12 April 2017

Engagement (Wedding) Ring

Hallooooo....

Balik lagi ke postingan Wedding Preparation yang penuh drama... Hahahaha. Postingan kali ini mau bahas Wedding Ring, dimana nyarinya juga penuh drama dan menguras tenaga xD

Kebanyakan cowok gak mau pake cincin nikah entah karena alasan apa, ditambah lagi cowok gak boleh pake emas kan. Tapi calon suami gue yang ganteng itu ngotot mau pake cincin. Alhamdulillah. Dan ga mau perak karena cepat menghitam (kata dia). Searching sana sini, dia juga tanya sana sini, akhirnya kita sepakat pake Palladium. Yang jadi masalah adalaaah.... Keliling prabumulih dan palembang, kagak tau dimana yang bisa bikin cincin dengan bahan Palladium. Dudududuuu...

Apa kemudian nyerah? Nggak. Tetep tanya sana sini, searching sana sini. Akhirnya ketemu sama Spilla Jewelry. Baca reviu orang kayaknya trusted. Setelah tanya tanya, ternyata proses pembuatannya cukup lama. Dua bulan atau delapan minggu. Saat itu waktunya udah mepeeeet banget. Tapi setelah konsultasi ama CS nya, diusahakan cincin akan selesai sebelum tanggalnya dipake. Baiklahhh...

Sepasang Palladium itu ga murah. Ga seharga emas tapi juga ga semurah perak. Sepasang Palladium dengan berat 10gram itu seharga Satu Suku Emas. Tapi ayank ga mempermasalahkan harga, dan juga ga bertanya apakah Palladium bisa dijual dikemudian hari. I love you so much, my sokn to be husband *kiss*

Dua bulan berlalu dan cincin gue belom beres. Panik dooong. Iya laaaah. Secara engagement day nya udah mepet. Jadi rencananya cincin ini akan kami pakai saat engagement day. Trus nanti pas nikah ga tukeran cincin lagi karena ibu suri bilang gak ada ketentuannya mengenai cincin kawin, harus tukeran cincin dsb alalah itu. Okaaaaaay, meminimalisir berantem dan another drama.. Akhirnya calon penganten nurut. Dan alhamdulillah ibu suri juga nurut tentang tukeran cincin pas engagement day aja.

Lohhh jadi benernya engagement ring yaaa, bukan wedding ring. Hahahaha.

Cincin belom beres dan engagement day makin deket, gue mulai rese sama CS nya Spilla. Untung CS nya sabar ngeladenin gue. Sampe akhirnya mereka kasih kabar cincinnya udah kelar dan siap kirim. Alhamdulillah ya Allaaahh... Apalagi pas dikirimin foto cincinnya gue langsung jatuh hati. Cantik sekali seperti bayangan gue. Oh iya, di Spilla ini bisa design by request :)

Design cincin ini, calon suami yang pilih. Gue kasih pilihan beberapa model dan dia menjatuhkan pilihan pada sepasang cincin dengan bentuk simple. Ayank emang suka yang simple. Cincin cowok cuma bulet polos aja, cincin cewek ada matanya. Cantik. Banget. Gue pun suka dengan pilihan ayank ini.

Yang gue lebih suka adalah ngototnya calon suami gue ini mau punya cincin nikah... Ntah kenapa bahagiaaaaa aja. Mengingat sekian banyak temen cowok dikantor yang bela-belain ngotot ga mau punya cincin kawin dg alasan laki-laki tidak boleh pakai emas. Padahaaal bkar berasa kayak bujang mulu. Hih... Alhamdulillah tanpa mesti dipaksa, calon suami gue yang pengen sendiri.... :)

Tinggal menghitung hari... Satu per satu check list done, cuma belom di bikin bloglost aja. Hahahaha. Maklum, ibu auditor newbie nya sibuuuk :p semoga lancar, dijauhkan dari segala macam godaan, diberikan kesehatan dan keselamatan. Aamiin. Aamiin.

Jadi, gimana sih penampakan cincin kawin gue? Eh.. Cincin engagement sih ya sebenernya... Kan dipakenya pas engagement ntar... Gue spoiler-in ahhh... Hahahahaha... Ini diaaaaa....

Begini saja

"I love you, sayang..."

Tanpa sadar mulutku mengucapkan tiga kata ajaib yang selama ini selalu meluluhkan hatimu. Berharap kali ini pun tiga kata ajaib itu akan kembali berfungsi.

Kamu diam, menatapku dengan senyum perih yang tak bisa aku artikan. Menatapku dengan tatapan penuh luka yang menghujam tepat kehatiku.

Aku mencintaimu, sayang. Pernyataan yang mungkin kau tertawakan karena aku bahkan tidak bisa melakukan apapun setelah mengatakan aku mencintai kamu. Tapi aku mencintaimu, dan entah kenapa aku merasa ga rela ada laki-laki lain yang membahagiakan kamu.

Aku mencintaimu, sungguh. Dan aku sama sekali tidak sedang bercanda dengan perasaan ini. Meski semesta nampaknya sedang bercanda mempertemukan kamu dan aku pada waktu yang tidak tepat. Kenapa sekarang, bukannya bertahun-tahun yang lalu? Kenapa sekarang... Saat cinta menjadi dosa diantara kita.

Tapi lantas aku sadar, bahwa aku adalah seburuk-buruknya lelaki yang mungkin pernah ada dalam hidup kamu. Laki-laki macam apa yang berani menyatakan cintanya padamu tapi lalu dengan tegas mengatakan tidak bisa menikahimu. Maafkan aku, sayang. Maafkan aku karena sudah memenjarakan kamu pada rasa yang tidak tahu akan berujung dimana.

"I know... And I love you, too..." jawabmu pelan, masih dengan tatapan yang tak bisa kuartikan. "Tapi cinta saja ga cukup..." lanjutmu kemudian.

Kamu adalah kesalahan paling indah dalam hidup aku. Entah kebaikan apa yang sudah aku lakukan hingga Tuhan kirimkan malaikat seperti kamu padaku. Wanita  cantik dan cerdas, yang dengan sadar dan tanpa paksaan maupun todongan senjata mau mendampingi aku. Aku yang jelas jelas sudah punya istri, dan dua anak balita.

Sejak awal aku sudah tau bahwa akan ada saatnya kamu melepas genggamanmu untuk menggenggam masa depan lain yang lebih menjanjikan kebaikan padamu. Tapi aku tidak pernah menyangka bahwa akan sesulit ini. Aku tidak pernah menyangka bahwa akan sesakit ini rasanya.

Ternyata, aku mencintaimu sedalam ini sayang...

Kamu yang selalu bisa menenangkan aku saat emosiku mulai ga stabil. Kamu yang peduli, kamu yang perhatian, yang selalu bawakan aku sarapan karena kamu tau aku gak pernah sempat sarapan dirumah. Kamu yang selalu tau dimana letak barang-barang atau berkas-berkas kantor yang aku butuhkan, bahkan kadang kamu lebih tau daripada aku sendiri.

"Sanggup ga ya aku liat kamu nanti dimiliki sama orang lain..." kataku pelan, seperti bicara pada diri sendiri.

Bidadari itu meraih tanganku dan menggenggamnya, lalu berkata lembut "Kamu jangan bikin aku ngerasa jadi kayak cantik banget gini dong, ah..."

Mau tak mau aku tertawa.

"Andai aku bisa lakukan sesuatu untuk jadikan kita nyata, sayang.."

"Tuhan memang bikin cerita kita cuma begini saja. Dan begini aja aku tuh udah bahagia banget kok sayang. Makasih, ya.."

Sesuatu dibalik dadaku menghangat. Kamu memang selalu tau caranya menenangkan aku, sayang.

Ternyata begini rasanya jadi kamu selama ini ya, sayang. Menahan perasaan ga rela setiap kali melihat aku dengan istri dan anak-anakku. Ternyata berat menjadi kamu selama ini, ya...

"Sayang..."

"Yaa?"

"Semoga bahagia, ya. Kamu harus janji kalo kamu akan selalu bahagia. Karena kamu sudah selalu bikin aku bahagia..."

Bagaimana aku bisa bahagia saat separuh kebahagiaan itu sudah kamu bawa pergi, sayang... Bagaimana selama ini kamu bisa bahagia padahal rasanya sepilu ini...

"Kamu juga harus selalu bahagia, ya..."

Akhirnya, kita memang harus bahagia tanpa saling memiliki satu sama lain. Karena seperti katamu, cinta saja tidak pernah cukup.

Semoga bahagia, sayang. Bidadariku...

28 Februari 2017

Wedding Drama : Vendor Photography



Untuk kedua kalinya dalam wedding preparation ini Allah bikin pilihan pertama jadi final choice... Adaaaaa aja emang cara Allah bikin semuanya berjalan lancar dan sesuai yang gue dan ayank pengen, pluuussss masih masuk budget. Alhamdulillah.

Cerita milih vendor photography ini juga ribet. Dari awal emang pengen pake Kak Arief karena udah kenal lama (jauh sebelum doi tenar banget kayak sekarang), dan udah tau hasilnya baguuuus. Plus kak arief emang lagi ngetop akhir-akhir ini. Lo belom dateng ke kondangan yang hits kalo acara yang lo datengin ga pake Kak Arief as a photographer. Hahahahhaha. Tapi tapi tapi, sesuai hasil yang bagus, kak arief ini termasuk mahaallll... Agak over budget bagi gue. Jadi dengan berbesar hati, gue meyakinkan diri bahwa ga apa-apa ga pake Kak Arief. Cari yang masuk budget aja. Sama aja kok. Gitu aja terus sambil searching-searching another vendor photography di Prabumulih.

Setelah meeting sama beberapa vendor. Liat harga dan portofolio mereka. Ternyataaaaa harganya beda-beda dikit sama Kak Arief. Dibahas lagi sama mamah dan ayank. Ayank mah ikut-ikut aja, yang penting calon istrinya ini bahagia. Hahaha, bisa aja emang dia mah. Dasar ga mau repot! Hih! Hahahahha. Setelah dipikir-pikir, kayaknya mending Kak Arief aja, beda dikit juga, malah enak karena udah kenal, blablabla... Akhirnya diputuskan Kak Arief aja.

Karena ternyata ga save kontaknya Kak Arief, jadilah gue search instagramnya untuk tau Line id-nya. Ehhhh, rejeki emang gak kemana, rejeki anak sholehah, pas buka akun instagramnya @ariefmegasaputra, ternyataaaa lagi ada promo end year yang masih berlangsung sampe tanggal 10 anuary. *pas gue buka itu baru tanggal 3 january. Buru-buru lah gue line.

Ngobrol ngobrol ngobrol ama Kak Arief, didapatkan harga kesepakatan plus diskon. Ternyataaaaaaaa malah lebih murah dari vendor vendor lainnya. Alhamdulillaaaah, rejeki beneran emang nggak kemana-mana... *calon pengantinnya bahagia*

Akhirnya deal, kabarin tanggal akad dan resepsi, plus lokasi akad dan resepsi. Kak Arief minta DP sebagai tanda jadi dan keep tanggal. Dan Karena bidadari kerjanya jauh, jadi yang bayar DP-nya mamah. Kasih kontak Kak Arief ke mamah, dan kasih kontak mamah ke Kak Arief. Selanjutnya biar mereka janjian berdua. Hihi.
 
Untuk yang mau tau tentang Kak Arief, bisa main-main ke instagramnya yah di @ariefmegasaputra :D Tapi kalo anak Prabumulih mah pasti tau laaaah kualitas fotoannya Kak Arief gimana. Hehehehe. Berikut sedikit bocoran harga untuk pemakaian jasa photography Arief Mega Saputra.

Paket Wedding Bronze (Rp. 4. 500.000,-)
1 Album Kolase 10R (10 sheet) Akad dan Resepsi gabung
DVD Video Liputan Akad dan Resepsi
Bonus 1 Lembar cetak ukuran 40x60 plus Frame

Paket Wedding Silver (Rp. 9.000.000,-)

1 Album Kolase 10R (10 sheet) Akad
1 Album Kolase 10R (10 sheet) Resepsi
DVD Video Liputan Akad dan Resepsi
Bonus 2 Lembar cetak ukuran 40x60 plus Frame


Paket Prewedding Silver (Rp. 4.500.000,-)
10 Photo edit
Klip Prewed
2 Lembar photo cetak 50x75 + Frame
Make Up
All File in CD

Paket Photobooth
2 Jam unlimited + Frame (Rp. 3.000.000,-)
3 Jam unlimited + Frame + Manequin (Rp. 5.000.000,-)

Sebenernya masih ada paket lainnya, tapi ga gue tanya. Gue cuma nanya paket yang diatas aja karena paket itu yang kemungkinan gue pake. Hihihiii... Untuk lebih jelasnya langsung hubungi CP aja yaaahhh :D

Alhamdulillah, satu lagi urusan vendor beres. Mari cek vendor apa selanjutnya yang harus diurusin.... Dua vendor yang deal di awal adalah vendor-vendor kece yang lagi diskonan. hahahaha. Cari yang lagi diskonan itu perluuuuu, demi dapet vendor sesuai maunya kita dengan kualitas dan harga yang sesuai maunya kita juga. Karenaaaaaa biaya nikah itu mahal bok! Mahal. Banget!!
27 Februari 2017

Main-main ke Ah Poong!



Masih dalam edisi Tamasya di sela-sela dinas luar dari kantor :D

Karena sudah kepalang beli tiket pulangnya hari minggu, (karena rencana awal jalan-jalan ke taman bunganya hari sabtu ini ehhh ternyata Rabu libur) jadi sabtu ini kami main ke Ah Poong! di Sentul... *sebenernya mau Tamasya One Day di Sentul, karena setelah googling kyaknya banyak tempat menarik. Tapiii bidadari udah ada janji sama adek siangnya mau belanja seserahan... Jadi ya udah, main ke Ah Poong! aja deh...



Sebelum kesana, ekspektasi gue adalah kayak Floating Market di Lembang. Kita beli jajanan/makanan dengan penjual yang jualan didalem kapal dan kapalnya beneran diatas air. Ternyataaaa?

Ternyata Ah Poong! Hanya suatu tempat makan yang terletak di pinggir sungai. Entah dulu pernah ada yang jualan beneran diatas kapal, atau emang dari dulu konsepnya begini saja. Yang jelas sih begitu sampe sana bidadari kecewa. Hiks!!



Keliling-keliling liat-liat, sambil liat-liat menu jajanan yang ditawarkan. Dateng kesana rada kepagian, jadi banyak tempat makan yang belum buka. Ini beneran ga beda ama tempat makan riverside. Kayak Pagi Sore di Linggau, Cimory, atau bahkan Restoran Riverside di Palembang. Cuma bedanya disini bayar makannya pake kartu yang cuma berlaku di Ah Poong. Mirip kayak di Floating Market Lembang, jadi disini kita mesti deposit sejumlah uang yang nantinya akan kita belanjakan makanan dan minuman didalam kawasan Pasar Ah Poong! Baiklah...

Karena masih pagi dan kita belum laper-laper banget, jadi kita keliling-keliling dulu. Sampailah pada suatu aliran sungai (atau sebenernya justru kolam ya) yang banyak banget ikan didalemnya. Ikan-ikan ini sepertinya di pelihara. Di pinggirannya ada beberapa perahu yang bisa dinaiki, dan juga ada yang jualan pakan ikan (siapa tau kita mau kasih makan ikan pas lagi naik perahu kannn). Gue, Yuk Rika, dan Henci memutuskan untuk naik perahu. Diatas perahu kita foto-fotoan. Lumayan banyak spot cantik sih. Naik perahu ini sebentar, kira-kira 15 menit. Dan free, alias ga ada karcis nya untuk naik. Tapi pas mau turun, gue kasih Rp. 10.000,- ke mas-mas yang dayung sebagai fee aja buat dia. Kan kasian... Yaaa meski mungkin dia sebenernya udah digaji dari Management Pasar Ah Poong! Sih... Tapi gapapa deh....



 
Abis naik perahu, karena ga tau mau ngapain lagi, akhirnya kita makan. Milih menu aja bingung. Karena kok mendadak ga ada yang dipengenin. Mana banyak tempat makan yang belum buka atau udah buka tapi makanannya belum siap. Hiks... Akhirnya kita makan sate kuah plus nasi dan minumnya es teh tarik. Pesenan yang sama. Saking bingung mau mesen apa lagi. Hahahahahha.

Harga makanan disini cukup mahal. Dan kena PPN 10%. Satu porsi sate kuah (isi 5 tusuk) plus nasi adalah Rp. 45.000,-, sedangkan es teh tarik satu gelasnya Rp. 22.000,-. Mahal kan? Iya mahal... Dan ga kenyaaaang...
 
Oh iya, disebelah Pasar Ah Poong! ini ada Eco Art Park. Tapi gue juga ga ngerti deh kalo kesini mau ngeliat apa selain patung batu yang gede-gede banget. Eh atau ada arah lain yang ga kita samperin, ya? Pokoknya begitu sampe, mamir Eco Art Park bentar, langsung ke Pasar Ah Poong!

Ke Pasar Ah Poong! ini bisa naik kendaraan umum (kayaknya). Naik Transpakuan sampe Bellanova Mall, abis itu sambung Ojek. Kayaknya sih tapi ya, gue juga ga paham karena sejak ada Grab gue kemana-mana pake Grab. Karena setelah diitung-itung, ongkosnya murahan naik Grab kalo ramean mah. Hihihiii...

Ada yang sudah pernah ke Pasar ah Poong?? Bagi pengalamannya dong...
23 Februari 2017

When Auditor is on Holiday



Setelah 2016 gak kemana-mana selain tamasya ala-ala sama papah, mamah, dan adek-adek... Akhirnya di awal tahun 2017 ini bidadari liburan. Disponsori Oleh Dinas Luar ke Ciawi dan tanggal merah libur nasional di tengah minggu (read : hari rabu), jadilaaaaaah menang banyak dan hari liburnya dipake buat jalan-jalan.

Karena selain butuh banyak belajar biar pinter, Auditor juga kudu piknik sesekali biar ga mabok sama deadline kerjaan. #pembelaan

#FirstDestination : Little Venice – Kota Bunga


 


Jalan-jalan kali ini bareng lima temen lainnya yang juga lagi dinas bareng. Kita berangkat dari wisma di Pusdiklatwas BPKP Ciawi jam 7-an. Habis sarapan dan siap-siap. Langsung menuju ke Destinasi pertama kita yaitu Little Venice di Kota Bunga. Sekitar Jam 9 kurang kita sampe, ternyata tempatnya belum buka. Little Venice baru buka jam 9 pagi. Yaudah jadi nunggu dulu, deh.

Kesan pertama pas nyampe? Dingin. Mana lagi ujan gerimis-gerimis kecil gitu deehh... Harga tiket masuknya Rp. 25.000,- per orang dan tidak termasuk tiket wahana didalamnya. Jadi kalo didalamnya nanti pada mau main-main, kudu bayar lagi. Gue sih gak hafal berapa tarif untuk masing-masing wahana, karena disana gue dan teman-teman yang lain cuma main di satu wahana yaitu gondola, biayanya Rp. 20.000,- per orang dengan kapasitas gondola minimum 2 orang dan maksimum 4 orang (exclude mas-mas tukang dayungnya yaaa).

 
Ada drama dikit pas mau main gondola ini. Kita pergi ber-enam. Empat cewek, dan dua cowok. Harusnya sih empat cewek mau naik di satu gondola yang sama, sedangkan dua cowok di gondola lainnya. Tapi yang dua cowok gak mau karena katanya kayak homo kalo naik gondola cowok aja berdua, jadi mereka mau ada ceweknya. Sementara tiga dari empat cewek (gue, henci, dan yuk rika) kekeuh mau satu gondola bareng karena mau foto-fotoan. Sisa satu cewek lagi (Ibu Inspektur Pembantu yang saat itu ikut bareng kami) dan gak mau kalo bertigaan ama cowok-cowok aja. Berunding, berunding, berunding... Akhirnya gue mengalah. Dua cowok berpisah. Satu ikut gue dan ibu, satu lagi bareng yuk rika dan henci. Karena kalo ga ada yang ngalah, sampe bumi jadi kotak juga kita ga bakalan jadi naik gondolanya.. #pfffttttt

Naik gondolanya bentar sih. Bentar banget. Cuma 10 menit. Keliling sungai yang kiri kanannya dibangun gedung-gedung kayak di Venezia gitu. Kalo kalian googling dan ngeliat foto-foto yang keren banget, percayalah bahwa kalian akan shock pas nyampe tempat karena ternyata ga keren-keren banget. Cat gedung-gedungnya banyak yang mengelupas. Dan gak ada Photographer on the spot yang bisa motoin kita pas lagi main gondola. Saran gue, kalo perginya ramean, naik gondolanya gantian biar bisa saling fotoin. Beruntung banget pas kemaren, ada temen dari kabupaten lain yang ga sengaja ada disana dan fotoin gue pas lagi naik gondola. Hihiii...

ga sengaja ada temen yang fotoin... horeee....
 
Setelah puas main-main, kelilng, foto-foto kayak tourist di Little Venice – Kota Bunga. Kita melanjutkan ke tujuan selanjutnya yaitu Taman Bunga Nusantara.

#SecondDestination : Taman Bunga Nusantara


Akhirnya bidadari kesampean juga kesini.

Harga tiket masuknya Rp. 40.000,- per orang, cuma masuk aja. Kita ambil paket yang Rp. 50.000,- per orang untuk tiket masuk dan naik train-nya keliling taman bunga nusantara. Karena tamannya gede dan luaaaas banget (sorry gue lupa berapa hektar padahal kemaren dijelasin ama guidenya), bakalan capek kalo mau keliling jalan kaki kaaaan... Jadi kita keliling naik train dulu sembari ngeliat dimana spot-spot cantik yang bakal kita datengin jalan kaki buat foto-fotoan.

Taman bunganya bagus. BAGUS BANGET. Warna-warni seger gitu. Aduh pokoknya bagus banget. Banyak spot cantik buat fotoan. Ga heran kalo tempat ini sering banget dijadikan tempat untuk Prewedding Photo Shoot. Pas kemarin kesana aja, ada dua pasangan yang lagi mau take gambar untuk Prewedding. Sayangnya, pas kesana kemarin hujan. Dari gerimis terus panas terus gerimis terus panas lagi sampe terakhir ujan deres banget pas mau pulang. Tapi kita mah cuek aja, pas ujan gerimis kita tetep jalan keliling dan foto-fotoan. Ampe baju basah dan kering lagi di badan. Hihiii...

Full Team
Sebenernya pas kesini gue pengen banget ke Labirin, cuma berhubungan bidadari buta arah dan jalan yang banyak belokannya gitu suka bikin panik terus ujungnya tersesat. jadi yasudalah, dibatalkan saja. Hahahahha. *adek cukup tersesat dihati kakak aja ga bisa keluar lagi, ga usah tersesat di labirin...

Oh iya, kalo disini, ada Photographer on the spotnya. Bayar Rp. 20.000,- sekali foto dan dapet cetak satu buah ukuran 10R. Tapi saran gue mending foto sendiri aja. You know why ntar kalo udah kesana. Hehehe..

Toko Souvenirnya kurang lengkap dan mbak-mbak kasirnya jutek banget. Penting dibahas. Haha. Karena gue cari magnet kulkas, disini ga ada. Padahal kan gue kalo kemana-mana selalu beli magnet kulkas buat kenang-kenangan. Mana mbak kasirnya jutek banget lagi, ditanyain jawabnya songong. Kan maleees.... Tapi kalo kalian cari bibit bunga, di sini banyak. Asal jangan metik bunga yang ditaman aja, ya... Hihiiihi...

#ThirdDestination : Kebun Raya Cibodas

My Holiday Partner
HTM Kebun Raya Cibodas ada dua. Maksudnya dua kali bayar. Yang pertama Rp. 26.000,- (untuk 7 orang plus mobil), yang kedua Rp. 9.500,- per orang. Tadinya kita bingung kenapa bayarnya dua kali, padahal kalo googling cuma bayar Rp. 9.500,- aja. Ternyata besoknya pas nyampe pusdiklatwas, salah satu rekan yang dari LIPI bilang bahwa Di Kebun Raya Cibodas emang dua kali bayar, yang pertama itu untuk Dispora Pemda-nya, yang kedua resmi punya Kebun Raya Cibodasnya. Oh begituuu...

Pas nyampe ujan gerimisnya lumayan deres. Tujuan kesini adalah lihat bunga sakura, yang ternyata pas disana belum mekar karena kebanyakan hujan. Btw, Emang daerah sana kapan sih gak ujannya? Tapi ujan-ujan gitu kita semua tetap turun kecuali Ibu. Tetep foto-fotoan, cekikikan, keliling-keliling, seseruan. Biarin aja baju basah, nanti kan kering sendiri. #Looohhh

Ada air terjun mini (eh air terjun apa bukan sih) yang mesti di lewatin untuk sampe ke air terjun sesungguhnya. Dan airnya DINGIN BANGET BOK! Tau kan rasanya tangan megang es batu? Yang aliran darahnya jadi beku. Nah.. Gitu deh.. Dingin bangettttt.. Tapi alhamdulillah alergi dinginnya bidadari ga kumat. Bukti bahwa udaranya masih bebas polusi. Jadi cuma dingin aja, dingin sejuk. Ga bikin alergi kumat.

air terjun mini yang airnya dingin banget
 
Abis melewatin air terjun mini itu, gue dan yang lain menuju air terjun sesungguhnya. Aduhaiiii lupa lagi nama air terjunnya apa. Banyakan lupanya gue ya. Hahahaha. Jalan menuju akses ke air terjunnya ga begitu jauh. Dan juga ga begitu terjal. Pokoknya friendly lah, ga bikin capek. Air terjunnya juga ga begitu tinggi, tapi airnya dingin sejuk. Kalo bawa baju ganti aja udah basah-basahan nih. 

Disini kita ga terlalu lama, karena keburu ujan, dan udah mau sore takut macet. Jadi langsung pulang. Pas dijalan keluar, mampir beli oleh-oleh di sepanjang jalan keluar. Banyak jual souvenir macam kaos-kaosan. Tapi lagi-lagi gak ada magnet kulkas. Hihhh!!

Abis dari Cibodas rencananya mau mampir ke Puncak. Tapi apa daya ujan dereeees banget ga memungkinkan untuk turun dan keluar. Jadi kita langsung menuju jalan pulang. Sialnya lagi, kena tutup jalan dan setengah tujuh baru dibuka. Saat itu baru jam setengah limaan. Yaudah ajaaaa duduk di mobil sekian jam, kedinginan dan nahan pipis. Pas magrib udah ga tahan mau pipis, maksain keluar, ternyata ada toilet dadakan dan juga ada yang jualan bakso. Ya udah abis pipis, makan bakso dulu. Beres makan bakso, jalan dibuka. Langsung pulang deeehhh...

Jalan-jalan kali ini gue ga bisa bagi info mengenai kendaraan umum untuk mencapai tempat-tempat wisata tersebut (kayak biasanya). Karena kalo biasanya naik angkot kemana-mana sama adek, kali ini sewa mobil bener seharian untuk jalan-jalan.

Pulang tamasya, bahagia. Alhamdulillah Tamasya kali ini disponsori perjalanan dinas, jadi sedikit menghemat biaya. Hihiii.... Naaah kalo lagi kayak gini, jadi Auditor itu Enak!! Enak banget!!
22 Februari 2017

Wedding Drama - Hunting Gedung



Hal pertama yang kita lakukan dari rangkaian wedding preparation ini adalaaah.... cari dan booking gedung! Karena, gimana mo nyiapin yang lain-lainnya kalo gedung aja belum dapet. Dan karena nikahnya direncanakan pada bulan musimnya (apadeh), maka dikhawatirkan tanggal yang kita mau itu gedungnya ga ready. Jadilah kita mulai hunting dan survei-survei gedung. Kita disini maksudnya gue dan mamah, karena calon suami gue pasrah dan nurut aja maunya dimana dan gimana-gimananya.

Ada beberapa yang jadi pertimbangan gue mengenai pemilihan gedung. Pertama, gedungnya ga jauh dari rumah. Karena kalo jauh, kebanyakan tetangga males dateng. Kedua, parkirnya luaaaaaas. Pengalaman kondangan yang sudah dapet parkiran itu bikin bete. Ketiga, gedungnya mudah dicari atau ga jauh dari jalan raya karena mempertimbangkan teman-teman kantor gue dan kantornya ayank, atau keluarga yang ga berdomisili di prabumulih, supaya ga repot mereka cari-carinya.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, dari sekian banyak gedung yang ada di Prabumulih, pilihan menyempit menjadi tiga gedung. Gedung Zipur, Ballroom Hotel South Sumatera, dan Aula Hotel Grand Nikita. Kemudian survei dimulai...

Gedung pertama yang kita survei adalah Ballroom Hotel South Sumatera. Survei ini bareng sama ayank dan mamah. Karena kebetulaaaaan banget ada tetangga yang nikahin anaknya disitu. Jadilah kita survei gedung berkedok kondangan. Hihiii. Gue suka karena ruangannya luas, dindingnya berbatas kaca sehingga ga bikin berasa sumpek. Ada area kolam renang yang bisa dipakai untuk tamu yang merasa bosan didalam ruangan. Parkirnya luaaaaaas banget. Letaknya dipinggir jalan raya dan gampang banget dicari. Dan setelah kita tanya kepada manajernya, ada paket pernikahan yang mereka tawarkan sudah include pelaminan dan orgen tunggal, juga kursi dan beberapa tenda untuk diluar. Harga yang ditawarkan pun sedang harga diskon karena masih bulan promosi. Daaaaan harganya cukup mahal untuk kami, sebenernya. Tapi gue, ayank, dan mamah mulai mencatat-catat kedalam list.

Survei gedung kedua dan ketiga gue ga ikut karena kerja. Jadi mamah sama papah aja yang kesana. Tapi gue sudah beberapa kali dateng acara nikahan temen yang pake dua gedung itu, jadi gue udah tau kondisi gedung dsb dsbnya. Urusan tanya harga, fasilitas, dsb... Mamah dan Papah yang turun tangan. Gue cuma tunggu kabar by phone dan bbm aja.

Hasil survei Gedung Zipur... Pihak yon zipur tidak bisa memastikan apakah gedung tersebut bisa kami pakai pada tanggal yang kami mau atau tidak, karena mereka harus memastikan ketersediaan gedung terlebih dahulu dan meminta izin kepada komandan. Gedung ini memang jarang disewakan untuk acara pernikahan. Tapi gue suka karena deket banget sama rumah dan parkirnya luas. Meskipun disini beberapa kali kondangan, ruangannya terkesan sumpek. Masalah harga, ternyata cukup mahal. Karena harga sewa yang diberikan hanya sewa gedung saja, kosong. Tanpa kursi, tenda tambahan, kipas angin, pelaminan, dsb. Setelah dihitung kasar sama mamah, kalo mau pake gedung ini, maka biaya yang dibutuhkan bisa 2x lipat dari biaya di South Sumatera. Ditambah lagi, pihak gedung belum bisa memastikan ketersediaan gedung. Okeh. Gedung Zipur coret dari list.

Besoknya mamah dan papah mendatangi Hotel Grand Nikita. Sebenarnya gue ga begitu suka disini karena masalah parkir. Tapi menurut mamah ga masalah nanti diatur aja parkirnya. Dan syukurnya setelah disurvei harga, harga sewa aula kecil saja (kosong tanpa kelengkapan dan fasilitas apa-apa, cuma free satu kamar hotel kalo ga salah) itu hampir setengah harga ballroom hotel south sumatera yang udah include macem-macem. Jadi... Grand Nikita juga coret dari list.

Akhirnya, pilihan jatuh pada yang pertama. Mamah balik lagi ke Hotel South Sumatera untuk bertanya detail dan sebagainya. Setelah pertimbangan yang matang, dan karena pada tanggal yang gue mau belum ada yang booking, jadilah Mamah booking Ballroom Hotel South Sumatera tsb untuk acara gue dan ayank nanti.

Alhamdulillah, urusan gedung beres. Satu-satunya gedung yang gue dan ayank survei barengan ternyata jadi gedung yang akan kami gunakan pada saat resepsi pernikahan kami kelak. Alhamdulillah drama nyari gedung ga begitu panjang, dimudahkan, dan memang karena masih jauh hari banget jadi gedungnya masih kosong pada tanggal yang gue mau...

Sekarang.... Apalagi, ya?
Blog Design ByWulansari