16 Januari 2009
"Aku sayang kamu..." Kamu berbisik mesra. Tiga kalimat ajaib yang meluluh lantakkan hatiku.
Aku tersenyum lembut. Menatap lurus tepat kedalam dua bola mata cokelatmu.
Ah... masih ada dia disana...
Sesuatu berdenyut perih, disela tarikan nafasku...
"Aku juga..." jawabku pelan, masih tetap tersenyum.
Lalu kemudian, kita akan hanyut dalam ciuman hebat. Dan aku akan melupakan fakta, bahwa ada dia dimatamu...
16 Januari 2010
"Aku sayang banget sama kamu, dhe..."
Pertemuan kali ini, kamu masih saja membisikkan kalimat ajaib itu ke telingaku. Dan aku masih saja tersenyum lembut. Mengabaikan setiap denyut perih disela tarikan nafasku yang mendadak hadir, saat aku mendapati, masih ada dia dimatamu...
Aku bahkan tidak pernah menanyakan, kenapa dia ada disana. Bukan hanya karena aku sudah tau alasannya. Tapi terlebih karena aku tidak ingin menyadari fakta itu.
Iya. Aku sedang terus membohongi diri sendiri. Berpura-pura bahwa kamu belum dimiliki oleh dia. Dia yang ada di dalam bola matamu itu.
16 Januari 2011
"Aku sayang sama kamu, dhe..."
Kali ini, segumpal kalimat mendesak keluar, ketika kalimat ajaib itu meluncur jelas dari mulutmu...
"Kalo kamu sayang sama aku, kenapa kamu nggak pernah mau ninggalin dia?"
Dan aku melihatmu terdiam. Kehilangan kata-kata. Kamu tentu tidak menyangka, ya?
Dua tahun dan aku tidak pernah bertanya apapun padamu. Hanya karena aku terlalu takut pertanyaan itu menyebabkan perpisahan kita. Tapi cukuplah itu. Sekarang. Hari ini. Pertahanan itu goyah. Saat kamu bisikkan kalimat ajaib yang meluluhlantakkan hati. Dan aku masih saja mendapati, ada dia dimatamu...
Kalo kamu sayang sama aku, kenapa kamu nggak pernah mau ninggalin dia dan memilihku? Kenapa aku hanya bisa jadi yang kedua bagimu? Yang bahkan tidak pernah bisa menciummu setiap saat aku ingin? Yang bahkan harus berhati-hati menyimpan namamu dalam hati?
Kalo kamu sayang samau aku, kenapa ada dia dimatamu?
17 Januari 2012
16 Januari 2012
#3 : DearBebii
Aku suka... setiap kali kamu berbisik mesra tiga kata ajaib itu, tepat di telingaku, saat aku bahkan sama sekali tidak siap. Sensasi debar jantungnya itu loh, berkali-kali lipat :)
Lalu kemudian kita akan berbincang berdua saja, duduk bersebelahan, berjam-jam lamanya. Obrolan yang sejatinya itu-itu saja, becandaan random kita yang juga hanya itu-itu saja. Tapi toh kita tetap menikmatinya. Bahkan selalu terasa kurang, ya?
Kemudian kamu akan mengecup lembut keningku. Menatap lurus kedalam dua bola mataku. Dan sekali lagi, sama-sama, mengucapkan mantra yang rasanya tidak pernah ampuh. Tapi toh selalu kita ucapkan :)
Bahwa jarak akan selalu bisa dikalahkan oleh hati.
Bahwa kita akan segera bertemu lagi. Segera. Duduk bersisian dan ngobrol random berdua saja, berjam-jam lagi. Segera.
Tapi aku tetap saja akan merengek sekitar lima sampai sepuluh menit padamu. Bergelendotan manja di lenganmu. Mengatakan bahwa kenapa harus ada jarak? Kenapa kita nggak bisa setiap saat berduaan?
Lalu kamu sekali lagi akan mengecup keningku dengan lembut, menatap kedua bola mataku, dan berkata... "Bukan nggak bisa, tapi belum..."
Dan senyuman kamu itu. Obat semua keraguan bahkan ketakutan bagi hatiku. Maka, sedetik kemudian, aku akan melepaskan genggamanku. Membiarkan kamu memasang helm dan menaiki motormu..
Lalu... lima sampai sepuluh menit kemudian, kita masih akan terus mengobrol. Dengan aku yang berdiri di samping kamu yang sudah stand by diatas motor dengan helm-mu.
"Kita akan baik-baik saja. Jarak adalah sesuatu yang selalu bisa dikalahkan oleh hati. Kita akan segera ketemu"
Dan kita akan sama-sama tersenyum, lalu kamu akan mulai menghidupkan motormu, menoleh kearahku sekali lagi, berpamitan, dan akhirnya melajukan motormu menjauh. Aku? aku akan tetap berdiri di depan pintu kamar kostanku, menunggu hingga motormu hilang di tikungan depan. Lalu terduduk lemas, dan merasakan rindu yang teramat sangat kembali mendera.
Aku sayang kamu.
Segeralah lulus kuliah, ya? Dapet kerja mapan. Biar kita nggak melulu tersiksa setiap harus berpisah karena weekend telah selesai :)
Lalu kemudian kita akan berbincang berdua saja, duduk bersebelahan, berjam-jam lamanya. Obrolan yang sejatinya itu-itu saja, becandaan random kita yang juga hanya itu-itu saja. Tapi toh kita tetap menikmatinya. Bahkan selalu terasa kurang, ya?
Kemudian kamu akan mengecup lembut keningku. Menatap lurus kedalam dua bola mataku. Dan sekali lagi, sama-sama, mengucapkan mantra yang rasanya tidak pernah ampuh. Tapi toh selalu kita ucapkan :)
Bahwa jarak akan selalu bisa dikalahkan oleh hati.
Bahwa kita akan segera bertemu lagi. Segera. Duduk bersisian dan ngobrol random berdua saja, berjam-jam lagi. Segera.
Tapi aku tetap saja akan merengek sekitar lima sampai sepuluh menit padamu. Bergelendotan manja di lenganmu. Mengatakan bahwa kenapa harus ada jarak? Kenapa kita nggak bisa setiap saat berduaan?
Lalu kamu sekali lagi akan mengecup keningku dengan lembut, menatap kedua bola mataku, dan berkata... "Bukan nggak bisa, tapi belum..."
Dan senyuman kamu itu. Obat semua keraguan bahkan ketakutan bagi hatiku. Maka, sedetik kemudian, aku akan melepaskan genggamanku. Membiarkan kamu memasang helm dan menaiki motormu..
Lalu... lima sampai sepuluh menit kemudian, kita masih akan terus mengobrol. Dengan aku yang berdiri di samping kamu yang sudah stand by diatas motor dengan helm-mu.
"Kita akan baik-baik saja. Jarak adalah sesuatu yang selalu bisa dikalahkan oleh hati. Kita akan segera ketemu"
Dan kita akan sama-sama tersenyum, lalu kamu akan mulai menghidupkan motormu, menoleh kearahku sekali lagi, berpamitan, dan akhirnya melajukan motormu menjauh. Aku? aku akan tetap berdiri di depan pintu kamar kostanku, menunggu hingga motormu hilang di tikungan depan. Lalu terduduk lemas, dan merasakan rindu yang teramat sangat kembali mendera.
Aku sayang kamu.
Segeralah lulus kuliah, ya? Dapet kerja mapan. Biar kita nggak melulu tersiksa setiap harus berpisah karena weekend telah selesai :)
#2 : DearBebii - Hari itu
Dear Bebii,
Apa kamu sudah siap? Haha. Aku? Ah, retoris, sayang! Tiap inget itu, antara excited dan khawatir. Disatu sisi, aku pengen hari itu cepet-cepet dateng, we’ve been waiting long enough kaaaaan... Tapi, disisi lain, aku pengen waktu berdetak lambat biar hari itu nggak segera datang. Aku... errr... Banyak hal yang belum aku pelajari, bii... semacam takut terjadi kekacauan setelahnyaaa :D
Tapi... Iya deh, iya... Aku siap kalo kamu siap... Hhahhaha... Labil, ya?
Allah memang baik, ya, bii.... Allah sudah merencanakan semuanya baik-baik... Apa kamu pernah berfikir jalannya bakal begini? Aku sih nggak :D Tapi... Alhamdulillah yaaa... Seperti yang selama ini selalu kita lakukan, percaya, percaya bahwa apa yang ditakdirkan Allah buat kita adalah yang terbaik :)
Dan aku balik deg-degan lagi dooooong sambil nulis ini. Nginget kalo hari itu bergerak semakin dekat.
Psssstttt.... kamu udah beli cincinnya? Kemarin, aku jalan berdua mamah, mampir ke gerai cincin. Ada salah satu yang aku taksir disana. Oke. Ini kode. Hahaha.
I love you, bii... Terimakasih sudah selalu jadi segalanya buat aku... You’re great! :*
Apa kamu sudah siap? Haha. Aku? Ah, retoris, sayang! Tiap inget itu, antara excited dan khawatir. Disatu sisi, aku pengen hari itu cepet-cepet dateng, we’ve been waiting long enough kaaaaan... Tapi, disisi lain, aku pengen waktu berdetak lambat biar hari itu nggak segera datang. Aku... errr... Banyak hal yang belum aku pelajari, bii... semacam takut terjadi kekacauan setelahnyaaa :D
Tapi... Iya deh, iya... Aku siap kalo kamu siap... Hhahhaha... Labil, ya?
Allah memang baik, ya, bii.... Allah sudah merencanakan semuanya baik-baik... Apa kamu pernah berfikir jalannya bakal begini? Aku sih nggak :D Tapi... Alhamdulillah yaaa... Seperti yang selama ini selalu kita lakukan, percaya, percaya bahwa apa yang ditakdirkan Allah buat kita adalah yang terbaik :)
Dan aku balik deg-degan lagi dooooong sambil nulis ini. Nginget kalo hari itu bergerak semakin dekat.
Psssstttt.... kamu udah beli cincinnya? Kemarin, aku jalan berdua mamah, mampir ke gerai cincin. Ada salah satu yang aku taksir disana. Oke. Ini kode. Hahaha.
I love you, bii... Terimakasih sudah selalu jadi segalanya buat aku... You’re great! :*
Published with Blogger-droid v1.7.4
14 Januari 2012
#1 - DearBebi : Sombong?
Dear Bebii,
Kamu bener. Hari ini, aku baru saja menyadari. Ah, sebenarnya sih udah dari kemarin-kemarin. Hanya saja aku masih terus menyangkal. Seperti yang selalu kamu bilang, nggak boleh suudzon sama orang lain :) Tapi kali ini rasanya nggak ada hal yang bisa di sangkal lagi. Aku setuju pada statementmu itu, bii. :D
Yang aku nggak habis pikir itu, bii... Kenapa mesti repot? Sebenernya simpel aja... Kalo dia mampu ngikutin, ya sok atuh diikutin. Kalo nggak mau ngikutin, yaudah diem ajah...
Jadi. Kalo aku pergi-pergi ke luar kota. Terus aku foto-fotoan. Kemudian fotonya di upload. Itu namanya pamer ya, bii? Nyombong, ya? Atau kalo misalnya aku dateng ngehadirin suatu event, aku foto-fotoan, terus aku upload... itu juga namanya pamer, ya? Sebenernya definisi “pamer” dan “nyombong” itu yang gimana sih, bii? Karena jujur, aku nggak pernah maksud menyombongkan atau memamerkan apapun. Apa iya kesannya malah nyombong? Malah kayak aku pamer gitu pernah kesana, atau pamer gitu pernah dateng keacara itu. Iya kah, bii?
Kalo detail sepele fotoan di suatu tempat, terus upload itu namanya pamer atau nyombong, berarti ribet yah, bii? Jangan-jangan aku upload foto tanganku diinfus juga dibilang pamer? Atau aku upload foto mesra kita berdua juga dibilang pamer? Aku nggak kebayang gimana ntar kalo aku upload foto wisuda-anku... Bakalan dibilang pamer juga dong, ya, bii?
Emangnya aku pernah menyombongkan sesuatu, bii?
Aku nggak sombong kok aku punya pacar kayak kamu, tapi aku bangga, setelah perjuangan kita yang sedemikian rupa, akhirnya kita bisa saling menggenggam tangan. Sombong sama bangga itu beda kan, bii, yah?
Aku juga nggak pernah sombong aku pake android. Karena toh harga androidku jauuuuuh dibawah harga blackberry yang kamu dan teman-temanmu pake. Androidku murahan. Tapi aku bangga karena aku beli android itu pake duitku sendiri, bukan hasil rengekan ke mamah-papah. Aku bangga karena android itu adalah bentuk nyata dari duit hasil kerja aku sendiri. Sombong sama bangga itu beda, kan, bii?
Aku juga gak pernah nyombong punya sahabat gila macam sixfrenly. Tapi aku bangga punya mereka. Mereka yang sedia memeluk saat aku seneng maupun sedih. Ahh, apa sombong dan bangga itu memang sejenis, bii?
Dan masalah harta orang tua. God! Ini apalagi. Aku nggak pernah sombong papa mama gini gitu. Tapi iyaa. Aku bangga mereka selalu berusaha memenuhi setiap kebutuhanku,, apapun caranya. Jadi. Apa sombong dan bangga itu sejenis?
Jadi. Bisakah beritahu aku. Definisi “sombong” dan “pamer” itu?
Kamu bener. Hari ini, aku baru saja menyadari. Ah, sebenarnya sih udah dari kemarin-kemarin. Hanya saja aku masih terus menyangkal. Seperti yang selalu kamu bilang, nggak boleh suudzon sama orang lain :) Tapi kali ini rasanya nggak ada hal yang bisa di sangkal lagi. Aku setuju pada statementmu itu, bii. :D
Yang aku nggak habis pikir itu, bii... Kenapa mesti repot? Sebenernya simpel aja... Kalo dia mampu ngikutin, ya sok atuh diikutin. Kalo nggak mau ngikutin, yaudah diem ajah...
Jadi. Kalo aku pergi-pergi ke luar kota. Terus aku foto-fotoan. Kemudian fotonya di upload. Itu namanya pamer ya, bii? Nyombong, ya? Atau kalo misalnya aku dateng ngehadirin suatu event, aku foto-fotoan, terus aku upload... itu juga namanya pamer, ya? Sebenernya definisi “pamer” dan “nyombong” itu yang gimana sih, bii? Karena jujur, aku nggak pernah maksud menyombongkan atau memamerkan apapun. Apa iya kesannya malah nyombong? Malah kayak aku pamer gitu pernah kesana, atau pamer gitu pernah dateng keacara itu. Iya kah, bii?
Kalo detail sepele fotoan di suatu tempat, terus upload itu namanya pamer atau nyombong, berarti ribet yah, bii? Jangan-jangan aku upload foto tanganku diinfus juga dibilang pamer? Atau aku upload foto mesra kita berdua juga dibilang pamer? Aku nggak kebayang gimana ntar kalo aku upload foto wisuda-anku... Bakalan dibilang pamer juga dong, ya, bii?
Emangnya aku pernah menyombongkan sesuatu, bii?
Aku nggak sombong kok aku punya pacar kayak kamu, tapi aku bangga, setelah perjuangan kita yang sedemikian rupa, akhirnya kita bisa saling menggenggam tangan. Sombong sama bangga itu beda kan, bii, yah?
Aku juga nggak pernah sombong aku pake android. Karena toh harga androidku jauuuuuh dibawah harga blackberry yang kamu dan teman-temanmu pake. Androidku murahan. Tapi aku bangga karena aku beli android itu pake duitku sendiri, bukan hasil rengekan ke mamah-papah. Aku bangga karena android itu adalah bentuk nyata dari duit hasil kerja aku sendiri. Sombong sama bangga itu beda, kan, bii?
Aku juga gak pernah nyombong punya sahabat gila macam sixfrenly. Tapi aku bangga punya mereka. Mereka yang sedia memeluk saat aku seneng maupun sedih. Ahh, apa sombong dan bangga itu memang sejenis, bii?
Dan masalah harta orang tua. God! Ini apalagi. Aku nggak pernah sombong papa mama gini gitu. Tapi iyaa. Aku bangga mereka selalu berusaha memenuhi setiap kebutuhanku,, apapun caranya. Jadi. Apa sombong dan bangga itu sejenis?
Jadi. Bisakah beritahu aku. Definisi “sombong” dan “pamer” itu?
Published with Blogger-droid v1.7.4
12 Januari 2012
I'm back!
Hello, world!!
Ahhh... Setelah nyaris semingguan "terpenjara", finally kemaren gue bebas juga.... Iyah... Jadi, jumat malem lalu gue sempet opname di rumah sakit, dan baru bisa keluar rabu siang kemaren. Nyaris seminggu bok! Sakit apa, dhe? Maag. Bhahahaha.... Sepele ya kedengerannya. Tapi gue maag kronis, bok! Dokter bahkan bilang, telat dikit aja, bisa berakibat fatal buat gue. (amit-amit)
Jadi gue sakit udah dari selasa siang. Tapi dasaran bandel, gue tahan-tahan aja sakitnya. Malah masih sempet ngajakin adek yang lagi liburan ke palembang itu jalan-jalan seharian. Eh, tiga harian deng. Nonton, shopping, muter-muter. Iya. Sambil nahan sakit perut gue yang maha dashyat itu. Daaaan begonya, gue tetep makanan pedes, junk-food, dan parahnya minum soda!!!
Kamis malem puncaknya. sakit minta ampun, dan gue nangis sepanjang malem.... sampe cowok-cowok sekostan plus adek pada ribet ngurusin gue. Ngompres perut pake aer panas. Beli obat maag ini itu. Dan nggak ada yang mempan!!! Mama-papa bolak-balik nelpon, bebii apalagi. Dan gue sukses bikin semua orang PANIK!!
Jumat dijemput papah, pulang prabumulih. Oh. Gue udah berobat kok di Palembang. Tapi, yes. Gue yang dari kecil selalu dijejeli sama antibiotik dan obat-obatan paten, nggak mempan sama obat-obatan generik :( Sepanjang perjalanan balik Prabumulih ujan deres, dan macet. Gue nangis sepanjang jalan. Sakit perut yang udah nggak tahan banget lagi. Papa panik. Mama apalagi. Dan nggak ada yang bisa nolong gue.
Setengah 11 malem sampe Rumah Sakit di Prabumulih, gue langsung masuk UGD, dan OPNAME!!
disitulah penderitaan dimulai. Tangan kanan diinfus. Gue susah mau ngapa-ngapain. Makan disuapin si bungsu. Mo pipis mesti ditemenin. Tiduran sepanjang hari. Nggak mandi. Belum lagi mesti nahan sakit perut yang maha dashyat itu. DAN LAGI MESTI TIDUR DIRUANG AC!!! Ya Allah. Yang terakhir itu penderitaan yang super banget buat gue!!
Jalan 3 hari, sakit di perut gue nggak mereda. Mual-muntah nya juga tetep. Mama papa udah khawatir. Akhirnya dokter penyakit dalam langganan gue itu menganjurkan untuk endoscopy. Ada yang tau? Ini adalah semacam rontgen versi canggihnya. Kalo lo ngebayangin perut gue ditempelin alat gitu, lo salah besar. Endoscopy ini, kamera kecil dan selang panjang dimasukin lewat mulut gue, menuju organ dalam perut gue, dan di foto. Sakit? Entahlah. Gue di bius soalnya. Nggak ngerasa apa-apa, tapi sebelumnya gue takuuuut pisan. Pas dibilang mau endoscopy, gue yang udah kepikiran dan ketakutan setengah mati. Sampe tensi darah naek xD
Abis endoscopy, sadar dari bius. Ada bebii. Hehe. Dia dateng. Iya. Dia baru dateng besuk di hari ke-4 gue opname. Bukan dia nggak mau sih. Tapi ya jarak yang jauh dan lagi dia ujian. Gue udah cukup bikin dia panik dengan nelpon tengah malem dan nangis-nangis sakit perut. Jadi gue nggak mau ngacauin ujian dia dengan ngerengek minta di besuk :p Hari itu, malemnya bebii nginep di rumah sakit, nungguin gue, sama papah. Tidur disebelah gue. Jagain gue. Bahkan, papa bilang, bebii nggak tidur karena takut kelewatan ngasih tau suster infus gue abis. Ah, bebiii :')
abis di besuk bebii, gue jadi agak sehatan. Mama yang udah paham banget langsung bilang, "si Mbak ini mah sakitnya sakit kangen sama kakak..." :D Iya. Gue kalo sakit emang suka sampe demem. Tapi nggak sampe maag kronis juga kali, mom!!! Hhahahaha... Abis bebii dateng, gue yang udah bisa bangun dari tidur, duduk, ketawa-ketiwi, udah agak segeran lah pokoknya. Yaaah, mungkin selaen maag parah, gue juga kangen bebii. Iya lah, 10 hari lebih nggak ketemu karena libur dan bebii ujian :D
Gue opname pake Asuransi Kesehatan dari kantor papah. Alhamdulillah dapetnya di VVIP. Kamar yang sebenarnya nyaman tapi enggak buat gue karena ACnya kenceng banget!! Kamar yang bagi gue malah kayak hotel. Malah abang sepupu gue bilang "Ini mah kayak kostan ya, dek?". Jiahahhaha.
Si bebii nyeletuk pelan, tentang tempelan cara penggunaan shower dan bathub di kamar mandi. Bebii bilang "Ngapain pake tempelan pemberitahuan gitu, orang yang di VVIP udah pasti menengah atas, masa iya ga bisa pake...". Gue ketawa. Gue?? Kalo bukan karena asuransi kesehatan dari perusahaan papah, nggak bakalan bisa bayar buat ada di kamar itu. Hhehehe... Kalo pun duitnya ada, sayang aja kali.... Dimanapun kamarnya, toh sama aja, tetep dirawat dengan baik :)
Sebelum pulang gue sempet foto beberapa bagian dari kamar gue itu... Ini nih penampakannya!!
Sampe akhirnya, rabu pagi, dokter bilang, gue udah boleh pulang. Alhamdulillah :D
Sakit itu nggak enak. Sehat itu mahal. Beneran. Seminggu di Rumah Sakit, plus endoscopy, plus kamar VVIP, plus obat-obatan paten.... Gatau gue berapa juta yang mesti dibayar... Syukurnya semua di tanggung perusahaan papah... Gatau gimana ntar kalo udah kerja dan lepas dari tanggungan perusahaan papah.... Semoga setelah ini sehat-sehat aja terus, deh.... *lirik daftar pantangan makanan dan setumpuk obat yang harus abis*
Ahhh... Setelah nyaris semingguan "terpenjara", finally kemaren gue bebas juga.... Iyah... Jadi, jumat malem lalu gue sempet opname di rumah sakit, dan baru bisa keluar rabu siang kemaren. Nyaris seminggu bok! Sakit apa, dhe? Maag. Bhahahaha.... Sepele ya kedengerannya. Tapi gue maag kronis, bok! Dokter bahkan bilang, telat dikit aja, bisa berakibat fatal buat gue. (amit-amit)
Jadi gue sakit udah dari selasa siang. Tapi dasaran bandel, gue tahan-tahan aja sakitnya. Malah masih sempet ngajakin adek yang lagi liburan ke palembang itu jalan-jalan seharian. Eh, tiga harian deng. Nonton, shopping, muter-muter. Iya. Sambil nahan sakit perut gue yang maha dashyat itu. Daaaan begonya, gue tetep makanan pedes, junk-food, dan parahnya minum soda!!!
Kamis malem puncaknya. sakit minta ampun, dan gue nangis sepanjang malem.... sampe cowok-cowok sekostan plus adek pada ribet ngurusin gue. Ngompres perut pake aer panas. Beli obat maag ini itu. Dan nggak ada yang mempan!!! Mama-papa bolak-balik nelpon, bebii apalagi. Dan gue sukses bikin semua orang PANIK!!
Jumat dijemput papah, pulang prabumulih. Oh. Gue udah berobat kok di Palembang. Tapi, yes. Gue yang dari kecil selalu dijejeli sama antibiotik dan obat-obatan paten, nggak mempan sama obat-obatan generik :( Sepanjang perjalanan balik Prabumulih ujan deres, dan macet. Gue nangis sepanjang jalan. Sakit perut yang udah nggak tahan banget lagi. Papa panik. Mama apalagi. Dan nggak ada yang bisa nolong gue.
Setengah 11 malem sampe Rumah Sakit di Prabumulih, gue langsung masuk UGD, dan OPNAME!!
disitulah penderitaan dimulai. Tangan kanan diinfus. Gue susah mau ngapa-ngapain. Makan disuapin si bungsu. Mo pipis mesti ditemenin. Tiduran sepanjang hari. Nggak mandi. Belum lagi mesti nahan sakit perut yang maha dashyat itu. DAN LAGI MESTI TIDUR DIRUANG AC!!! Ya Allah. Yang terakhir itu penderitaan yang super banget buat gue!!
Jalan 3 hari, sakit di perut gue nggak mereda. Mual-muntah nya juga tetep. Mama papa udah khawatir. Akhirnya dokter penyakit dalam langganan gue itu menganjurkan untuk endoscopy. Ada yang tau? Ini adalah semacam rontgen versi canggihnya. Kalo lo ngebayangin perut gue ditempelin alat gitu, lo salah besar. Endoscopy ini, kamera kecil dan selang panjang dimasukin lewat mulut gue, menuju organ dalam perut gue, dan di foto. Sakit? Entahlah. Gue di bius soalnya. Nggak ngerasa apa-apa, tapi sebelumnya gue takuuuut pisan. Pas dibilang mau endoscopy, gue yang udah kepikiran dan ketakutan setengah mati. Sampe tensi darah naek xD
Abis endoscopy, sadar dari bius. Ada bebii. Hehe. Dia dateng. Iya. Dia baru dateng besuk di hari ke-4 gue opname. Bukan dia nggak mau sih. Tapi ya jarak yang jauh dan lagi dia ujian. Gue udah cukup bikin dia panik dengan nelpon tengah malem dan nangis-nangis sakit perut. Jadi gue nggak mau ngacauin ujian dia dengan ngerengek minta di besuk :p Hari itu, malemnya bebii nginep di rumah sakit, nungguin gue, sama papah. Tidur disebelah gue. Jagain gue. Bahkan, papa bilang, bebii nggak tidur karena takut kelewatan ngasih tau suster infus gue abis. Ah, bebiii :')
abis di besuk bebii, gue jadi agak sehatan. Mama yang udah paham banget langsung bilang, "si Mbak ini mah sakitnya sakit kangen sama kakak..." :D Iya. Gue kalo sakit emang suka sampe demem. Tapi nggak sampe maag kronis juga kali, mom!!! Hhahahaha... Abis bebii dateng, gue yang udah bisa bangun dari tidur, duduk, ketawa-ketiwi, udah agak segeran lah pokoknya. Yaaah, mungkin selaen maag parah, gue juga kangen bebii. Iya lah, 10 hari lebih nggak ketemu karena libur dan bebii ujian :D
Gue opname pake Asuransi Kesehatan dari kantor papah. Alhamdulillah dapetnya di VVIP. Kamar yang sebenarnya nyaman tapi enggak buat gue karena ACnya kenceng banget!! Kamar yang bagi gue malah kayak hotel. Malah abang sepupu gue bilang "Ini mah kayak kostan ya, dek?". Jiahahhaha.
Si bebii nyeletuk pelan, tentang tempelan cara penggunaan shower dan bathub di kamar mandi. Bebii bilang "Ngapain pake tempelan pemberitahuan gitu, orang yang di VVIP udah pasti menengah atas, masa iya ga bisa pake...". Gue ketawa. Gue?? Kalo bukan karena asuransi kesehatan dari perusahaan papah, nggak bakalan bisa bayar buat ada di kamar itu. Hhehehe... Kalo pun duitnya ada, sayang aja kali.... Dimanapun kamarnya, toh sama aja, tetep dirawat dengan baik :)
Sebelum pulang gue sempet foto beberapa bagian dari kamar gue itu... Ini nih penampakannya!!
![]() |
| di kasur ini gue menghabiskan 6 hari gue kemaren -__-; |
![]() |
| Bebii tidurnya dikursi merah ini :) |
![]() |
| ini dapurnya. Makanya si abang bilang kayak kostan :D |
![]() |
| Kamar mandi |
![]() |
| Tangan gue, abis lepas infus hhahaha |
Sampe akhirnya, rabu pagi, dokter bilang, gue udah boleh pulang. Alhamdulillah :D
Sakit itu nggak enak. Sehat itu mahal. Beneran. Seminggu di Rumah Sakit, plus endoscopy, plus kamar VVIP, plus obat-obatan paten.... Gatau gue berapa juta yang mesti dibayar... Syukurnya semua di tanggung perusahaan papah... Gatau gimana ntar kalo udah kerja dan lepas dari tanggungan perusahaan papah.... Semoga setelah ini sehat-sehat aja terus, deh.... *lirik daftar pantangan makanan dan setumpuk obat yang harus abis*
1 Januari 2012
alesan betah
Alesan betah?
Sama kamu maksudnya, bii?
Aww... such a silly question... everythings in you, gak ada satupun yang enggak, semuanya bikin aku betah..
Iya.. plus ngambekan gak jelas kamu yang suka dateng tiba-tiba itu. Iyaaaaaa... plus kebiasaan buruk kamu yang kalo ngambek gak mau ngangkat telpon dan bales sms. Huh!!
Tapi. Baiklah. Let me tell you one by one.. alesan-alesan yang bikin aku betah... betah deket kamu, betah sama kamu. Meski dg segala jenis kerumitan dan bahkan bisikan jahat ini. Hahaha
1. Kamu selalu ada buat aku. Kapanpun aku butuh. Kamu selalu punya telinga untuk mendengarkan segala cerita Aku. Kamu selalu punya lengan untuk memeluk apapun kondisi aku. Kamu selalu punya waktu berjam-jam untuk duduk bersisian denganku dan kadang tanpa obrolan apapun, cuma diem...
2. Kamu selalu tau kapan saatnya jadi pacar, kakak, adek, temen, sahabat, bahkan musuh buat aku :p
3. Kamu emang bukan cowok romantis. Kamu juga kadang gak begitu care. Tapiiiii. Hal-hal kecil yang kamu lakukan, selalu terasa istimewa bagi aku. Bisikan mesra 'iloveyou' disaat-saat tidak terduga, misalnya :')
4. Kamu gak peduli penampilan aku. Gak ada masalah bagi kamu neskipun aku berantakan, gak bedakan, jerawatan, kusem.. kamu gak peduli aku yang keringetan dan bau matahari. Kamu selalu bilang "gimanapun kamu, aku tetep sayang"
5. Dan kecupan hangat dijidat setiap kali kita hendak terpisah jarak. Aku selalu suka ciuman itu. Berasa sekali sayangnya. sayang. Dan bukan nafsu :')
6. Kamu yang percaya aku lebih dari apapun. Kamu yang gak pernah goyah sama bisikan jahat disekitar kita. Kamu yang selalu meyakinkan aku kalau semuanya akan baik-baik saja. Selalu
7. The biggest reason is... because I love you so much, and you do love me as much as you can. That's why we are togetger untill today. That's why... I feel comfort... with you :*
Sama kamu maksudnya, bii?
Aww... such a silly question... everythings in you, gak ada satupun yang enggak, semuanya bikin aku betah..
Iya.. plus ngambekan gak jelas kamu yang suka dateng tiba-tiba itu. Iyaaaaaa... plus kebiasaan buruk kamu yang kalo ngambek gak mau ngangkat telpon dan bales sms. Huh!!
Tapi. Baiklah. Let me tell you one by one.. alesan-alesan yang bikin aku betah... betah deket kamu, betah sama kamu. Meski dg segala jenis kerumitan dan bahkan bisikan jahat ini. Hahaha
1. Kamu selalu ada buat aku. Kapanpun aku butuh. Kamu selalu punya telinga untuk mendengarkan segala cerita Aku. Kamu selalu punya lengan untuk memeluk apapun kondisi aku. Kamu selalu punya waktu berjam-jam untuk duduk bersisian denganku dan kadang tanpa obrolan apapun, cuma diem...
2. Kamu selalu tau kapan saatnya jadi pacar, kakak, adek, temen, sahabat, bahkan musuh buat aku :p
3. Kamu emang bukan cowok romantis. Kamu juga kadang gak begitu care. Tapiiiii. Hal-hal kecil yang kamu lakukan, selalu terasa istimewa bagi aku. Bisikan mesra 'iloveyou' disaat-saat tidak terduga, misalnya :')
4. Kamu gak peduli penampilan aku. Gak ada masalah bagi kamu neskipun aku berantakan, gak bedakan, jerawatan, kusem.. kamu gak peduli aku yang keringetan dan bau matahari. Kamu selalu bilang "gimanapun kamu, aku tetep sayang"
5. Dan kecupan hangat dijidat setiap kali kita hendak terpisah jarak. Aku selalu suka ciuman itu. Berasa sekali sayangnya. sayang. Dan bukan nafsu :')
6. Kamu yang percaya aku lebih dari apapun. Kamu yang gak pernah goyah sama bisikan jahat disekitar kita. Kamu yang selalu meyakinkan aku kalau semuanya akan baik-baik saja. Selalu
7. The biggest reason is... because I love you so much, and you do love me as much as you can. That's why we are togetger untill today. That's why... I feel comfort... with you :*
Published with Blogger-droid v1.7.4
welcome 2012
Welcome 2012!!!!!
Ihh, semakin deket menuju 1 mei 2015 loh. Hahahahha....
Seperti beberapa tahun belakanagan, hari ini, gue juga pengen nulis beberapa hal yang mesti gue capai - gue lakuin - gue hindarin di 2012 ini. Bahasa kerennya tuh resolusi 2012 :)
Pertama dan segala yang utama... di 2012 ini gimanapun caranya gue harus wisuda Sarjana Ekonomi gue di bulan juni. Titik. Nggak pake acara maju lebih cepet atau mundur lebih lama. Pokoknya juni 2012 gue udah mesti pake S.E di belakang nama gue. Kudu, wajib, mesti, harus! Amin! Semoga jalan kesananya dilancarkan, dan semoga bebii di tabahkan karena mesti gue tinggal duluan :) Nggak papa loh bebii, malah sebenernya aku yang khawatir, ntar kamu ganjenan lagi sama adek tingkat :p
After that... di 2012 ini juga... gue mesti udah punya kerjaan sendiri... mesti... masa iya udah capek-capek kuliah, jungkir balik ngerjain skripsi, terus udahannya mesti nganggur. NO No NOOOO!!! Mudah-mudahan abis wisuda langsung dapet kerja,. Amiiiin. Supaya ntar pas lebaran udah bisa ikutan bagi-bagi THR buat adek, keponakan, dan sepupu. Oh iya, buat sahabat-sahabat SMA juga. DAN IYA, kamu juga, bebii!! :D
Then... di 2012 ini... mo pasang behel permanent... ribet euy behel lepas-pasang ini... gigi gue yang padahal udah rapi, eh begitu gue lupa pake behelnya, si gigi maju lagi, deh -_____-; berasa terbuang sia-sia dua tahun gue bersama si behel lepas-pasang ini.... Mudah-mudahan tahun ini udah bisa pasang behel permanent pake duit sendiri. Iya. Hasil gaji :)
Udah gitu... mau nabung juga.... biar bisa liburan sama bebii... Kemana? Pengennya si Mahameru, yaa.... Tapi gatau boleh apa nggak sama papa mama nya... Yang jelas, nabungnya tetep... Tujuannya kemana, menyesuaikan ntaran lah... Tapi desember 2012 sih ada perayaan akbar Nulisbukudotcom di Jakarta... Mudah-mudahan bisa dateng kesana aja, deh.... Berdua bebii... Sekalian liburan :)
Teruus... 2012 ini juga... pingin nulisnya lebih lancar lagi... pingin #relationship nya tembus penerbit major... pingin lebih dikenal banyak orang lagi as a writer.... pingin bisa aktif jadi pembicara disana-sini seputar dunia tulis menulis... pingin bisa ketemu dan ngobrol sama lebih banyak penulis-penulis senior lagi. sharing ilmu, tuker cerita....
Dan juga, di 2012 ini, mau bisa hafal lebih banyak lagi surat pendek... Supaya kalo sholat, surat pendek yang dipake nggak itu-itu aja. Bosen juga gue lama-lama pake surat pendek yang itu-itu aja. Oh ya, sekalian, 2012 ini Allah, tolong banget selalu ingetin gue supaya sholatnya nggak bolong-bolong lagi. Huhuhu...
Selain itu... seperti yang selalu gue tulis di resolusi awal tahun gue beberapa tahun belakangan ini... di 2012 gue pengen udah lancar nyetir mobil... udah punya SIM.. dan kalo ke Palembang, bisa gantian sama papah nyetirnya... kasian si papah :* Selain itu, pengen nambah berat badan jugah.... Bosen kurus!! Hhahhahaa
Terus... ehm... ada something yang pemgen dibeli pake duit sendiri.... Nggak mo nyebut disini ahh... Toh ntaran kalo udah kebeli juga nggak bakal ngomong ke siapa-siapa kecuali bebii dan beberapa orang terdekat. Hhahaha... Mudah-mudahan februari duitnya udah cukup untuk beli itu :))
Lainnya?? Semoga mereka-mereka yang nggak suka sama gue berhenti menggunjingkan gue di belakang. Bukan apa-apa sih. Ya gue bodo amat. Cuma masalahnya, kasian merekanya. Ntar kebaikan-kebaikan yang metsinya jadi milik mereka, eh dilimpahkan Allah ke gue. Atauu... ntar... kejelekan yang menimpa mereka bakal lebih parah daripada sekedar menggunjingkan gue di belakang :) Sadarkan mereka ya Allah #eh
Last... but not least... semoga gue sama bebii selalu baik-baik aja... ribut kecil yang wajar sekali dua nggak masalah, tapi please jangan sering-sering... Gue demem book kalo jauhan sama bebii mah :p Semoga 22 tahun kita sama wonderfull nya dengan 21 kemaren... bebii tetep dan selalu sayang gue... Allah jaga hati kita baik-baik... Lebih kebal sama segala jenis bisikan jahat yang nggak penting... dijauhkan dari segala macam godaan yang bisa memisahkan kami. Amin Amin AMIIIIIIIIIIN :')
Okay. That's all.
And, dear 2012... Please be nice, ya :*
Ihh, semakin deket menuju 1 mei 2015 loh. Hahahahha....
Seperti beberapa tahun belakanagan, hari ini, gue juga pengen nulis beberapa hal yang mesti gue capai - gue lakuin - gue hindarin di 2012 ini. Bahasa kerennya tuh resolusi 2012 :)
Pertama dan segala yang utama... di 2012 ini gimanapun caranya gue harus wisuda Sarjana Ekonomi gue di bulan juni. Titik. Nggak pake acara maju lebih cepet atau mundur lebih lama. Pokoknya juni 2012 gue udah mesti pake S.E di belakang nama gue. Kudu, wajib, mesti, harus! Amin! Semoga jalan kesananya dilancarkan, dan semoga bebii di tabahkan karena mesti gue tinggal duluan :) Nggak papa loh bebii, malah sebenernya aku yang khawatir, ntar kamu ganjenan lagi sama adek tingkat :p
After that... di 2012 ini juga... gue mesti udah punya kerjaan sendiri... mesti... masa iya udah capek-capek kuliah, jungkir balik ngerjain skripsi, terus udahannya mesti nganggur. NO No NOOOO!!! Mudah-mudahan abis wisuda langsung dapet kerja,. Amiiiin. Supaya ntar pas lebaran udah bisa ikutan bagi-bagi THR buat adek, keponakan, dan sepupu. Oh iya, buat sahabat-sahabat SMA juga. DAN IYA, kamu juga, bebii!! :D
Then... di 2012 ini... mo pasang behel permanent... ribet euy behel lepas-pasang ini... gigi gue yang padahal udah rapi, eh begitu gue lupa pake behelnya, si gigi maju lagi, deh -_____-; berasa terbuang sia-sia dua tahun gue bersama si behel lepas-pasang ini.... Mudah-mudahan tahun ini udah bisa pasang behel permanent pake duit sendiri. Iya. Hasil gaji :)
Udah gitu... mau nabung juga.... biar bisa liburan sama bebii... Kemana? Pengennya si Mahameru, yaa.... Tapi gatau boleh apa nggak sama papa mama nya... Yang jelas, nabungnya tetep... Tujuannya kemana, menyesuaikan ntaran lah... Tapi desember 2012 sih ada perayaan akbar Nulisbukudotcom di Jakarta... Mudah-mudahan bisa dateng kesana aja, deh.... Berdua bebii... Sekalian liburan :)
Teruus... 2012 ini juga... pingin nulisnya lebih lancar lagi... pingin #relationship nya tembus penerbit major... pingin lebih dikenal banyak orang lagi as a writer.... pingin bisa aktif jadi pembicara disana-sini seputar dunia tulis menulis... pingin bisa ketemu dan ngobrol sama lebih banyak penulis-penulis senior lagi. sharing ilmu, tuker cerita....
Dan juga, di 2012 ini, mau bisa hafal lebih banyak lagi surat pendek... Supaya kalo sholat, surat pendek yang dipake nggak itu-itu aja. Bosen juga gue lama-lama pake surat pendek yang itu-itu aja. Oh ya, sekalian, 2012 ini Allah, tolong banget selalu ingetin gue supaya sholatnya nggak bolong-bolong lagi. Huhuhu...
Selain itu... seperti yang selalu gue tulis di resolusi awal tahun gue beberapa tahun belakangan ini... di 2012 gue pengen udah lancar nyetir mobil... udah punya SIM.. dan kalo ke Palembang, bisa gantian sama papah nyetirnya... kasian si papah :* Selain itu, pengen nambah berat badan jugah.... Bosen kurus!! Hhahhahaa
Terus... ehm... ada something yang pemgen dibeli pake duit sendiri.... Nggak mo nyebut disini ahh... Toh ntaran kalo udah kebeli juga nggak bakal ngomong ke siapa-siapa kecuali bebii dan beberapa orang terdekat. Hhahaha... Mudah-mudahan februari duitnya udah cukup untuk beli itu :))
Lainnya?? Semoga mereka-mereka yang nggak suka sama gue berhenti menggunjingkan gue di belakang. Bukan apa-apa sih. Ya gue bodo amat. Cuma masalahnya, kasian merekanya. Ntar kebaikan-kebaikan yang metsinya jadi milik mereka, eh dilimpahkan Allah ke gue. Atauu... ntar... kejelekan yang menimpa mereka bakal lebih parah daripada sekedar menggunjingkan gue di belakang :) Sadarkan mereka ya Allah #eh
Last... but not least... semoga gue sama bebii selalu baik-baik aja... ribut kecil yang wajar sekali dua nggak masalah, tapi please jangan sering-sering... Gue demem book kalo jauhan sama bebii mah :p Semoga 22 tahun kita sama wonderfull nya dengan 21 kemaren... bebii tetep dan selalu sayang gue... Allah jaga hati kita baik-baik... Lebih kebal sama segala jenis bisikan jahat yang nggak penting... dijauhkan dari segala macam godaan yang bisa memisahkan kami. Amin Amin AMIIIIIIIIIIN :')
Okay. That's all.
And, dear 2012... Please be nice, ya :*
Langganan:
Postingan (Atom)






