4 April 2012

Dimsum Terakhir : Empat Cerita Kehidupan

Judul : Dimsum Terakhir
Penulis : Clara Ng
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Harga : Rp.60.000



Memanfaatkan diskon 25% gramedia di hari terakhir. Bingung mau beli buku apa. Banyak yang pengen dibeli, tapi dana terbatas. Nyahahah. Maklum ya akhir bulan. Ah sebenernya nggak ngaruh juga sih kalo gue, akhir atau awal bulan tetep sama aja. Duit jajannya kan mingguan. Cuma kemaren itu lagi banyak pengeluaran aja. Beli ini itu, segala macem. (Padahal abis beli buku juga sih beberapa hari sebelum diskonan ini, hihihi). Setelah pilih-pilih, menimbang-nimbang, dan mikir agak lama. Akhirnya pilihan jatuh ke Dimsum Terakhir-nya mbak Clara Ng ini. Agak aneh, mengingat gue yang biasanya belanja novel romance teenlit. :D

Yang bikin penasaran dan pada akhirnya gue memutuskan memilih beli buku ini adalah... sinopsis di belakang buku. Empat perempuan kembar, blablablabla. Kembar empat! Wow! Penasaran aja. Apa jadinya kehidupan mereka berempat ini. Apa jadinya keluarga mereka. Kan kembar dua aja, orang tuanya seringkali kesusahan. Apalagi ini kembar empat :D

Membaca halaman demi halaman. Gue semacam disuguhkan akan jenis bacaan baru. Yang tadinya biasa baca romance teenlit, mendadak baca yang beginian. Yang biasanya juga baca yang ringan-ringan, ini disuguhkan yang agak sedikit berisi. Dan gue menikmati ini. Dimsum terakhir kental akan budaya china-nya. Hal yang jarang gue temukan di novel-novel yang biasanya gue baca. Bukan jarang sih, ini pertama kali malah. Pendiskripsian budaya-budaya dan kebiasaan-kebiasaan china amat sangat detail, sehingga yang baca bisa ikut larut dan membayangkan berada di tengah-tengah tokoh dalam cerita. Semacam menambah pengetahuan juga terhadap kebudayaan china bagi orang awam macam gue :p

Cara berceritanya juga. Pindah-pindah dari sudut pandang siska, indah, rosi, dan novera (sikembar empat). Tapi perpindahan itu terasa mengalir sekali. Ceritanya mengalir, tapi sudut pandangnya berubah-ubah diantara mereka itu. Semacam yang pernah gue baca di Antologi Rasa-nya Ika Natassa juga. Teknik bercerita yang begini ini. Jadi pembaca bisa ikut larut dan merasakan kesemua perasaan tokohnya.

Empat gadis kembar dengan empat kehidupan berbeda. Masing-masing menyimpan sesuatu. Siska dengan kehidupan suksesnya. Indah dengan si pacar yang ternyata pastor. Rosi dengan sisi lain dirinya. Dan Novera dengan keinginan menjadi biarawati karena satu hal.

Membaca Dimsum Terakhir ini semacam membaca empat novel. Biasanya satu novel kan hanya berisi satu cerita. Tapi dimsum terakhir ini berisi empat cerita. Empat kehidupan dari masing-masing gadis kembar ini. Empat cerita yang disusun mbak Clara Ng sedemikian rupa, sehingga pada akhirnya menjadi satu kesatuan cerita yang utuh dan menegangkan.

Anyway... Kenapa diberi judul Dimsum Terakhir? Mari baca dan temukan sendiri jawabannya! :)

...

Pssst... gue jadi pengen nyari dan baca novel-novel lainnya Mbak Clara Ng. Novel drama gini tapi, bukan yang cerita anak atau fiksi fantasi. Hehe. Gue punya Utukki, dan karena nggak paham sama jalan ceritanya, gue nggak menamatkan buku itu :p Ada yang mau kasih saran, novel drama mbak clara ng yang lain yang must read, apa yaaaa? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog Design ByWulansari