bener aja, pas beli sunblock wardah, sekalian nanya Lipcream yang baru itu. Syukurnya belom keluar jadi ga jadi beli. Tapiiiii pas mau keluar toko, pas banget disamping pintu keluar nemu lipstik yang udah di list dan belom sempet dibeli-beli.
LTPro Long Lasting Lipcream.

Okay. Nanya nanya. Coba coba shade. Beberapa shade yang gue incer sih kosong, tapi ga lantas mengurungkan niat buat beli. Apalagi beli dua produk free lip liner atau eye liner. Akhirnya setelah swatch swatch, pilihan gue jatuh di LTPro Long Lasting Lip Cream nomor 2 warna shocking pink, dan LTPro Velvet Matte Lipstik no 105 (Baby Pink). Free nya Lip liner LTPro yang fresh purple.

Expired date nya masih 2019, kalo calon suami nanya, bilangnya buat disimpen jadi salah satu isi "seserahan" :p *padahal yakali nyampe rumah juga langsung dicobain kecuali lip liner-nyaa.. Eniwei, Panjang kali lebar isi postingan ini sebagai intro sebenernya gue mau cerita dikit tentang si LTPro Long Langsting Lipcream. Dikit doang sih. Hahahahaaa..

Shade 02 ini ga ada dalam list karena warnanya pink ngejreng. Kalo diliat swatch-swatch yang banyak di instagram, google review, dll... warnanya tuh kayaknya neon banget... Tapi gue beli karena di toko kemarin untuk si Lipcream ini tinggal sisa shade yang nude-nudean, satu ini doang yang bold. Elo tau kan kalo gue anti banget pake lipstik nude :') makanya akhirnya gue beli yang 02, dan ternyata pas dicobain ga ngejreng banget, ga neon banget, malahan bikin muka gue keliatan seger.. Hihii... Alhamdulillah...

Botolnya plastik, ga terlalu gede, dengan aplikator yang cukup panjang. Botolnya bening jadi ga perlu repot bolak-balik botol atau buka satu satu untuk tau warna apa. Ada expired date di salah satu sisi botol, tapi ga tau tahan berapa lama sejak lipstik nya di buka. Ada kode produksi, kode nomor, dsb di bagian bawah.

Ga terlalu cair, juga ga terlalu pekat. Gampang di aplikasiin, dan begitu dioles berkali-kali, ga lantas bikin bibir kering atau menggumpal di bibir. Dan ringaaaaaan banget di bibir, macam lagi gak pake lipstik. Ada wanginya, tapi ga mengganggu sih menurut gue. Wangi-wangian manis yang ilang pas dioleskan ke bibir, cuma pas aplikatornya dideketin ke hidung iyaaa berasa banget wanginya. Tapi ga bikin eneg sihhh, cmiiw.

Ga begitu kiss-proof karena kalo dicium pacar tetep aja lipstiknya ilang warnanya. #ehh Tapi kalo dipake seharian, makan berkali-kali meski geragasan, dan minum banyak, warnanya tetep ada. Ilang dikit bagian tengahnya tapi tetep masih ada warna yang nempel. Sedikit tips, kalo mau rada kiss-proof (maksudnya pas makan ga nempel di sendok, atau minum ga nempel di bibir gelas, dll yaaa bukan kiss proof anti dicium pacar hahahahaaa), coba sebelum minum, nyium tissue dulu. Jadi udah berbekas di tissue dulu kan... Nah abis itu baru deh makan minum dll. Insyaallah ga nempel lagi di sedotan, bibir gelas, sendok, dll. Coba, deh! ;)

Gampang dibersihkan, dan ga bikin bibir lengket. (Reviu selipan, kalo LA Matte rada bikin bibir lengket soalnyah). Pokoknya oke laaahhh.....

Terus... Hm... Apalagi, yaaaa..... *ngeliat liatin botol lipcream-nya*

Cukup sekian, dan selamat mencoba. Kalo udah nyobain, bagi ceritanya yaaaahhhh ;)

cerita yang sudah (harus) selesai



***
Aku mengaduk tak jelas gelas teh yang mengepul dihadapanku, belum setetes pun cairannya mengaliri tenggorokanku. Padahal Keara selalu bilang, teh selalu enak dinikmati saat hangat.
Ah, Keara.
Aku mengingat lagi detail awal pertemuan kami. Dia yang baru selesai lembur dan minta ditelponkan satpam taksi, aku yang sedang berjalan menuju parkiran. Dan tawaran mengantarnya pulang terlontar begitu saja. Awalnya dia menolak, tapi setelah aku meyakinkan bahwa tak apa-apa akhirnya dia mau.
Kami sudah nyaris setahun satu kantor tapi rasanya belum pernah bertegur sapa selain bertukar senyum kalau tidak sengaja berpapasan atau bersama-sama ada dalam satu lift. Dia cukup terkenal karena selalu mencolok dengan warna tas dan sepatunya yang selalu matching sama warna kemeja dalaman blazernya. Belum lagi bibir berpulas lipstik merah yang selalu menyunggingkan senyum. Her signature. Dan bukan satu dua laki-laki dikantor kami yang berusaha mendekatinya.
Perjalanan pulang malam itu menjadi menyenangkan karena Keara bukan jenis wanita jaim-an sehingga mobil terasa ramai dengan celotehnya. Kami seperti tidak kehabisan bahan pembicaraan karena Keara seperti punya banyak hal untuk diceritakan. Padahal malam itu adalah pertama kalinya kami mengobrol dan berada sedekat itu, tapi rasanya seperti sudah bersahabat lama.
Malam itu diakhiri dengan kami bertukar nomor telpon dan pin bbm saat mobilku berhenti tepat di depan pagar rumahnya. Dan berlanjut menjadi bbm-bbm gak penting di sela jam bekerja, telpon-telpon random setiap malam, keliling palembang mencicipi kuliner nyaris setiap malam minggu (dan Keara bukan pula jenis wanita yang maunya diajak makan di restoran mahal aja, dia sama sekali tidak keberatan dan malah suka diajak makan di warung-warung tenda pinggir jalan),  dan berbagai agenda seru lainnya setiap hari minggu (entah itu nonton bioskop, ke toko buku, nonton konser musik, apa saja..)
Dua tahun kebersamaan kami cukup membuat aku mengenal Keara luar dalam. Dia yang lebih milih nggak jadi pergi daripada harus pake tas dan sepatu yang warnanya ga matching sama baju (well, jangan tanya sebanyak apa koleksi tas dan sepatunya Keara, ya!). Keara suka teh, dan aku selalu suka memperhatikan cara dia meminum tehnya, menyesap sesendok demi sesendok selagi gelas teh masih mengepulkan asap hangatnya. Keara suka membaca novel romance dan ga suka nonton film action yang banyak berantem-berantemnya. Keara suka mendengarkan lagu-lagu rock. Keara gak bisa jauh dari smartphone-nya. Keara jarang marah, gak bisa diem kecuali lagi sakit, gak suka sayuran hijau karena katanya mirip rumput. Keara selalu bawa tas dengan isi seabrek setiap pergi, mulai dari bedak, tissue, lipstik, parfume, dompet, headset, charger, blablabla. Dan yang membuatku selalu terkesima adalah Keara selalu membawa mukena didalam tasnya, apapun keadaannya, kemanapun kami, Keara selalu menyempatkan sholat ketika waktunya sudah tiba.
Aku mengaduk lagi gelas tehku, masih tak berminat memindahkan setetes pun isi didalamnya kedalam rongga mulutku.
Ah, Keara.... Dua tahun ini terlalu indah.
Berbagai kenangan kembali berseliweran, semacam video yang terputar jelas dikepalaku. Aku ingat suatu hari pernah membawakan segelas teh hangat dengan irisan daun mint ke ruang kerjanya, dia yang sedang sibuk dengan setumpuk berkas mengejar deadline akhir bulan kemudian tersenyum sumringah, memelukku erat, dan berkata “Kafkaaaa... kamu tau aja apa yang lagi aku butuhkan. Makasih ya, ganteng... Andai kita ketemu tiga tahun lebih cepat, yaa...”
Drrtt....
Lamunanku buyar terganggu getaran smartphone yang berada tepat disebelah gelas tehku. Sebuah email masuk. Aku mengernyit bingung.
Pelan kuraih smartphone itu dan mendapati nama Keara sebagai pengirim email. Aku semakin tak mengerti. Kami berjanji bertemu disini, sore ini, Tapi Keara sudah terlambat dua jam. Keterlambatan yang membuat pikiranku melayang kemana-mana, membawa aku menelusuri berbagai kenangan kami. Lantas kenapa bukan dia yang datang tetapi email ini?
Email itu cukup panjang dan aku membacanya perlahan dalam diam.

From      : keara.kurniawan@gmail.com.
To         : kafkakaf@gmail.com
Subject   : <no subject>

Dear Kafka,
Sebelumnya maafkan aku karena setelah sekian jam menunggu, bukannya aku yang datang tetapi malah email panjang ini. Aku sudah datang, ganteng. Tepat waktu. Tapi melihat kamu duduk disitu, aku mendadak kehilangan semua keberanian yang sudah aku siapkan sejak semalam.
Aku mau membuat semuanya menjadi mudah. Dan kalo tadi aku berjalan menemuimu, maka pasti akan sulit buat kita berdua. Ternyata, aku mencintaimu sebesar itu, Kafka. Dan aku tau, kalo tadi kita ketemu, maka semuanya akan berulang dari awal. Aku akan kembali luluh, kamu akan semakin berat.
Kita memang harus berakhir disini, Ganteng...
Bukan karena kamu atau aku tidak baik untuk satu sama lain. Bukan pula karena kita tidak saling sayang. Tapi memang kadang ada dua orang yang diciptakan saling cinta tapi tidak untuk saling memiliki. Well, mungkin itu kita.
Terimakasih, Ganteng. Terimakasih karena kamu sudah pernah sayang sama aku. Terimakasih karena kamu sudah pernah jagain aku, sabar ngadepin aku yang rewel, nurutin maunya aku yang kadang macem-macem. Terimakasih ya, Ganteng. Terimakasih karena kamu sudah pernah mengizinkan aku dekat-dekat dengan kamu dan merasa jadi yang paling kamu sayang.
Seperti yang selalu aku katakan padamu sambil lalu, andai aku bisa memutar balikkan waktu dan bertemu kamu tiga tahun lebih awal, mungkin yang kamu nikahi adalah aku dan bukan dia. Aku tidak menyerah, aku hanya merasa jahat karena sudah membuat hati kamu terbagi. Entah dengan apa aku bisa menebus dosaku ini sama anak istri kamu ya, Ganteng..
Aku baik-baik saja, ganteng. Mulai hari ini, aku janji gak bakal jadi alasan hati kamu terbagi lagi. Mencintai suami orang tidak pernah ada dalam impian atau cita-cita masa kecilku, tapi aku percaya Tuhan punya alasan kenapa hidup kita dibuat bersinggungan.
Efektif resign-ku besok. Jangan cari aku, ya. Aku akan baik-baik saja, jangan khawatir. Kamu juga harus selalu baik-baik saja. Jangan males makan siang meski kerjaan lagi banyak, jangan tinggal sholat lagi ya...
I’ll miss you, handsome. I’ll miss us.

Love,
Keara


Sesuatu memanas disudut mataku. Aku tahu laki-laki pantang menangis, tapi kali ini rasanya pilu sekali. Aku mungkin memang laki-laki bajingan, suami yang tidak bersyukur, ayah yang tidak baik. Aku mencintai wanita lain, dekat dengan wanita lain, padahal statusku sudah punya istri dan satu anak.
Pertama kali dekat, Keara tidak tahu. Salahku karena ketika dia bertanya pacar, aku menjawab tidak punya sambil tertawa. Sebenarnya tidak salah, karena aku memang tidak punya pacar. Aku punya istri, oh dan satu anak yang belum genap setahun umurnya. Hingga beberapa bulan kemudian, salah satu rekan kami memberitahunya. Dia tak lantas mundur, dia tak menjauh. Dia bilang, “jangan sebut tentang istri kamu kalo kita lagi sama-sama, ya...”. Dan aku mengiyakan. Hingga dua tahun, dan sampai di hari ini.
Ah, Keara.
I’ll miss you, too... I’ll miss us, too...
Aku akan rindu rambut kamu yang selalu wangi shampoo seharian itu entah bagaimana caranya. Aku akan rindu cara kamu berbicara, tawa kamu, marahnya kamu kalo aku lupa makan siang. Aku akan rindu kamu ingetin sholat. Aku akan rindu cara kamu minum teh. Aku akan rindu dipanggil dengan nickname “ganteng” yang cuma punya kamu itu.. I’ll miss everything about you, Keara...
Smartphone-ku bergetar lagi, kali ini telepon masuk.

Mami Rahesa Calling...

Istriku.

Aku menghela nafas, menenangkan diri, kemudian menekan tombol answer.

“Iya, sayang? Oh, iya... Aku sebentar lagi pulang... Apa? Iya meetingnya udah selesai. Iya aku inget kok mau ngajak Rahesa nonton. Kalian siap-siap ya, setengah jam lagi aku sampe rumah kita langsung berangkat. Iya sayang... Okay... Dadah...”

Mungkin memang sudah seharusnya seperti ini ya, Keara. Mungkin memang sudah seharusnya diakhiri.




...............................
Note : Pemanasan setelah sekian lama ga nulis cerita, abis baca cerbung Mbak Lala Purwono di Notes Fesbuk, jadi rindu nulis juga :D
26 Februari 2016

selamat ulang tahun, pah...

Hai, ganteng...

Hari ini papah sudah 53 tahun.. Alhamdulillah masih sehat, kuat mondar mandir nganter mamah ke rumah sakit, sanggup nyetir berjam-jam kesana sini tanpa driver ganti, dan masih mampu ngeladenin rengekan tiga anak gadis yang sebenernya udah pada beranjak dewasa. hehehehe.

Beberapa hari yang lalu, anak gadis paling tua ini baru aja ngerepotin papah.. disela jadwal padat antar mamah berobat, prabumulih-palembang-prabumulih, nyetir tanpa ganti. anak gadis paling tua ini kok ya sempet-sempetnya ngadu kompor rusak, ntah rusak apa kenapa pokoknya ga mau idup ya pah. Seperti kebiasaan sejak kecil, apa-apa selalu nelpon papah. Entah itu pecah ban di tengah jalan, motor ga mau idup, tv gambarnya goyang, keran air mampir, blablabla, ampe kemarin masalah kompor rusak. Macam ga bisa nyari tukang buat benerin aja loh, padahal papah nya ga deket, harus naik kereta sambung travel semaleman baru nyampe. Hih...

Terimakasih karena papah ga ngeluh. Terimakasih karena papah sudah begitu sabar. Terimakasih karena sudah melakukan apa saja buat kami-kami ya, pah... Duh ini nih yang bikin anak istrinya susah mandiri, pluuuusss bikin calon calon menantunya pada iri. Hahahahaha. Punya papah serba bisa, dari bikin-bikin meja rak jemuran blablabla, ampe bener-benerin segalanya.... Calon mantunya jadi pada minder xD

Selamat ulang tahun ya, papah... Plis banget jangan nanya mulu kapan dikasih cucu. Karena sesungguhnya ngasih cucu itu gampang, yang susah itu ngasih menantunya. #eeehhhhh #dijewer =)) Doain aja, insyaallah tahun depan bisa kasih kado mantu, atau malah calon cucu ya pah. Aamiin. Aamiin. Aamiin. Plis pokoknya jangan nanya mulu, siapa juga kali yang ga pingin nikah.  Kalo papa nanya mulu, kami males mudik ahhh :p hahahaha

I love you, my first love. Terimakasih karena sudah dan akan selalu menjadi satu-satunya laki-laki yang tidak pernah menyakiti hati dan membuat mbak kecewa... Maafkan anakmu ini yang mungkin sering bikin papah kesel, maafkan anakmu ini yang masih belum mandiri sampe detik ini (you know what I mean, pah..), tapi semoga apapun yang terjadi pada mbak hingga saat ini adalah apa-apa yang bisa bikin papah bangga.. I always love the way papah cerita ke orang-orang tentang mbak. Mbak lulus snm-ptn, mbak nerbitin buku, mbak lulus pns, blablabla...

I love you, and I will always do... Kelak kalo saatnya tiba, papah jangan khawatir, tidak ada laki-laki yang lantas mampu membuat mbak berhenti mencintai papah.. Tidak juga kakak, pah... Aku mencintai kalian berdua dengan cara yang berbeda, dan jangan khawatir pula, dia akan menjaga aku baik-baik, mungkin tidak sebaik papah, tapi dia akan melakukan semampu dia...

Selamat ulang tahun sayangku... Panjang umur, sehat, dan bahagia selalu. Tetep kuat, tetep tangguh, tetep sabar, dijauhkan dari segala macam penyakit. Diberikan rezeki yang banyak dan lancar dan halal... Semoga kami, anak-anakmu, selalu mampu membuat papah dan mamah bangga... :)

14 Januari 2016

LA Girl Matte

LA Girl Matte Flat Finish Pigment Gloss

Pokoknya ya nama lipstik ini meuni panjang pisaaaan...

Jadi ceritanya, bidadari pengen beli ini dari kapan tahun... sekitar oktober tahun lalu... yang ada aja halangannya makanya baru bisa beli sekarang. Proses milih warnanya pun ribet banget, karena warnanya lucu-lucu dan pingin beli semua, padahal budget terbatas. *inget dhea biaya nikah mahal*

Akhirnya setelah proses pemilihan warna yang alot, akhirnya bidadari memutuskan beli 3 warna. Rebel, Secret, dan Frisky. Kalo yang tau warna-warnanya LA Girl Matte ini pasti taulah ya kalo pilihan gue warna-warna bold yang mentereng hahahahaa as usual ya dheaaa =)) Gue alergi lipstik nude, ga cocooookkk di bibir gueehh... Beneran... Dan syukurnya lipstik warna bold ga lantas bikin gue macam tante-tante. Walau sebenernya gue emang udah tante tante sih, ya... Say hai ke Fathir, Fadhil, Rio, Rayhan, dan Raja :D

Gue beli lipstik ini online di www.beautyhaulindo.com karena di olshop mekap langganan gue si frisky ama secret kosong teruuuus... emang gossipnya sih dua warna ini bestseller....

Packing-nya standar. Botol plastik bening yang bikin kita bisa liat warna lipstiknya. Menyenangkan karena ga mesti bolak-balik liat kode, nomor, nama, atau apapun lah untuk tau itu warna apa. Apalagi nama lipstiknya kecil banget nyempil, kalo botolnya ga bening, alamat susah ngebedain, kudu jeli banget ngeliatin atu-atu. Kan capek ya bok...

Ini lipstik Matte pertama gue yang aplikasinya pake kuas. Hore-nya adalah ga harus takut patah.. Seperti lipstik matte gue sebelum sebelumnya yang sering banget patah bahkan di hari pertama gue beli. Hahahaaa...

Kalo baca beberapa review katanya lipstik ini wangi, kok di gue enggak ya? Apa gue yang kurang peka? hahahaha... ga ada wangi apapun. Dan pertama kali di aplikasiin di bibir dingiiiiiin banget. Kesan pertamanya basah kayak bukan matte. Tapi jangan buru-buru diapus, ya... Emang gitu. Tunggu beberapa detik (bibirnya jangan saling dikatupkan karena bakal bikin belepotan), dan matte nya bakal keluar. Kerennn.. Matte banget!!!

Daaaan yang gue sukaaaa adalaaahhh... staying powernyaaa... Finally nemu juga lipstik yang tiap dipake walau makannya geragasan macam apa juga teteeeppp ga ilang. Daaan kalo minum atau makan ga ninggalin bekas di gelas, sedotan, sendok, de el el... Ada lipstik matte gue yang staying powernya lumayan, tapi pas makan tetep ninggalin jejak di gelas atau sedotan atau sendok. Hahaha. Nah lipstik ini enggak dan gue sukaaaaa. Bahagianya tuh kayak akhirnya nemuin partner yang pas untuk kedepannya. *eh tapi bukan berarti abis ini berenti belanja lipstik loh, ya ~

Mengenai warnanya. Dari 3 yang gue beli, seperti yang berulang kali gue bilang, bahwa gue pecinta lipstik bold. Sebenernya pingin sih pake lipstik nude. Tapi gimana dong, daripada keliatan pucet dan malah dibilang ga bahagia, mending engga kan? yang bagus di orang belum tentu bagus di kita, yang cocok di kita belum tentu pula cocok di orang. Oke, jadi 3 warna yang gue beli itu adalah Rebel, Secret, dan Frisky.

Rebel itu warnanya merah keunguan, dimana pas dipake di bibir gue warnanya jadi ungu gelep yang cantiiiiik bangeetttt. Horeeee... Mirip-mirip Purbasari Matte 02 dan ABH Craft. Warna yang belakangan jadi favorite gue itu lohhh :D Sebenernya ini bagusnya sih buat Special Occassion, tapi di gue kok asik-asik aja ya dipake daily use :p

Secret... merah gelap... dark red... deep red.. Merah dengan hint hitam. Kalo yang ga cocok pake warna ini macam abis makan darah, yang syukurnya di bibir gue baik-baik aja. Lagi-lagi ini cocoknya buat special occassion yang baik-baik aja gue jadiin daily use. Akan lebih baik kalo diimbangi dengan riasan smokey eyes (tapi ga gue lakukan karena heboh banget ya bok ngantor aja harus mekapan begitcuuu, hahaaa).

Terakhir Frisky. Merah cabe. Merah teraang yang cantiiiiik sekali... Kalo lagi males mekapan, cukup bedakan dan pake red lipstik aja udah keliatan lengkap. Warna yang kudu selalu ada di mekap case gue untuk alesan "males dandan" itu :D

Saking staying powernya kece, bersihin lipstik ini juga susah bok. Ga cukup di usap air doang. Bagusnya sih pake make up remover. Tapi karena gue sering lupa dan keburu masuk kamar mandi, yaudah aja gue bersihin pake facial wash. Digosok lama lamaaaa dibagian bibir dan bersiih :D

Pokoknya gue puas dan jatuh cinta sama lipstik ini. Dengan harga yang cukup, ga terlalu mahal dan ga juga kemurahan, kualitasnya keren... Pilihan warnanya juga beragam, gue udah ada list warna lainnya yang diincer nih. Abis ini sih niatnya mau nyobain colourpop, tapi jangan bilang-bilang calon laki gue ya nanti diingetin biaya nikah mahal lagiiii =))

Oh iya satu lagi, menurut keterangan di botol lipstik, lipstik ini tahan 2 tahun (24 month) dari sejak dibuka. Horeee!!!

11 Januari 2016

Sumbar Trip

Libur panjang Natalan kemarin, akhirnya bidadari liburan juga. Setelah berbulan-bulan rindu liburan dan bete banget hidup di dusun ini.. Hahaaaa.. Liburan kali ini berkedok kondangan. Salah satu temen kantor yang udah kayak kakak sendiri menikah, dan ga tanggung-tanggung nikahnya di Sumatera Barat! Karena temenan deket ama calon laki dan calon perempuan (uda dan uni), dan karena Sumbar ga jauh-jauh banget dari Rupit (kurleb 9 jam ke Bukit Tinggi), daaaan karena emang gue belum pernah ke Sumbar, plus alesan rindu liburan, akhirnya kita berangkat. Judulnya kondangan, benernya sih liburan =))

Karena yang berangkat semuanya belum pernah ke Sumbar dan buta arah, jadi kita pasrah aja ama guide-nya. Guide ini kebetuan temen sesama cpns kita juga lah. Hahahahaa..

Hari pertama, tujuan kita Bukittinggi. Yang kemudian kita semua sesali karena pusatnya belanja oleh-oleh kan di Bukittinggi. Jadi harusnya kesini itu hari terakhiiiiiir. Hiks. Dan karena udah kesorean, jadi ga semua tempat wisata di Bukittinggi kita datengin. Tapi icon-icon nya mah wajib dong.

Dalam perjalanan menuju Bukittinggi, kita melewati Danau Singkarak (starting poin-nya dari Solok nih, fyi aja). Berenti bentar, foto-foto. Lanjut jalan lagi. Berenti lagi sholat ashar di mesjid (lupa gue nama daerahnya) tapi mesjidnya sebelahan sama Surau Nagari tempat Buya Hamka. Ada yang bisa ngingetin nama daerahnya? :D Foto-foto terus lanjut jalan ke Bukittingi.

Tujuan pertama di Bukittinggi adalah tentu aja Jam Gadang. Jangan ngaku ke Sumbar kalo belom kesini, bukan? Dan ramenya astagaaahhhh... Foto-foto-foto. Nyobain opak yang diatasnya dilimuri kuah kari dan mihun... Beli-beli souvenir dan baju buat oleh-oleh. Terus karena udah sore, kita langsung lanjut ke Ngarai Sianok. Jaraknya kurleb 1 KM dari Jam Gadang dan kita jalan kaki kesana. Dan emang gue sarankan jalan kaki aja karena maceeettttt...

Bukittinggi ini nuansa-nuansanya mirip Bandung. Agak-agak disoriented gitu gue pas disana. Berasa lagi di Bandung. Pas lagi di bukittinggi jangan lupa belanja oleh-oleh, ya. Karena pusat wisata belanjanya itu disini. Baju kaos, jilbab khas, makanan, pajangan, dll, dll. Yang kesini dan butuh penginapan juga jangan khawatir karena di deket-deket Jam Gadang dan Ngarai Sianok itu berjejeran penginapan. Tinggal piliiihh... Cari makan juga gampang.

Oh iya, disekitaran Jam Gadang dan Ngarai sianok ini sebenernya ada Museum apa gitu namanya gue lupa, dan lobang jepang. Juga ada jembatan limpapeh dan kebun binatang. Dan semua jaraknya berdekatan alias bisa dijangkau dengan jalan kaki. Kami ga mampir karena kesorean, nyeselnya ampe sekarang ini. Jadi usahakan kalo ke bukittinggi itu dari pagi. Atau bila perlu nginep jadi dua hari eksplore bukittinggi :D #TipsAlaAla

Hari kedua, kami udah di Batu Sangkar. Karena acaranya uda sama uni di Batu Sangkar dan hari itu mereka akad nikah. Batu Sangkar sekilas mirip Pagaralam. Bedanya Pagaralam hamparan kebun teh, Batu sangkar hamparan padi. Udaranya dingggiiiiin. Gue ga berenti bersin ampe cape dan idung gue berdarah, maklum kan alergi dingin. Jadi, karena akadnya siang, paginya kami jalan-jalan ke perswahan, ceritanya hunting poto ala-ala gitu deh. Siangnya dateng akad. Pulang akad, menjelang magrib gitu, kami ke Istana baso Pagaruyung. Lumayan sekitar setengah jam dari Batu sangkar. Di batu sangkar wisatanya prasasti-prasastian gitu, yang mana kita semua ga minat. Hahahaaa

di Istana Baso Pagaruyung gue dan Arin (salah satu temen liburan kali ini) nyobain pake baju adat Sumbar. Padahal itu yang diatas kepalanya mah imitasi, tapi ya tetep aja beraaaattt. Bikin gue langsung ga pengen nikah pake baju adat itu. *yakali kan emang fa ada darah minangnya, dheaaaaa =)) btw isi didalam istana ini semacam museum, ada beberapa tingkat, yang gue ga masuk kecuali tingkat pertama untuk alasan berfoto doang. Karena gue lagi pake baju adat dan sibuk fotoan di depan. Dan lagi museum beserta cerita sejarah itu emang ga pernah menarik minat gue. Hahahahahahaha.

Pulang dari Istana Baso Pagaruyung, kita mampir minum Kawa Daun. Tau apa itu? Kawa Daun adalah kopi yang berasal dari daun kopi yang dihaluskan, bukan dari biji kopi. Rasanya? Yaa lebih mirip teh kalo menurut gue. Bisa diminum dengan atau tanpa susu, tapi percayalah akan lebih enak kalo pake susu yang banyak... Hihihiii...

Hari ketiga kemanaaaa...?? Paginya acara resepsi uda dan uni. Abis makan siang langsung siap-siap ke Payakumbuh. Tau dong icon Payakumbuh apaan?? Iya! Lembah Harau dan Kelok Sembilan. Yang sayangnya kita ga kesana karena misscomunication ama guidenya. Isshh. Udah ah ga mau bahas ntar bete lagi. Yang jelas pas di Payakumbuh, kita ke Padang Mangateh. Padang rumput yang lebih dikenal dengan New Zealand-nya Indonesia. Padang Mangateh adalah Padang Rumput dan Peternakan Sapi potong. Sbenernya akan lebih asik kalo ada sapi perah dan disediain tempat minum susu seger sih, IMO... Suasananya keren, viewnya kece, udaranya sejuk, tapi karena bete gue jadi ga menikmati. Hahahahaa..

Kebetean hari ketiga masih berlanjut kehari keempat. Hari ini tujuan kita adalah Kota Padang. Main ke Pantai dan beli Keripik Sanjai buat oleh-oleh. Yang terjadi adalah Guide nya bawa kami ke Pasumpahan Island (padahal janji awal ke Pantai Angsa Dua), bukaaaan, bukan berarti Pasumpahan Island ga bagus, tapi karena pada bete dan ngarepnya ketempat lain, jadinya ga asik deehhh. Jalan ke Pasumpahan Island rusak parah, bro. Jangan ajak istri yang lagi hamil muda ya nanti keguguran. Sebelas dua belas ama jalan ke kiluan bay, loh... Sampe ke sungai piaang, nyebrang naik jukung sekitar 10menitan. Biaya nyebrang pulang pergi 50ribu yang ditawar jadi 35ribu per orang... Pasumpahan Island pulaunya kecil. Ga butuh waktu berjam-jam buat dikelilingi, dan kata temen yang lain pemandangan bawah lautnya keren (tapi gue ga snorkling). Tempatnya lumayan bersih kecuali kamar mandinya yang airnya bauuuuuu dan pintunya ga bisa dikunci. Dan karena datengnya hari minggu plus lagi libur gitu, jadilah pulaunya rame dan ga asik....

Pulang dari Pasumpahan Island, malem, langsung ke Kota Padang. Mampir beli oleh-oleh di Christine hakim, ngeceng di Jembatan Siti Nurbaya, ngeliat city light dari Jembatan Siti Nurbaya, dan beli kaos oleh-oleh di Tang-Kelek (distro khas minang kalo di Palembang semacam Nyenyes dan MusiMania). Abis itu pulang dengan kecapekan.

Besoknya, hari kelima, kita pulang.

Benernya sih masih banyak banget yang pengen dikunjungi. Tapi keterbatasan waktu dan kemampuan fisik yang bikin kita udahan. Next time lagi deh y gaes... Yang pasti bisa Trip keliling sumbar walau belum keliling banget ini aja udah bahagiaaaaaa banget rasanya, walau ada beberapa hal yang bikin dongkol siyyhh...

Tips yang mau trip keliling sumbar. Pertama, bikin list tempat wisata yang mau dikunjungi, satu hari satu kota/kabupaten. Jarak antar kota/kab nya mayannnn jauh-jauh tapi masih bisa dijangkau lah... Kedua, bukittinggi itu taro di itinerary hari terakhir ya. Inget!!! Ketiga, siapin waktu satu minggu atau sepuluh hari sekalian biar puas dan semuanya dapet.

Pulang-pulang tepar. Inilah dio uji rindu liburan, dientakke liburan sekali, rengkooo galooo bidadari... (ayo siapa yang bisa translate? :p)

Jadi, bagaimana liburan akhir tahun kalian? :)

Ps. Foto-foto gue bisa dilihat di instagram gue @dheaadyta yaaa karena mau di upload semua disini kebanyakan bok... *sok ngartis*

5 Januari 2016

2016 resolusi

Postingnya telat, baru sempet euy. Ada suatu drama yang terjadi yang bikin gue ga konsen ngapa-ngapain. Alhamdulillah udah clear. Jadi, mari lihat, apa-apa yang gue pengen gue capai dan apa-apa yang gue rencanakan di 2016.

Setelah lulus CPNS, harapan gue tahun ini adalah lulus Prajab dan lekas dilantik PNS. Lancar prajabnya yang bagi gue hororrr dan bikin gue udah pengen demem dari sekarang. Hahahaha. Alesan lain lekas dilantik PNS sih biar rencana nikahnya lancar, ehem. Dan biar cepet dapet gaji full. Rindu belanja sesukanya euy :')

Harapan lainnya yang ga kalah besar adalah gue mau lulus Sertifikasi Auditor tahun ini. Mudahkan dan lancarkan ya Allah. Bukan ambisi atau apa. Entarannya tetep mau di inspektorat atau dipindahkan sih urusan entar. Yang penting lulus auditor dulu. Gimana-gimananya entarrr dipikirkan lagi :)

Betah di Rupit, ga gampang homesick. Betah betah sampe batas waktu yang tidak ditentukan. Semoga listrik dan sinyal hape udah lancar tahun ini ya Allah. Semoga indomaret juga udah masuk kesini tahun ini. *eh ini resolusi gue apa gimana nih? hahaha

Mampu ngeluarin mobil dari garasi rumah yang sempitnya amit-amit. Kan sia-sia udah lancar nyetir mobil manual ampe kursus kalo ngeluarin dari garasinya yang ga mampu. Hahahaha. Mudah-mudahan dapet rejeki lebih biar bisa nyokong benerin garasi rumah jadi lebih lebaran hahahhahaa

Entah gimana caranya, pingin banget udah mulai buka Public Library. Tapi udah sekian tahun ini belum nemu juga metode yang pas-nya gimana. Alhamdulillah buku di rak udah disusun rapi sesuai resolusi tahun kemarin, tapi masih belum di sampulin plastik semuanya. Dan syukurnya ga acak-acakan lagi karena sekarang udah ga tinggal dirumah, jadi udah jarang ngobrak-abrik rak buku, dan juga udah jarang belanja buku sih. Hahahahaha

Beli spring bed queen size. Terlepas mau ditaro dirumah (buat mudik pasca nikah entar) atau di kosan juga urusan entar. Tapi tahun ini pengen beli... #penting

Makan sayuurrr... Hahahaa... Yang mulai diawali dengan kembang kol, wortel, kentang, buncis... Kemudian sayur sayuran ijo lainnya... Makan palling dua tiga suap... Mudah-mudahan ntar udah bisa makan sayur bening semangkok tanpa rasa mau muntah =))

Mulai nyicil beli kelengkapan buat ehem.. Hahahahahahahahaaa... Bantu doakan yang baik-baik yaaahh biar segala prosesnya lancar dan segala kelengkapannya lekas cukup. Aamiin. Aamiin...

Liburan minimal 2x dalam tahun ini. As usual. Tahun lalu rencananya Pahawang dan Lombok. Realisasinya Lembang, Bandung dan Keliling Sumbar (eniwei postingan tentang keliling sumbarnya entaran nyusul ya.. entah sibuk apa gue kok ga sempet-sempet). Tahun ini ga mematok pingin kemana. Semoga rejeki lancar dan waktunya ada, biar sempet liburan refreshing, dua kaliii aja. Dan ga harus jauh-jauh juga lah... Aamiin...

Sering diajak ngaudit biar dapet banyak SPPD... Ya Allah, bidadari perlu banyak duit ya Allah... Hahhahaaa.. Aamiin. Aamiin...

Lebih rajin beribadah lagi. Makin banyak ngafalin ayat pendek. Resolusi yang ga.pernah lupa ditulis tiap tahun karena menurut gue ga akan pernah cukup tercapai tentang ini. Ingatkan dea ketika mulai lalai ya Allah. Bimbing dea agar terus berada dijalan yang benar. Aamiin. Aamiin. Aamiin.

Semoga apa-apa yang dea dan wawan rencanakan di awal tahun ini akan diberi banyak kelancaran dan kemudahan. Dari rencana A ampe Z, dari kebutuhan A sampe Z. Allah sebaik-baik pengatur rencana. Kalo kelak sampai kami berdua tiba di umur ke-26 dan masih belum sama-sama, semoga yang kekeuh nanya "kapan" itu berenti nanya dan bantu doain aja. Hehehehe. Aamiin.

Terus apalagi, ya? Hmm...

Pokoknya mah resolusi tahun ini yang paling gede tuh ya itu.. ituuuu... hahahahaaa... bantu aamiin-kan, yaaaa :)

So..

Hai, 2016... Dea siapppp....

3 Januari 2016

Kaleidoskop 2015

Astaga. Astaga. Astaga.
Time flies so fast... 2015 udah abis ajah... *dan masih single =))

Postingan kali ini, seperti biasa, gue pingin me-list satu per satu apa saja yang udah kejadian ama gue di 2015... Tapi beneran loh, ga kerasaaaa, tau-tau udah abis ajaaa :')

So, here we go...

Januari :
Akhirnya merealisasikan resolusi beberapa tahun terakhir buat lancar nyetir mobil manual. Karena selalu kelabakan tiap papah ga ada, maka Tahun ini di awali dengan kursus nyetir mobil biar nyetir mobil manualnya lancar. Bismillah...

Februari :
Lulus PNS Pemkab Musi Rawas Utara formasi Auditor. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Mungkin udah ada yang baca di blogpost, bahwa bulan ini ada sesuatu yang gue syukuri dengan sangat. Perjuangan keras gue di akhir tahun lalu memberikan hasil yang bikin bahagiaaaaa banget. Sesuai dengan apa yang gue minta dan mudah-mudahan ga menyulitkan rencana menikah. Aamiin.

Bolak-balik ngurus berkas buat daftar ulang PNS, disambil kerja yang lagi banyak-banyaknya, bikin bidadari akhirnya drop. Pulang dari pemberkasan masuk Rumah Sakit, Demam Berdarah boookk xD Emang dasar lemah banget, ya.. Etapi gue semingguan full mondar mandir sana siniiihhh.. :')

Maret :
Wisuda dari bankir. Resign yang kata orang kecepetan. Tapi menurut gue pas. Istirahat dulu, nemenin mamah berobat dulu ampe sehat. Biar lega hati ninggalin mamah mau kerja jauh. Dan pilu banget ninggalin team yang lagi jaya-jaya nya. Piluuuu banget ninggalin mereka yang 7 hari dalam seminggu selalu sama gue, makan minum bobok bareng. Semoga kelak ketemu lagi dengan pekerjaan baru kalian masing-masing yang lebih hebat. Semoga kalian baik-baik setelah ditinggalin. Aamiin.

Liburan ke Bandung berdua adek nda. One day in Lembang. Ngabisin sisa duit di tabungan yang makin menipis. Hahahaha. Ketemu Firah yang setelg bertahun-tahun sahabatan di socmed. Hahaha.

April :
Mamah masuk RS. Puncak dari segala pengobatan yang kami usahakan tahunan ini. Semoga bener-bener hilang semuanya setelah ini. Aamiin.

Mei :
Punya rencana ganti hape, tapi karena belum ada duitnya jadi ditahan-tahan. Eehhh tetiba hape gue nyebur bebas ke bak. Mati totaaaal. Terpaksa beli hape baru pake sisa-sisa duit tabungan :')

Juni :
Pelantikan CPNS. Setelah drama ini itu dan nunggu sekian bulan. Alhamdulillah dilantik juga!!

Puasa jauh dari rumah. Dari hari pertama ampe hari terakhir. Masak sendiri, buka sahur sendiri, apa-apa sendiri. Life!!

Juli :
Lebaran bareng ayaank :*

Agustus :
Beli tab baru, dapet duit dari kantor. Pengen beli tab emang udah dari kapan tahun, baru kesampean ini...

September :
Aqiqah Baby Alenadri, anak kedua ayuk meri. Kumpul keluarga suman rasyid, ketemu calon ayuk ipar baru (calon istri kak andi). Bahagiaaa ~

Oktober :
Lulus sertifikasi pengadaan barang dan jasa. Alhamdulillah.

Karena jarak, kado ulang tahun si ayank tahun ini dikirim via pos. Berasaaa banget ya LDR nyaaaa :')

November :
Special birthday. Dirayain anak-anak satu kantor karena lagi diklat. Banyak doa baik yang masuk dan di aamiin kan.

Berantem dikit ama ayank karena jarak, ngotot nekat sendirian ke Pagaralam dari Rupit, nyasar-nyasar, benerin apa yang bisa dibenerin. Alhamdulillah berantemnya itu bikin kita jadi bahagia setelahnya... :)

Desember :
Long holiday natal ke Sumbar, niatnya kondangan uda sama uni. Keliling Sumbar lima hari, meski ga puas-puas banget karena ngerasa kurang, tapi seneng. Alhamdulillah masih dikasih nikmat bisa liburan...

Dan..
Udah sampe aja di ujung 2015. Masih banyak yang belum kesampen, tapi Alhamdulillah 80 persen kesampean.

Terimakasih 2015. Dea belajar banyak hal... Dea menjalankan hidup baru yang jauh berbeda..

Selamat datang 2016
Ada banyak rencana besar di tahun ini, semoga Allah beri banyak kemudahan dan kelancaran. Aamiin. Aamiin.

Blog Design ByWulansari