26 Mei 2011

Rain Affair - Sahabat dan Pacar

Judul : Rain Affair
Penulis : Clara Cancerina
Penerbit : GagasMedia


***

Hari ini saya menamatkan Rain Affair untuk yang kedua kalinya. Bukunya udah lecek karena udah pernah di pinjem Wawan, Roy, juga Mega. Partner in crime saya untuk urusan baca dan tukar menukar novel romance. Hahhaa… *Eit, tapi kali ini Rain Affair nya punya saya kok!* :D

Pertama kali baca… Entah terburu-buru atau apa tapi saya nyaris tidak mendapatkan apa-apa selain “Si tokoh utama cewek sekuat tenaga membohongi diri dan hatinya sendiri demi suatu perasaan semu yang dia anggap bisa bikin dia bahagia”. Just it. No more.

Sempet beberapa kali membahas sama Wawan dan nggak ada hal spesial yang kami temukan selain “bohong demi cinta”.

Wawan bilang dia nggak bakalan mau begitu, membohongi hati demi kebahagiaan semu. Sementara saya? saya bilang, saya lebih memilih membohongi hati saya dan berpura-pura serta mengingkari kenyataan, asalkan saya bisa menikmati detik indah dalam hidup saya. Ini kebiasaan kita berdua tiap abis baca buku yang sama. Membahas dimana letak lebih dan kurang dari suatu novel, serta hal manis apa yang kami dapetin dari novel itu ;) 

I really enjoy that time. Membicarakan buku dengannya memang menyenangkan. Sekalipun selalu saja pendapat kami berbeda. #eaaaaa #curcolbanget :D

Daaaaan… dikali kedua saya menamatkan Rain Affair ini, tetiba saya menemukan sesuatu yang berbeda. Saya mencatat banyak sekali Quotes manis dan Jleb yang tetiba saya temukan disini. (Kemaren pas pertama kali baca, gue lempeng banget, ya… Nggak dihayati!!)
..

Did you know that some relationships get broken just because they didn’t trust each other? (107)

“Lo nggak akan pernah memiliki sesuatu yang memang bukan untuk lo. Sekuat apapun usaha lo!” (174)

“Cowok nggak akan berkorban sedemikian rupa kalo bukan karena dia sayang sama tuh cewek” (267)

I know he is lying to me but I keep wanting him. I though, I’ve already felt in love with him. But, the worst part is.. I’m lying too..

...

Rain Affair… Bercerita tentang cinta segitiga diantara tiga orang sahabat. Dua cewek, satu cowok. Dimana dua cewek itu adalah kakak beradik. Si kakak dan si cowok saling naksir, tapi karena si kakak pengen jadi kakak yang baik, dan dia tau banget adeknya juga naksir sama cowok itu maka dia mundur. Dia bahkan memohon kepada cowok tersebut agar belajar mencintai adeknya. 

FYI, si cowok sama sekali nggak ada niatan buat jadian sama si adek. Dia hanya menganggap si adek itu sahabat, nggak lebih. Tapi si adek ngeyel, dia teteeep kekeuh pengen jadian sama si cowok. Egois. Bahkan sampe nyaris mencelakakan dirinya sendiri.
Dan disanalah kebohongan serta segala kerumitan itu dimulai.

Mereka jadian, tapi si adek nggak pernah benar-benar merasa memiliki. It’s seems like… Apa ya… Status palsu, mungkin? Dimana si cowok ‘terpaksa’ jadian sama si adek karena mempertimbangkan banyak faktor.

Oh tentu.. si adek sadar banget ini semacam kebohongan disana dini. Tapi cinta membutakan segalany. Dia balik membohongi hati, menutup-nutupi apa yang sebenarnya terjadi, dan berlari sejauh mungkin dari kenyataan.

Tanpa pernah dia sadari… Bahwa semakin lama dia berada pada kebohongan… Semakin jauh dia berlari… Sakit itu makin menumpuk, dan akan menjadi berkali-kali lipat. Berulang kali sesuatu menyadarkan, tapi dia tetap menyangkal.

This is crazy. So much!

Saya pernah bilang ke wawan. Mungkin saya akan melakukan hal yang sama jika kondisi ini terjadi pada saya. Saya akan berlari sekuat tenaga, sejauh mungkin, dari kenyataan. Saya akan memilih membohongi hati saya sendiri demi kebahagian yang nyata-nyata semu. Meski saya tau, ketika kenyataan itu bisa dihindari lagi, dan saya sudah tidak bisa lari kemana-mana, rasa sakit yang melanda akan berjuta-juta kali lipat. Tapi setidaknya saya pernah merasakan bahagia, kan? Iya… Meski semu… ;) Setidaknya…. saya pernah…. menggandeng tangan dia… dan mengakui dia sebagai pacar saya…. Iya… Meski semu ;)

Ada satu kalimat di Rain Affair yang baru kerasa banget begitu saya membaca buku ini untuk kedua kalinya.

“Aku udah bilang, kan… Kita lebih baik jadi sahabat…”

Apa kamu pernah merasakan begitu menyayangi seseorang hingga kamu takut dia dimiliki orang lain? Apa kamu pernah merasakan begitu nyaman berada didekat seseorang hingga kamu nggak pengen dia hilang? Apa kamu pernah… merasakan… begitu bahagia berada didekat seseorang… seperti kamu tidak butuh orang lain? Karena dia selalu ada buatmu – setiap saat kau butuh, karena dia selalu mendengarkan semua keluh kesahmu – tanpa interupsi sedikitpun, karena dia… memperlakukanmu spesial, menjagamu dengan sangat baik, dan 
selalu mendahulukanmu dari apapun didunia ini…

Saya pernah!

Dan sekarang… Abis menamatkan Rain Affair untuk yang kedua kalinya… saya jadi mikir… Apa semua yang saya rasakan itu bener-bener bikin saya pengen jadiin dia pacar – atau sekedar sahabat?

Orang yang cocok jadi sahabat belum tentu cocok jadi pacar, kan?

Mungkin kamu bahagia dan nyaman berada didekat dia ketika kalian masih dalam status sahabat. Dan, ketika kalian memutuskan untuk melanjutkan menjadi pacaran. Apa tetap ada jaminan kalian tetap senyaman sahabatan?

Baiklah… Nggak bisa dipungkirin… Banyak kejadian sahabat jadi cinta ;)
 Tapi sekali lagi, ada orang-orang yang cocok jadi sahabat dan nggak cocok untuk dijadikan pacar.

Saya dibikin merenung setelah baca Rain Affair untuk kedua kalinya ini… Banyak hal yang tiba-tiba kepikiran… Banyak yang berkelebatan di otakku…
 Orang yang cocok jadi sahabat belum tentu cocok jadi pacar, kan?
Hhhh…..
Just wait and see…

Note : Beberapa temen saya bilang novel ini terlalu datar, they don't get anything after read this one. Kayaknya mereka mesti baca dua atau tiga kali, baru bisa menemukan apa yang membuat Rain Affair nampak 'berisi' - seperti yang saya lakukan ;))  Karena saya juga ga dapetin apa-apa di kali pertama saya baca!! hihi
27 April 2011

A million Dollar Question - Pertanyaan tentang cinta yang emang nggak pernah habis ( a review)




Judul : A million Dollar Question
Penulis : Lala Purwono dan Ryu Deka
Harga : Rp.65.000
Penerbit : www.nulisbuku.com

***

A Million Dollar Question
Ini tentang Allena
Ini tentang Braga
Ini tentang pertanyaan-pertanyaan mereka tentang cinta

Well... 'cinta' emang sesuatu yang tidak pernah habis dipertanyakan. Meski sudah punya jawaban detail, teteeeep aja pengen ditanyain terus. Berusaha mencari jawaban terbaik dari setiap pertanyaan-pertanyaan tentang cinta. Atau mungkin, memang tidak pernah ada jawaban terbaik?

Kenapa saya memutuskan beli buku ini?
Karena penulisnya Mbak Lala Purwono - dan saya selalu suka tulisan Mbak lala.. Selalu manis... Selalu jleb... Selalu menyentuh... Selalu kenaaaa banget ke hati.
Karena ini novel duet. Ditulis bukan hanya satu orang. Ditulis berdua. (saya belum kenal mas deka, kok. Belum tau jenis tulisannya. Tapi saya tahu hasilnya pasti manis, karena ada Mbak Lala nya disana :D)
Karena promo gila-gilaan di twitter Mbak lala.. haha.. potongan-potongan dialog dalam novel ini yang ditwit sama Mbak Lala kok ya bikin merindiiiing gimanaaa gitu ;)
Dan... Karena... Trailler nya yang sukses bikin penasaran...

"laki-laki itu egois banget ya... bla bla bla bla..."

Halaman-halaman pertama novel ini... Menipu.... Kamu harus tau kenyataan di halaman seterusnya... Ah gila... Ketipu banget. Gemes. Kesel. Hahahha... Apa yang ada dibayangan saya pas awal-awal baca, ternyata nggak sama ama apa yang kejadian di novel yang dijelaskan kemudian.
Abis nemuin penipuan itu, saya langsung sms mbak wangi, dan membahas itu sama mbak wangi.. aduuuh sumpah ketipu banget pokoknya.
coba deh kalian baca, dan kalo sampe kalian nggak ketipu, kalian hebat ;)
Ketipu kenapa, Dhe?
Kalo diceritain disini mah ntar kalian nggak ketipu lagi dongggg xD

Tapi Mbak Lala, Mas Deka... Penipuan macam ini emang cocok kalo buat di Novel, sementara coba deh bayangin kalo seandainya Novel ini di film-in, hehe, bakalan nggak ada surprise-nya sama sekali. Tapi ih, tetep aja deh, bisa-bisanya kepikiran bikin surprise yang begitu. sampe nulis ini aja saya masih gemes :D

Yang paling diinget dari Novel Duet:
(saya lupa kalimat benerannya, tapi yang diinget di otak yang begini, nggak mengurangi makna lahh)
...
"Kalo kamu sayang sama seseorang, kamu nggak akan pernah minta jeda. Minta jeda dari apa? dari cinta?"
...
"Lama itu hanya angka, nggak jadi jaminan kita bisa mengenal seseorang dengan baik"
...
"Lamanya kita bersama dengan seseorang, bukan jaminan dia adalah orang yang tepat untuk kita"
...
"I know that I love my Guy so much. I know that I love being in a relationship with my guy. Tapi aku masih tidak rela kalau adit bahagia.. Dan dia terlihat sangat bahagia with his pregnant wife"
...
...
...
...
...
...

Kenapa kamu harus baca Novel ini?
Ada banyak hal yang bisa membuka pikiran kamu.. Mungkin kamu juga mengalami hal yang sama dengan yang Allena atau Braga rasakan. Ketakutan akan komitmen. Trauma disakiti. Keinginan menikah. Dan sebagainya. Dan sebagainya.
Kamu bisa menemukan satu dua kejadian yang mungkin saja sama dengan apa yang kamu rasakan. Dan kamu bisa lihat, apa yang Allena dan Braga lakukan untuk menghadapi itu...

Endingnya doooong.
Endingnya menggantungg!!
Jreng jreng..
Bikin penasaraaaan...
terus gimana ini akhirnya si mereka??
Errr......
Bakalan ada sekuelnya kah Mbak, Mas??
I'll buy it!! Must be!! Hahahhaha
7 Maret 2011

Coming Home - kesempatan kedua itu ada



Setelah membaca sebuah Novel, saya seringkali merenung, memikirkan apa yang saya dapatkan setelah membaca novel tersebut. *emang itu dasar buat nulis review*
Well, itu lah yang akan saya bahas pada postingan kali ini. Apa yang saya dapatkan setelah membaca “Coming Home” – a newest one from Sefryana Khairil.
Coming Home ini domestic Romance. Pertama kali saya membaca novel bergenre ini adalah novel-novel nya Mbak Ollie, dan novel Sefry adalah kali kedua. Cerita dalam domestic romance seringkali membuat saya berfikir, “ntar kalo gue udah nikah, bakal nemuin masalah yang kayak gini juga gak siih?” :D
Coming Home, menceritakan tentang sepasang suami istri yang akhirnya memilih bercerai setelah dua tahun hidup bersama. Alasan bercerai nya karena si suami selingkuh dan menghamili wanita lain, padahal si suami ini melarang istri nya buat hamil, eh dia malah ngehamilin wanita lain -_-; begitu disuruh memilih (sekalipun sebenernya gak ada pilihan karena si suami tetep harus nikah sama wanita yang udah dihamilinnya itu), si suami tanpa keberatan sedikit pun menceraikan sang istri dan memilih menikah lagi dengan wanita yang hamil tadi. *kemana cinta mu hei? ckckckkc
Ayo ayo… sampe sini… apa yang ada dalam fikiran kalian? Pasti sebel banget kan sama si suami? Gue juga gitu waktu pertama baca. Ya elah, itu pengen banget saya datengin terus saya tampar-tampar deh… Laki-laki tuh emang suka banget ya menyia-nyiakan wanita yang udah sayang banget sama dia. Mentang-mentang wanita di dunia ini banyak, eh seenaknya aja… #eaaaa #ngelantur.
Tapi, apa kalian tahu kalau sebenernya si suami menyesal di kemudian hari? Setelah anak hasil hubungan di luar nikah nya lahir ke dunia dan sang istri baru meninggal ketika melahirkan anak itu? Mari kita sebut ini karma. enam bulan bukan waktu yang lama untuk merasa bisa saling memiliki dan cukup bahagia. Iya. Mereka hanya bertahan selama enam bulan dalam status pernikahan sebelum akhirnya si istri baru meninggal. *ga usah sedih, tuh cewek udah tega ngambil suami orang. gue sih sebel!! -_-;
Lagian.. menyesal di kemudian hari itu biasa kaliiii… Penyesalan itu emang datang nya di belakang, pas udah gak ada harapan buat memperbaiki, pas orang yang kita sayangi udah gak sama kita lagi, pas rasa sayang yang kita punya ke dia udah jadi sia-sia. Dan saat itu, si suami mau nyoba masuk lagi ke kehidupan mantan istrinya. Cemburu sama laki-laki yang deket sama istri nya. Helloooooo…. kenapa juga dulu di sia-siain??
Eh tapi.. ending nya mereka nikah lagi loh, malah punya anak :) Coming Home bikin saya jadi mikir kalo kesempatan kedua itu ada. Selalu nggak yah? Rasanya nggak deh. Jadi, daripada ngarepin kesempatan kedua yang belom tentu dateng, ada baiknya kita menjaga kesempatan pertama dan jangan menyia-nyiakannya begitu saja. Iya kalo bakalan ada kesempatan kedua, kalo nggak? Nyesel seumur hidup lu tauuuuu :D
saya pernah *curcol dikit yah* (jangan protes, ini kan postingan gue) diberikan kesempatan kedua untuk kesempatan pertama yang udah saya sia-siakan setengah mati. Ahh nggak mau bahas disini aaah, *malu*, tapi yang jelas, Thanks GOD for that second chance. Sumpah. Saya bersyukur banget ada kesempatan kedua itu. Kalo nggak, nyesel sampe sekarangnya ampun2an deh xD
Ini Coming Home bener-bener mempermainkan perasaan. Gileee… pas adegan tegang, saya ikutan sebel. Pas adegan dramatis, saya ikutan nangis. (Oke, yang terakhir emang karena saya cengeng, ahahahah). Tapi tetep aja, berarti si penulis berhasil mengajak pembaca masuk ke dalam tulisannya.
Coming Home nggak bikin bosen. Tenang! Ini bukan karena saya doyan baca! Tapi beneran deh, ga rela ninggalin Coming Home kalo belom nyampe ke lembar terakhir. Bahasanya yang ringan, alur maju yang gak bikin ribet (ada alur mundur nya sih dikit, tapi ga bikin ribet kok, otak kayak gue aja nyampe bacanya :P) ditambah juga lirik-lirik lagu manis di awal bab yang ketika membacanya udah bikin kita menebak-nebak bagaimana isi cerita pada bab tersebut J Oh iya, gak itu aja, karena di setiap awal adegan, akan ada quote manis yang di tuliskan sefry. Sebagai pemanasan (dan mengajak kita menebak akan dibawa kemana cerita ini) :D
I heart Coming Home, karena dapet edisi yang bertanda tangan, karena ceritanya mengharukan (eh beneran, saya nangis pas endingnya) ahahahhaha
Sebelum baca Coming Home, saya pernah baca review orang lain ttg buku ini. Katanya kenapa Coming Home hanya menceritakan Amira dan Rayhan saja, kalo dibikin film, jadinya bakal mereka berdua doang yang muncul terus. Setelah saya baca, saya jadi membenarkan omongan (eh? tulisan maksudnya) orang tersebut. Emang bener Coming Home itu dari awal nyeritain Rayhan sama Amiraaaa terus.. yang lain-lain itu cuma selingan dan dikit banget. Tapi, gatau kenapa, saya gak ngerasa bosen tuh. Oke, sekali lagi ini bukan karena saya gila baca loh ya… beneran, Coming Home mah gak bikin bosen!!!
Jadi, apa kalian udah baca? Apa? Belom? ahhh telat banget deh ah.. Beli dong ke gramedia.. Banyak tuuuuh xD
16 Februari 2011

Relationship - Menguak Makna hubungan yang sesungguhnya

Dengan tagline 'Ketika orang lain tak harus tahu hubungan yang sesungguhnya', novel ini menawarkan pemahaman baru mengenai sebuah hubungan. Berkisah tentang hubungan 'misterius' antara Tisya, si pecinta Avenged Sevenfold dengan Rama, teman dari kecil yang juga satu kampus dengannya. Kedekatan mereka mem buat orang-orang di sekitar mereka mempertanyakan status hubungan mereka yang sebenarnya. Namun Tisya dan Rama tetap kekeuh menyembunyikan status mereka. Sampai pada suatu hari Tisya mendapati status di Facebook Rama berubah menjadi In A Relationship dengan salah seorang teman kuliah mereka. Hal itu membuat Tisya bimbang, haruskah hubungannya dengan Rama yang sesungguhnya dipublikasikan?

Setelah melahap habis novel ini, aku dipaksa untuk merenung. Seringkali kita menuntut pemublikasian atas hubungan yang kita jalani hanya agar orang lain mengakui hubungan tersebut. Kita sibuk pamer status di semua akun jejaring sosial yang kita miliki. Novel ini menyuguhkan sudut pandang yang lain. Hubungan bukanlah sesuatu yang harus digembar-gemborkan di depan umum. Hubungan adalah antara 'aku' dan 'kamu' maka cukup 'aku' dan 'kamu' yang tahu. Begitu kira-kira inti dari pelajaran yang dapat diambil dari cerita novel ini.

Poin lain yang membuatku jatuh cinta dengan novel ini adalah cerita yang mengambil setting di Palembang. Berbeda dengan teenlit-teenlit lain yang kebanyakan mengambil setting di Jakarta atau bahkan kota-kota di luar negeri. Penulis menggambarkan keindahan Palembang dan kehidupan muda-mudi di sana dengan sangat baik.

Membaca novel setebal 178 halaman ini hanya membutuhkan waktu satu hari. Bahasanya yang ringan dan begitu mengalir membuat kita tidak akan bosan membacanya. Apalagi bagi para pecinta teenlit, novel ini menjadi pilihan yang pas untuk dibaca.
 
 
review from my new bestfriend. Rina Shu. She's a writers also. She writes Kimi Wo SHinjiteru. A nice novel about true love hahaha. if you wanna know more about her first novel, just read my review about that book in this blog. Just looking for in my blog :P

The Infamous -- Cantik itu bukan segalanya kok!!

Judul Buku : The Infamous
Penulis : Silvia Arnie
Penerbit : Gagasmedia

Jadi saya baru saja kelar baca The Infamous. Well, aku suka cover nya by the way. KUning ngejreng. Bikin inget something nice with someone special hahahahha aku juga suka ada kutipan-kutipan lirik lagu di awal setiap bab. Memancing pembaca menebak-nebak bagaimana isi bab tersebut. Karena biasanya kan lirik lagu mewakilkan isi cerita :)

Baca bab pertama. Ehm. Agak sedikit membosankan menurutku. Entah kenapa. Nyaris tidak ada yang menarik yang membuat aku ingin melanjutkan ke selanjutnya. Well, aku seperti sudah punya gambaran sendiri apa yang akan terjadi di akhir cerita. Maka aku sempat meninggalkan buku ini semalam, dan melanjutkan membaca lagi di pagi harinya.

Hanya saja aku penasaran. Siapa dalang dari segala penyebab kerumitan dalam hidup si tokoh utama cewek pada novel ini.

Hingga muncullah irene. Yang memiliki ciri-ciri sama dengan seseorang yang disebut-sebut sebagai dalang dari segala kehancuran Adriana. Itu adalah titik penasaran aku mulai terpancing. aku mengira irene adalah dalang itu. Maka aku meneruskan membaca. Terus menerus menikmati konflik konflik yang ditawarkan pada cerita.

Oke, ini konflik “biasa”. as my relationship. nama nya juga romance. apa sih permasalahan cinta itu? pasti itu itu saja, bukan? Tapi itu tadi, tinggal bagaimana penulis mampu membuat suatu konflik itu menjadi benar-benar menegangkan dan asyik untuk dibaca. Bagaimana mereka membuat konflik ini tampak beda.

Aku menyelesaikan membaca selama seharian ini. Mengurung diri dikamar dengan hanya sebotol air putih (mamah ku adalah orang yang sangat bawel untuk urusan minum. Beliau tidak peduli aku ngemil apa nggak, tapi beliau bakal marah besar kalo aku sampe lupa minum minimal dua jam sekali, fiuh!)

and well, yah, ending nya ketebak. Tapi SIAPA yang menjadi dalang nya yang benar-benar tidak ketebak. Aku bener-bener dibikin shock begitu ikutan sadar bahwa sahabat nya sendiri, si Ayana, yang menjadi dalang. Ayana yang, ehm, totally perfect. Yang bahkan bikin tokoh utama cwek dalam novel ini (adriana) iri setengah mati. Ayana yang cantik, yang bahkan selalu menari perhatian lelaki manapun yang melihat dia lewat. Ayana yang membuat Adri merasa seperti sapi gendut.

Siapa sangka kalau gadis secantik ayana menyimpan iri pada sapi gendut macam Adriana? Ayana yang iri karena Adriana memilik pacar yang ganteng dan baik hati. Ardiana yang punya keluarga serta teman-teman yang hebat dan begitu perhatian padanya. Padahal adriana sendiri iri setengah mati atas kecantikan Ayana.

Jadi itulah, suatu kesimpulan yang paling melekat dalam otak saya setelah membaca novel ini adalah bahwa ketika kita iri akan kecantikan seseorang, orang itu sebenarnya juga sedang iri pada kita. Aku pernah merasakannya. Saat aku iri setengah mati dengan teman yang cantiknya minta ampun dan berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan dengan mudah, justru dia sedang iri padaku karena papah yang sering mengantarkan makan siang ke sekolah, atau aku yang juara olimpiade kota, aku yang langganan juara kelas, aku yang redaktur majalah dinding, aku yang kenal banyak orang karena aku wartawan remaja suatu harian umum di kotaku. She’s jeaalusy with me because I’m clever and smart, and because I have a fabolous family and friend.

So, buat apa cantik kalo kita tidak pintar? kalau cowok-cowok saja masih segan mendekati kita? kalau keluarga kita sibuk sendiri-sendiri? dan tidak ada teman yang benar-benar tulus ingin berteman dengan kita?

Cantik bukan segalanya! Enjoy your live! Thanks to God for give you a fabolous live!

(Kenapa jadi bahas masalah cantik dan segala tetek bengek iri, ya? Hihi)

Oke readers, ini romance. Cerita cinta yang banyak orang bilang picisan. Tapi aku suka. Lihat? Cerita cinta yang kalian bilang biasa-biasa saja ini punya suatu pelajaran berharga yang berusaha di bagi penulisnya loh!

Sebenernya sih, pelajaran yang aku tangkep dari cerita ini adalah bukan tentang cantik dan iri. Tapi tentang persahabatan. Kita tidak boleh egois dan mementingkan diri kita sendiri. Sahabat itu saling mengerti, bukan melulu ingin dimengerti. Saling mendengarkan, bukan melulu ingin didengarkan.
Jadi begitulah. Meski konflik “biasa” dan penyelesaian yang “biasa” pula. Juga meski dengan ending yang ketebak. I still heart this book.

Salut karena penulis mau bersusah payah menuangkan ide nya dalam bentuk tulisan sebanyak 288 halaman, dan berusaha menyisipkan pelajaran berharga di dalamnya,

Tidak ada buku yang tidak memberikan pelajaran apa-apa kepada pembacanya. Sekali lagi, meski ini hanya cerita cinta biasa. But, it nice for read.

Terkadang orang “sok” sastra butuh membaca buku-buku ringan seperti ini untuk membuka pemikiran mereka, bukannya dengan mencemooh setiap penulis yang tidak menulis dengan genre seperti mereka. #eaaaa #curcol

Yasudah, penasaran? Silahkan memburu bukunya di Gramedia. Terbitan Gagasmedia. Ditulis Oleh Silvia Arnie :D


..adyta purbaya..
10 Februari 2011

New Relationship



apa itu? hahahha
ini adalah tampilan baru pacar pertama saya… RELATIONSHIP :)
sekarang hadir dengan cover baru plus udah ada ISBN nya loh :D
#senang

isi tetap sama. jadi yang udah beli dengan cover lama, nggak masalah.. tapi kalo mau beli lagi yang cover baru dan cantik ini BOLEH BANGET Hahahah

terimakasih Nuzula Fildzah untuk cover cantiknyaaaaa, sampe ngerepotin kamu di tengah-tengah skripsi :P

terimakasih Mbak Fandrisha Zahira untuk bantuan pengurusan ISBN nya.

terimakasih Nulisbuku.com yang menjadikan INI ADA ^^

How I love my Relationship so much :*
30 Januari 2011

GirlTalk - MyTalk - YourTalk

GIRL TALK
by Lala Purwono
Yak! Benar Sekali.. Buku ini memang berisi percakapan-percakapan para wanita. Ini bukan kumpulan cerpen, ini kumpulan percakapan (yang di bentuk seperti cerpen). 34 perempuan sharing tentang hidup mereka. Yang satu bertanya, yang satu memberi penjelasan. 17 kisah yang menginspirasi, memberikan banyak pandangan dan pemikiran baru.
Yang saya suka dari setiap percakapan-percakapan ini adalah ending yang mengejutkan. Setiap percakapan diakhiri dengan ending yang di luar dugaan pembaca, tidak di sebutkan di awal cerita, tapi berkaitan dengan tokoh utama, dan sangat mengejutkan!
Mengutip salah satu komentar pembaca di cover buku. “GirlTalk ini ringan, sederhana, tapi penuh makna”. Buku ini ringan, tidak perlu dibaca berulang kali untuk memahami makna nya. Sederhana, karena masalah-masalah yang diangkat, terkadang sudah sangat sering kita temukan dalam hidup sehari-hari tapi kita pun tidak tahu jawabannya. dan Penuh Makna, karena setiap percakapan dalam buku ini meskipun hanya percakapan singkat, tapi makna nya dalem banget.
Mengapa kita harus menikah? Apa Tuhan tidak percaya pada saya untuk hamil? Kenapa laki-laki tidak mau kalau pasangan mereka punya karier yang lebih cemerlang? Apa kamu percaya soul mates? Dia sempurna. Ganteng, kaya, pintar. But He’s not him!
Untuk kamu para perempuan yang seringkali bertanya-tanya, kenapa ini, kenapa itu, kenapa begini, apakah begitu. Silahkan baca buku ini, saya yakin kalo kalian pun akan mendapatkan pemikiran baru atas kenapa kenapa kalian itu. Seperti saya yang sama sekali tidak menyesal membaca buku ini. Beberapa masalah dalam buku ini memang tidak ditujukan pada perempuan seumuran saya, tapi setidaknya setelah membaca buku ini, saya punya banyak pemikiran hebat baru tentang permasalahan-permasalahan itu. Dan jika nanti tiba usia saya, saya dihadapkan pada salah satu masalah itu, saya tentu tidak akan bertanya kenapa kenapa kenapa lagi. I know what I must do :)
Percakapan paling saya suka disini adalah It’s Always Him dan not a competition. Dua hal – permasalahan yang seringkali menjadi pemikiran saya. Tidak akan saya jelaskan disiniiii, ntaran dibaca banyak orang ahahahahha.
I heart this book! Keren! You must read it, too ^^

..adyta purbaya..
Blog Design ByWulansari